Sabtu , 25 Maret 2017
Home » Berita Foto » Oknum Dewan “Penyabu” Hanya Dituntut Hukuman Rehabilitasi 10 Bulan

Oknum Dewan “Penyabu” Hanya Dituntut Hukuman Rehabilitasi 10 Bulan

Arif Jumana (baju kuning) dan Serliyuni saat menjalani proses  persidangan di PN Tanjungpinang, Rabu (4/3). Foto: Rindu Sianipar
Arif Jumana (baju kuning) dan Serliyuni saat menjalani proses persidangan di PN Tanjungpinang, Rabu (4/3). Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Arif Jumana, oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan yang menjadi terdakwa kasus penyalahgunaan narkoba hanya dituntut hukuman rehabilitasi selama 10 bulan saja.

Tuntutan tersebut dibacakan jaksa Evan Afturedi pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (4/3).

“Atas perbuatannya, kami minta agar majelis hakim menghukum terdakwa dengan hukuman rehabilitasi di panti rehabilitasi narkotika selama 10 bulan,” ujar Evan membacakan tuntutannya di hadapan majelis hakim yang dipimpin Parulian Lumbantoruan ini.

Jaksa menilai terdakwa terbukti secara sah bersalah melanggar ketentuan pasal 127 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika jo pasal 55 KUHP ayat 1 ke-1 sebagaimana dalam dakwaan jaksa.

Selain Arif, dua terdakwa lainnya Serliyuni dan Suhartini juga menerima tuntutan jaksa pada persidangan yang sama. Keduanya juga dituntut hukuman rehabilitasi 11024741_941696472515034_2310572555482944330_nselama 10 bulan.

Terhadap tuntutan tersebut, ketiga terdakwa “serentak” meminta agar majelis hakim dapat memberikan keringanan hukuman dengan berbagai alasan, salah satunya mereka saat ini sudah sembuh setelah beberapa bulan direhabilitasi di panti rehabilitasi narkotika yang berada di Batam.

Serliyuni meminta keringanan hukuman juga karena dirinya ingin melanjutkan kuliah. “Saya mau lanjutkan kuliah pak!,” ujar Serliyuni yang sepanjang proses persidangan berlangsung terlihat menitikkan air mata.

Sementara Suhartini, yang terlihat tampak tenang selama mengikuti persidangan mengaku minta keringanan karena dirinya memiliki anak kecil yang membutuhkan 10891466_941696425848372_4172972993873662855_nperawatan darinya.

“Saya punya anak kecil,” katanya.

Bagaimana permintaan Arif pada hakim?. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini meminta keringanan hukuman karena beralasan dirinya merupakan tulang punggung keluarga.

“Saya juga sudah ditunjuk menjadi salah satu penyuluh dalam sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba. Saya juga hanya pecandu ringan saja dan telah menjalani rehab selama beberapa bulan,” ujar Arif.

Terkait pembelaan yang dikemukakan ketiga terdakwa, jaksa mengatakan tetap pada tuntutannya. Sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan keputusan majelis hakim.

Sebagaiman diketahui, Arif bersama dua teman wanitanya tertangkap tangan polisi bersama warga ketika diduga sedang menggelar pesta narkoba jenis sabu di sebuah bekas kolam renang di sekitar Seineng, KM 20 Bintan Timur beberapa waktu lalu.(Rindu Sianipar)

Check Also

Presiden RI Ir Joko Widodo dalam kunjungan kerja di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatra Utara pada tanggal 24-25 Maret 2017.

Ini Menteri Yang Ikut Rombongan Presiden RI Ke Madina

Mandailing Natal, sidaknews.com – Kehadiran Presiden RI Ir Joko Widodo ke Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>