Home » Berita Foto » Pak, Kenapa Pekerja Sek Komersial yang sudah terjaring tidak diberi hukuman

Pak, Kenapa Pekerja Sek Komersial yang sudah terjaring tidak diberi hukuman

– Dalam Safari Ramadhan Walikota Tanjungpinang semasa ini banyak Hikmatnya yang didapat.

Safari Ramadhan Lis
Safari Ramadhan Walikota Tanjungpinang H.Lis Darmansyah.SH, di Mesjid As Syuhada Gudang Minyak Tanjungpinang

Tanjungpinang,sidaknews.com – Itulah salah satu pertanyaan Ali Ahmad warga RW 12 Gudang Minyak kepada Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah saat Lis bersama rombongan melakukan safari Ramadhan di Mesjid As Syuhada, Sabtu (5/7). Pertanyaan tersebut dilontarkan lantaran ia resah melihat para pekerja seks komersial itu kadang-kadang beroperasi dimana saja.

Memang sudah sering dirazia oleh pihak terkait, namun setelahnya selalu dilepaskan begitu saja. “Seharusnya yang sudah terjaring razia itu diberi hukuman, seperti dimasukkan ke sel, supaya ada efek jera.” Kata Ali.

Menanggapi keluhan Ali, Lis menjelaskan bahwa bukan wewenang pemerintah dalam memberi hukuman. Jika sudah terjadi tindakan pidana maka polisi lah yang berhak memberikan hukuman.

“Tugas pemerintah hanya sebatas memberikan pembinaan. Jika dalam proses penertiban yang dilakukan seringkali tertangkap, yang bersangkutan tentunya harus merasa malu. Dan sebenarnya dia sudah merasakan sanksi moral, hanya saja itu tergantung individunya mau jera atau tidak.” Jelas Lis panjang lebar.

Lebih lanjut dikatakan Lis, proses penertiban PSK atau bahkan mungkin penutupan lokalisasi tidak akan menyelesaikanSafari Ramadhan Lis(2) masalah saat itu juga. “Ditutup disini, maka akan dibuka disana. Orang-orang yang sudah terlanjur terjun ke dunia tersebut tidak bisa dengan mudah meninggalkan pekerjaannya. Selalu saja ada lokalisasi baru terselubung. Seperti Dolly. Ditutup disana, para pekerjanya banyak yang lari ke daerah lain, seperti Batam dan Tanjungpinang. Ini tentunya membuat khawatir pemerintah juga.” Ujarnya.

“Pemerintah daerah melalui dinas terkait seperti Disperindag dan Dinas Sosial serta dinas terkait lainnya berusaha memberikan bantuan berupa pembinaan dan keterampilan bagi para PSK yang tertangkap dan mau berubah. Bahkan akan diberi modal juga jika yang bersangkutan benar-benar mau berhenti melakukan pekerjaan maksiat itu. Tapi itu kembali lagi ke individunya, mau berubah atau tidak.” Tutur Lis menjelaskan.

Razia yang sering dilakukan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengantisipasi timbulnya masalah yang lebih besar lagi. “Sudah sering juga kan Satpol PP bersama pihak terkait melakukan razia di kos-kosan dan tempat-tempat lain yang disinyalir terdapat praktek prostitusi. Itu semua dilakukan berkat laporan dari masyarakat juga, karena sudah menjadi tugas masyarakat pula untuk melakukan kontrol sosial.” Ujar Lis.(Erva)

Check Also

Calon Wakil Gubernur Aceh, Nasaruddin ketika berbicara dihadapan perwakilan masyarakat Pegasing.

Warga Pegasing Aceh Tengah Sepakat Dukung AZAN

Takengon, sidaknews. com – Perwakilan warga Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah menyatakan dukungan untuk pasangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>