Selasa , 30 Mei 2017
Home » Berita Foto » Pagelaran Topeng Banjet Akan Digelar di Unsika

Pagelaran Topeng Banjet Akan Digelar di Unsika

 

Tampak
Tampak dari kiri dan tengah Pengurus PWI Repormasi, paling kanan kabiro kemahasiswaan Unsika Karawang Jawa Barat. 

Karawang,sidaknews.com- Untuk menumbuhkan rasa kecintaan kaula muda dengan kesenian asli daerah, khusunya Karawang Jawa Barat, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) akan menggelar pagelaran seni asli Karawang Topeng Banjet.

Hal itu diungkapkan Kepala Biro Kemahasiswaan Dan Kerjasama Unsika H.Rudy Muhammad Setiadi, SE saat berbincang dengan sidaknews.com Selasa (25/2) siang di ruang kerjanya.

Menurut Rudy, acara pagelaran seni tersebut akan digelar Rabu (26/2) malam di Kampus Unsika. Adapun kegiatan tersebut terselenggara berkat kerjasama dengan pengurus pusat Persatuan wartawan Indonesia (PWI) Reformasi.

“Jadi PWI Reformasi ini punya program kerja untuk melestarikan kearifan lokal yang bekerjasama dengan beberapa kampus seluruh Indonesia, kalau di Karawang akan digelar di Unsika,” jelas Rudy.

Ia sendiri selaku pengelola kampus sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Apalagi pagelaran seni tersebut akan melibatkan mahasiswa selaku kaula muda yang sudah seharusnya mencintai budaya dan kesenian asli daerahnya.

“Mudah-mudahan pagelaran seni topeng banjet ini, mahasiswa bisa menjadi penyambung lidah ke masyarakat agar lebih mencintai kesenian lokal,” katanya.

Ia menambahkan, setelah acara pagelaran topeng banjet itu mahasiswa diharapkan bisa mensosialisasikannya kembali ke masyarakat. Selain itu, kaula muda khususnya mahasiswa, diharapkan bisa melestarikan kearifan lokal seperti seni topeng banjet, karena kesenian tersebut memiliki pesan moral.

“Saya lihat kesenian tersebut terdapat bahasa khas Karawang, dimana orang Karawang dikenal dengan istilah “heuras genggerong”, dan itu terdapat di kesenian ini,” tandasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Sekretaris Jendral PWI Reformasi pusat Yaya Suryadarma mengatakan, kegiatan kerjasama PWI reformasi dengan berbagai kampus di Indonesia adalah sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap budaya dan kesenian lokal yang mulai ditinggalkan.

Ia yakin dengan kegiatan seperti ini, mahasiswa sebagai agen of change bisa lebih mencintai kesenian asli daerahnya. “Kami berpikir mahasiswa adalah sekmen tepat untuk membangun generasi muda agar bisa lebih mencintai kesenian asli daerah,” jelasnya.

Substansinya, menurut dia, PWI Reformasi hanya sebagai pemancing agar kaula muda bisa lebih mencintai kesenian lokal. Program ini menurut Yaya adalah kegiatan rutin organisasinya yang berubah dalam setiap tahun. “Tahun ini kita sepakat untuk membuat program kesenian seperti ini bekerjasama dengan beberapa perusahaan besar seperti Pertamina,” pungkasnya. (ega nugraha)

 

Check Also

Berantas Pekat, Polrestabes Medan Musnahkan Ribuan Botol Miras

Medan, sidaknews.com – Dalam memberantas pekat atau penyakit masyarakat pihak kepolisian Polrestabes Medan memusnahkan kurang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *