Home » Berita Foto » Oknum Dinas Kesehatan Pelabuhan Diduga Tipu Kontraktor

Oknum Dinas Kesehatan Pelabuhan Diduga Tipu Kontraktor

"H" oknum pegawai kantor kesehatan pelabuhan kelas II Tanjungpinang
“H” oknum pegawai kantor kesehatan pelabuhan kelas II Tanjungpinang

Tanjungpinang, sidaknews.com – seorang oknum pegawai di kantor kesehatan pelabuhan kelas II Tanjungpinang berinisial H, sudah hampir 2 bulan tidak pernah masuk kantor, belum tau alasannya beliau tidak masuk. Namun impormasi yang di input media ini, beliau terlibat dalam sindikat proyek.

Oknum kesehatan pelabuhan kelas II Tanjungpinang bekerja di bagian program, beliau terbelit dalam kasus dugaan proyek fiktip pada pengadaan alat kesehatan di kantor kesehatan pelabuhan kelas II Tanjungpinang senilai Rp8 miliar.

Saat ditemui media kepala kantor kesehatan pelabuhan kelas II Tanjungpinang H.Endang Syaripuddin di kantornya, membenarkan hal ini benar, dimana “H” salah satu stafnya sudah hampir 2 bulan tidak pernah masuk kantor. senin (15/12).

Maaf Pak, saya baru bertugas disini, terkait prihal mengenai staf saya sudah mengetahui adanya impormasi tersebut ungkap Endang.

ketika ditanyakan media ini soal keterlibatan stafnya mengenai kasus proyek Alkes, Endang mengatakan, memang benar ada masalah beliau, cuma itu kan masalah pribadinya dengan pihak lain.

Setelah beberapa hari saya menduduki kantor ini ternyata sejumlah rekanan atau kontraktor mendatangi kita, akhirnya kita pun menampung keluhan atau unek-unek dari mereka.

Keterangan foto: kepala kantor kesehatan pelabuhan kelas II Tanjungpinang H.Endang Syaripuddin.
Keterangan foto: kepala kantor kesehatan pelabuhan kelas II Tanjungpinang H.Endang Syaripuddin.

Ternyata herman salah satu stafnya yang duduk dibagian program telah menjanjikan suatu proyek fiktip, Sementara proyek yang dimaksud adalah proyek pengadaan kesehatan.

Sebelumnya, saya sudah tanyakan kepada staf kita, bahwa anggaran untuk tahun ini sudah tidak ada lagi.

Endang menegaskannya kembali, mengenai kasus Stafnya dengan pihak kontraktor adalah masalah pribadinya, tidak ada kaitannya dengan urusan kantor. Tegasnya.

Dan kami sudah menjelaskan kepada pihak rekanan yang merasa ditipu atau dibohongin, pada 3 nopember 2014 kemarin kita sudah kumpulkan beberapa rekanan atau yang mewakilinya.

Dalam pertemuan tersebut kita sudah menjelaskan bahwa tidak ada proyek APBN tahun anggaran 2014 senilai 8 miliar di kantor kita, sementara anggaran untuk kantor saja hanya sekitar Rp6 miliar per tahunnya.

Mendegar keluhan dari rekanan, mereka dijanjikan satu proyek pengadaan kesehatan dan diminta uangnya dengan jumlah bervariasi, kita tidak tau berapa besarannya, namun secara rinci disampaikan Endang sudah 17 orang yang melaporkan kasus ini kepada kita dan total kerugian rekanan yang terdegar mencapai Rp2,1 miliar.Ungkapnya.

Masalah dengan stafnya yang bermasalah kita sudah laporkan ke pusat dan orang pusat juga sudah turun kesini, dan masalahnya kita sudah jelas ke atasan kita, sangsi yang akan diberikan kepada stafnya sesuai dengan PP 53 tahun 2010 tentang sangsi displin pegawai.tambahnya.

Ketika media menkomfirmasi salah seorang korban yang tidak mau disebutkan jati dirinya, mengatakan bahwa dirinya korban dari pegawai kesehatan pelabuhan kelas II Tanjungpinang, dirinya juga dijanjikan suatu proyek pengadaan Alkes yang bersumber dari anggaran APBN tahun 2014.

Korban mengakuinya ada menyerahkan dana kepada oknum tersebut, hanya saja separuh sudah dikembalikannya, dan kemungkinan besar saya akan melaporkan kasus ini. Ungkapnya.(Red)

Check Also

Ular Phyton yang sudah diamankan warga Tangjung

Penduduk Tanjungkapur Dikejutkan Penangkapan Ular Piton Liar

Bintan, sidaknews.com – Warga setempat menemukan dan menangkap seekor ular piton besar di depan sebuah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>