Selasa , 28 Maret 2017
Home » Daerah » Aceh » Pahlawan Pergi Tanpa Uang dan Senjata

Pahlawan Pergi Tanpa Uang dan Senjata

“Sendirian Di Hutan Belantara”

Sebelah kanan - Penulis sedang  berpose di stan TNI - AD pada pameran ulang tahun pembangunan Bireuen ke 15 ( Foto, Dok, Sendiri )
Sebelah kanan – Penulis sedang berpose di stan TNI – AD pada pameran ulang tahun pembangunan Bireuen ke 15 ( Foto, Dok, Sendiri )

BIREUEN,ACEH,Sidaknews.com – Membaca ada tulisan “memperingati hari Pahlawan” pada 10 November, pikiran saya langsung menerawang jauh ke zaman sendirian di hutan belantara, berjalan dari arah Gampong ( Desa -red ) Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa Bireuen untuk mencari tempat yang lebih selamat, di maklumkan saja saat itu kondisi Aceh tidak sebaik hari ini, percayalah pada penghujung 2003 di Aceh tidak begitu aman.

Bertatih – matih kaki saya melangkah, dengan plastik ukuran 2 x 2 meter menutupi kepala yang saya pegang kuat dengan tangan agar tak basah di guyur hujan, teman -teman sudah berjalan di depan duluan, akhirnya saya yang kesendirian saat itu sedang sakit – sakitan, maka sesampainya saya pas sebelah selatan gunung ( gunong – red ) Goeh Bireuen, langsung saja saya bungkus diri dengan plastik hitam, saya rebahkan badan ketanah, benar saya sudah tidak kuasa berjalan.

Di dalam bungkusan plastik hitam itu saya tertidur pulas, hingga terbangun di petang hari, kini tenaga yang saya miliki terasa sedikit bertambah, saya kembali melangkah pelan – pelan setelah sekitar 3 -4 jam saya tertidur, tidak ada arah yang pasti kemana yang saya tuju, namun naluri dan perasaan menjadi semua alat pertimbangan, dimana sebenarnya teman – teman yang telah duluan pergi, berada saat ini, pikiran selalu bertanya – tanya.

Yang anehnya, perasaan risau dan takut terhadap rimba, binatang buas dan kelamnya hutan sudah tidak ada lagi, saat itu menurut saya bisa di katakan “sudah pasrah”, nemun perjalanan – demi perjalan akhirnya saya berkumpul kembali dengan para sahabat, teman dan sejumlah gerilyawan yang menurut saya adalah pejuang.

Pejuang bagi yang masih hidup, namun bagi saudara, teman, sahabat dan kenalan saya yang telah pergi kembali ke pangkuan Ilahi bagi saya adalah “pahlawan”, mereka tidak melihat, mereka tidak merasakan bahkan mereka tidak mengerti apa yang terjadi setelah mereka tiada.

Jika terlalu jauh dan terlalu dalam saya cuba ingat dan kenangkan rentetan para pejuang yang telah pergi bahkan ada yang hingga kini belum di ketahui dimana posisi jasadnya terbujur di hutan rimba, menjadi lebih sedih untuk di tulis dan di ungkapkan, namun bukan itu yang mau saya sampaikan.

Bisakan pemerintah Aceh yang saat ini di pimpin oleh para penggerak urat nadi perjuangan, untuk mencicilkan secuil kasih sayang buat para pejuang yang sudah meninggal dunia karena tidak pernah berpaling dari sebuah tujuan, namun mereka di takdirkan lain oleh Tuhan, mereka tak sempat menikmati lagi kehidupan apa lagi kemewahan, jauh sekali.

Sebagai teman, sahabat, saudara dan kenalan dari mereka yang telah terbujur di alam kuburan, saya memohon agar para penguasa, pejabat dan petinggi di Aceh agar bisa melakukan sesuatu untuk manusia pejuang yang bagi saya adalah pahlawan sejati, sekaligus bisa membuat bajecting buat anak dan keluarga mereka dengan cara merata dan adil, tidak hanya di satu daerah tapi seantero Aceh dimana para pahlawan itu ada.

Demikian sedikit rintihan hati dari saya, di kala bersamaan peringatan hari pahlawan, semoga akan lebih menyadarkan diri saya senidri terutamanya, tentang betapa penting kita mengartikan para pahlawan untuk sebuah proses kehidupan dan kedamaian, apa lagi saat mereka pergi ke hadirat ilahi “tanpa mereka bawa uang dan senjata”, jadi sangat layak bagi kita yang masih hidup untuk memeikirkan apa yang seharusnya bisa kita berikan kepada mereka, saya berharap dan berdoa, “semoga perang tidak ada lagi di Aceh”. (Tarmizi/Hasbi)

Check Also

Ketua Umum FSI Qalbun Salim (kanan) menyerahkan hasil penggalangan dana kepada Ketua FSLDK kepulauan Riau (kiri).

Peduli Somalia, FSI STIE Pembangunan Tanjungpinang Galang Dana

Tanjungpinang, sidaknews.com – Ucapan Terima Kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Dosen, Mahasiswa di STIE Pembangunan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>