Home » Berita Foto » Oknum Pegawai KKP Tanjungpinang Akan Dipolisikan

Oknum Pegawai KKP Tanjungpinang Akan Dipolisikan

-Terkait Kasus Dugaan Penipuan Sejumlah Proyek Tahun 2014.

Keterangan Foto: "H" Oknum Kesehatan Pelabuhan Tanjungpinang
Keterangan Foto: “H” Oknum Kesehatan Pelabuhan Tanjungpinang

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Oknum pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas II Tanjungpinang berinisial H akan dilaporkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ke polisi.

Laporan ini terkait kasus dugaan penipuan terhadap sejumlah kontraktor yang dijanjikan oknum KKP ini sejumlah proyek pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) yang diduga fiktif tahun anggaran 2014 yang lalu.

“Dalam waktu dekat akan kita laporkan ke polisi,” ujar Kuncus, Ketua Umum LSM ICTI-NGO Kepri belum lama ini.

“Jika hal ini tidak diungkap ke permukaan, maka kasus ini mungkin bakal tenggelam. Jika dilaporkan ke penyidik nantinya, akan terbuka semua, “siapa aktor intelektualnya”. Apakah ada dugaan keterlibatan Kepala Kantor lama atau tidak,” tambah Kuncus.

Informasi yang didapat LSM ini, selain melibatkan H, kasus tersebut juga diduga melibatkan oknum pejabat lainnya.” Kita menduga, oknum pejabat lama ikut bermain. Pasalnya, tanda tangan oknum pejabat KKP dan kop suratnya ada tertera dengan memakai meterai Rp 6.000,” katanya.

Menurut data dan informasi yang diperoleh LSM dan media ini, oknum tersebut telah menawarkan paket pekerjaan pengadaan alat kesehatan di KKP kelas II Tanjungpinang senilai Rp 8,4 miliar kepada sejumlah rekanan. “Ternyata proyek yang dijanjikan tidak pernah ada alias fiktif.

 

Keterangan Foto: salah satu surat perjanjian yang dilakukan oleh Oknum  Kesehatan Pelabuhan Tanjungpinang dengan rekanan.
Keterangan Foto: salah satu surat perjanjian yang dilakukan oleh Oknum Kesehatan Pelabuhan Tanjungpinang dengan rekanan.

Akibat ulah oknum tersebut, pihak rekanan dirugikan, ditaksir kerugian para rekanan hampir mencapai Rp 3 miliar lebih. Sementara H kita dapatkan informasi sudah melarikan diri dari Tanjungpinang,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala KKP kelas II Tanjungpinang H.Endang Syaripuddin membenarkan jika H, salah satu stafnya yang bekerja di bagian program sudah tidak pernah masuk kantor.

“Maaf Pak, saya baru bertugas disini, terkait perihal mengenai staf saya, hal ini sudah saya ketahui adanya imformasi tersebut,” ungkap Endang.

Ketika ditanyakan media ini soal adanya dugaan keterlibatan stafnya mengenai kasus proyek Alkes yang diduga fiktif tersebut, Endang membenarkannya.

“Memang benar ada masalah beliau (dugaan penipuan kontraktor-red), cuma itu kan masalah pribadinya dengan pihak lain,” katanya.

“Setelah beberapa hari saya menduduki kantor ini ternyata sejumlah rekanan atau kontraktor mendatangi kita, akhirnya kita pun menampung keluhan atau unek-unek dari mereka,” katanya.

Endang menambahkan, jika H merupakan salah satu stafnya yang duduk di bagian program. Ia diduga telah menjanjikan suatu proyek, sementara proyek yang dimaksud adalah proyek pengadaan kesehatan.

“Sebelumnya, saya sudah tanyakan kepada staf kita, bahwa anggaran untuk tahun ini sudah tidak ada lagi,” tambahnya.

Endang menegaskannya, untuk menyelesaikan permasalahan ini, dirinya telah bertemu dan mengadakan dialog dengan para kontraktor yang merasa ditipu tersebut.

“Dan kami sudah menjelaskan kepada pihak rekanan yang merasa ditipu atau dibohongin, pada 3 November 2014 kemarin, kita sudah kumpulkan beberapa rekanan atau yang mewakilinya,” katanya.

“Dalam pertemuan tersebut kita sudah menjelaskan bahwa tidak ada proyek APBN tahun anggaran 2014 senilai Rp 8 miliar di kantor kita, sementara anggaran untuk kantor saja hanya sekitar Rp 6 miliar per tahunnya,” katanya lagi.

Endang mengutarakan, dirinya mendengar secara langsung keluhan dari rekanan. Mereka mengaku dijanjikan satu proyek pengadaan kesehatan dan diminta uangnya dengan jumlah bervariasi.

“Kita tidak tau berapa besarannya,” ujarnya.

Meski demikian, dirinya tidak merinci berapa rekanan yang menjadi korban.”Dari informasi yang kita kumpulkan, ada 17 orang yang melaporkan kasus ini kepada kita dan total kerugian para rekanan mencapai sekitar Rp 2,1 miliar,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Endang, dirinya juga sudah melaporkan permasalahan ini ke pusat dan pihak pusat sudah turun langsung dalam melakukan penanganan kasus ini.

“Orang pusat sudah tangani kasus ini. Mereka sudah datang kesini, dan masalahnya kita sudah jelas ke atasan kita, sangsi yang akan diberikan kepada stafnya sesuai dengan PP 53 tahun 2010 tentang sangsi displin pegawai,” tambahnya.

Dihubungi terpisah, salah seorang korban yang tidak mau disebutkan jati dirinya, mengatakan bahwa dirinya mengaku korban. Dirinya juga dijanjikan suatu proyek pengadaan Alkes yang bersumber dari anggaran APBN tahun 2014. Korban mengakui ada penyerahan sejumlah uang kepada oknum tersebut, hanya saja separuh sudah dikembalikannya.(Red)

Check Also

Pusat Kuliner (Food Court) di Melayu Square.

Lsm Lidik Kepri Pertanyakan Pembangunan Pusat Kuliner Dimelayu Square

Tanjungpinang, sidaknews. com – Sekretaris LSM Lidik Kepri, Indra Jaya angkat bicara terkait Pemerintah Kota Tanjungpinang membangun …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>