Home » Berita Foto » Panitia Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Dinilai Kurang Profesional

Panitia Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Dinilai Kurang Profesional

pelatihan tentang kepemimpinan pemuda yang bertemakan "Membangun karakter dan daya saing bagi pemuda dalam menyongsong ASEAN community 2015"Tanjungpinang,sidaknews.com – Pada hari Kamis  03/10, Dinas pemuda dan olah raga Provinsi Kepri sedang mengadakan pelatihan tentang kepemimpinan pemuda yang bertemakan “Membangun karakter dan daya saing bagi pemuda dalam menyongsong ASEAN community 2015″ yang akan datang.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Halim dan akan berlansung selama 2 hari serta di mulai pada pukul 10.00 pagi sampai dengan selesai.Adapun terlaksananya kegiatan itu seakan di terkondinir dengan baik dan teliti di sebabkan panitia yang tidak tau dalam bekerja untuk mengadakan kegiatan itu.

Ini tampak sekali di lapangan ketika tim wartawan media ini melakukan tugasnya di saat kegiatan itu berlangsung,ketika tim media ini menanyakan kepada salah seorang panitia yang enggan menyebutkan namanya dengan muka tidak berdosa menjawab,”Saya tidak tau”, dan bila di Tanya jawabnya selalu mengatakan tidak tau.

Begitulah jawaban seorang yang memiliki kedudukan atau jabatan. “Namun tidak mengerti dengan pekerjaannya.Kalau beginilah orang yang di pekerjakan di badan pemerintah provinsi kepulauan Riau, tentunya sistim birokrasi di daerah tidak akan berjalan dan maju dan masyarakat bakal serba kebingungan.

Inilah contoh dari sekian orang yang menjadi pegawai daerah dengan sistim kilat tapi tidak mengerti dengan apa yang harus di kerjakannya.dan ditambahkan lagi ketika tim media ini menanyakan berapa jumlah peserta yang mengikuti pelatihan pemuda ini kepada panitia yang mengurus bagian absen hadir peserta,dengan bijak panitia tersebut mengatakan ada 80 peserta.

Tapi setelah ketua panitia yang bernama Amril A.gani memberikan kata sambutan serta menerangkan tentang kegiatan ini,beliau mengatakan dalam kegiatan kepemimpinan pemuda ini yang di ikuti oleh peserta berjumlah 90 peserta.

Menurut Kuncus Ketua LSM ICTI-Ngo kepri (Investigation Coruuption Transparan Independen) mengatakan, seharusnya pihak panitia yang mengadakan kegiatan tersebut harus lebih transparan, dan terbuka, dan profesional sebab, apa pun alasannya dimana kegiatan tersebut sifatnya adalah terbuka.

Jadi intinya adalah, untuk dalam mengadakan suatu kegiatan maupun pelatihan apa pun namanya, diharapkan kepada SKPD agar orang yang di tunjuk menjadi panitia itu adalah orang yang tidak mengerti dengan membuat suatu konsep yang baik dan benar.

Untuk itu Kami berharap kepada pemerintah kepri, harus lebih bijak dan teliti dalam menerima seorang pegawai dan jangan pegawai yang kacangan saja.Karna untuk apa menjadi seorang pegawai kalau tidak mengerti apa yang akan di buatnya pada konsep tentang mengadakan kegiatan dan pelatihan, dan hasilnya akan sia-sia atau mubazir.(Jaka)

Check Also

Pelabuhan penyengat tampak seperti pelangi, hal ini terlihat di sepanjang Atap Pelabuhan dibentang kain 3 warna yakni, kain warna Merah, Kuning dan Hijau.

Kedatangan Kapolri, Pelabuhan Penyengat Dihiasi Dengan Warna-Warni

Tanjungpinang, sidaknews.com– Dalam rangka penyambutan kedatangan Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian Kepulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>