Jumat , 31 Maret 2017
Home » Berita Foto » Pabrik Asap Cair di Bireuen Terlantar

Pabrik Asap Cair di Bireuen Terlantar

Muharam
Muharam, Ketua Direksi Badan Usaha Gampong (BUMG) ketika memperlihatkan bahan-bahan pabrik Industri Asap Cair. Pabrik ini tidak beroperasi selama dua tahun karena terkendala pemasaran. Foto: Hendra 

Bireuen, sidaknews.com – Pabrik Asap Cair yang berada di Desa Beuyoet Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen yang diberikan Bank Dunia melalui Aceh Development Fund (ADF) terlihat seperti “gudang tua tanpa penghuni “ alias terlantar.

Industri yang diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat Desa Beuyoet Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen dibangun pada awal tahun 2012 dan menghabiskan anggaran sekitar Rp 2,3 miliar.

Hal ini dikemukakan Ketua Direksi Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), Muharam yang menjadi salah satu pengurus pabrik asap air ini. Menurutnya, industri tersebut sudah sekitar dua tahun lebih tidak berjalan karena terkendala pemasaran. Hasil produksi pabrik asap cair berupa bahan pengawet makanan dan ikan ini sulit dipasarkan.

“Saya berharap industri asap cair ini dapat hidup kembali,” kata Muharam yang ditemui di lokasi pabrik, beberapa hari lalu.

Dikatakan, dengan beroperasinya industri tersebut akan sangat membantu Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam upaya mengurangi jumlah pengangguran di

Efendi Penjaga Gudang Bio Deasel ( Jarak)memperlihatkan  mesin yang tidak beroperasi
Efendi, penjaga gudang pabrik Bio Diesel (Jarak) saat memperlihatkan mesin-mesin pabrik yang sudah tidak beroperasi lagi.

wilayah ini.

“Bahkan, industri ini juga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat setempat,” katanya.

Apalagi, sambung dia, produksi pabrik ini sangat menjanjikan karena jika beroperasi selama dua jam untuk satu shif saja dapat menghasilkan 400 liter dengan harga per-liternya sebesar Rp 8000.

Ia mengatakan, pabrik ini menghasilkan bahan pengganti formalin, pengawet ikan, bahan makanan. Untuk gred 1, khusus digunakan untuk makanan siap saji, gred 2 diperuntukan bagi makanan belum siap saji, misalkan ikan.

“Sedangkan untuk Gred 3 digunakan untuk bahan pengawet karet yang banyak dibutuhkan bagi masyarakat petani kebun,” katanya.

Jika industri ini terus – menerus dibiarkan terlantar, lanjut dia, hal ini akan mempengaruhi ekonomi masyarakat khususnya masyarakat Desa Beuyoet dan sekitarnya.

“Namun, apabila industri ini beroperasi, ratusan tenaga kerja akan tertampung. Sehingga jumlah pengangguran di Kabupaten Bireuen berkurang,” tambah dia.

Jika penggangguran berkurang, kata dia, Kabupaten Bireuen pada tahun yang akan datang akan terus maju dan berkembang, serta bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tidak seperti yang terjadi saat ini, Kabupaten Bireuen sepertinya kewalahan untuk menciptakan PAD yang besar sehingga segala kebutuhan daerah,seperti pembagunan jalan, jembatan, saluran irigasi, tidak dapat diakomodir semaksimal mungkin,” kritik Muharam.

Muharam juga menambahkan agar Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui instansi terkait seperti Bapeda serta Dinas Perindustrian,Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) memperhatikan industri asap cair ini agar bisa beroperasi kembali.

Pasalnya, kata dia, kepada ADF saat peresmian beberapa tahun lalu, instansi terkait mengaku siap mendampingi kemajuan Industri Asap Cair.”Tapi, hingga saat ini kondisi industri ini sepertinya dibiarkan terlantar. Kita harapkan adanya perhatian,” katanya.

Selain industri asap cair, pantauan di lapangan pada awal bulan ini, terlihat beberapa industri yang lain juga sepertinya tidak beroperasi seperti Indusri Jarak, Indusri Garam Yodium di Kecamatan Jangka yang terlihat masih seperti “kumuh”.

Sampai berita ini dilansir, media ini belum berhasil menghubungi Kepala Bapeda dan Kepala Disperindagkop terkait permasalahan tidak beroperasinya sejumlah industri di wilayah ini. Informasi yang didapat, instansi ini sedang sibuk mengikuti acara Musrenbang tingkat kecamatan.(Hendra)

 

Check Also

Keluar Dari Wilayah Kontrak Kerja, PT Vale Bayar Denda ke Negara Rp 5 M

Lutim, sidaknews.com – Penyerahan uang sebesar Rp 5 Milyar dari PT Vale Indonesia kepada Kejaksaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *