Home » Berita Foto » Panti Pijat Karimun Disinyalir Rawan Penyakit HIV/AIDS

Panti Pijat Karimun Disinyalir Rawan Penyakit HIV/AIDS

Photo ilustrasi: Maraknya praktek panti pijat plus-plus di jalan Pramuka Karimun luput dari pengawasan Instansi terkait,praktek ini di sinyalir sudah mengancam penyebaran virus HIV/AIDS.
Photo ilustrasi: Maraknya praktek panti pijat plus-plus di jalan Pramuka Karimun luput dari pengawasan Instansi terkait,praktek ini di sinyalir sudah mengancam penyebaran virus HIV/AIDS.

KARIMUN,Sidaknews.com – “Praktik mesum berkedok panti pijat yang berada di tengah-tengah kota sudah bukan rahasia lagi di mata masyarakat Karimun”. Namun, masyarakat hanya bisa mengurut dada karena tidak ada tindakan tegas dari dinas terkait,razia selama ini belum dapat memberantas praktik prostitusi berkedok panti pijat plus-plus yang di sinyalir rawan penyakit HIV/AIDS.

Satu hal yang terlupakan oleh pemegang kebijakan di pemerintah kabupaten karimun ini, yaitu di balik praktek mesum yang berkedok panti pijat plus-plus tersimpan ancaman penyakit HIV/AIDS.

Penyakit HIV/AIDS sebagai masalah yang krusial mempunyai rentang perjalanan yang cukup lama, sehingga kemungkinan terkena dan kesadaran untuk memeriksa sering kurang diperhatikan dan terabaikan, tentunya hal demikian akan merugikan si penderita juga karena kebutuhan konsultasi tidak terpenuhi sejak awal karena ketidaktahuan penyakit ini sejak dini.

Ancaman penyakit HIV/AIDS ini perlu adanya keseriusan pemerintah kabupaten karimun melalui Dinas Social agar segera menutup ataupun merelokasi ketempat lainya supaya praktek pelacuran, Panti Pijat yang menjamur di tengah-tengah kota karimun dapat dicegah dari virus penyakit HIV/AIDS,”terang Azman Zainal datuk Panglima Muda Laskar Melayu Bersatu (LMB)Kabupaten Karimun ini.

Diharapkan dinas Sosial mampu mengatur alokasi tempat agar pelacuran tidak menyebar ke berbagai tempat hingga panti pijat, salon plus-plus, penginapan, Losmen, hotel Melati dan hotel berbintang.terkait hal tersebut penting diupayakan sosialisasi meningkatkan kesadaran moral masyarakat karena penularan sudah mulai merambah pada kelompok masyarakat umum yang diketahui tidak beresiko tingg,”terang Azman.

Sebagi catatan, Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Karimun sejak tahun 2012 sampai 2014, naik turun atau fluktuatif. Tahun 2012, positif penderita HIV sebanyak 62 orang dan AIDS 75 orang. Sedangkan tahun 2013, penderita HIV 81 orang dan AIDS 13. Namun tahun 2014 terhitung dari bulan Juni, penderita penyakit tersebut sebanyak 51 orang dan AIDS 4 orang.

“Anak positif HIV di bawah usia empat tahun berjumlah 2 orang. Namun dari jumlah kasus-kasus tersebut, terjadi pada kelompok usia produktif dari 16 sampai 50 tahun,” ungkap Aunur Rafiq ketika di wawancarai baru-baru ini

Secara terpisah kepala dinas Sosia Kabupaten Karimun,H.Indra Gunawan.S.sos,ketika di konfirmasi Senin (09/03) tidak berada di tempat,sampai berita ini di terbitkan.(UDO/M.ALI)

Check Also

Kapolsek Medan Labuhan Kompol H.Yasir Ahmadi Sik Saat menandatangani persasti Mushola Mirza Ahmad.

Polsek Medan Labuhan Gelar Zikir Bersama dan Resmikan Mushola Mirza Ahmad

Medan Labuhan. sidaknews. com – Kapolsek Medan Labuhan Kompol H. Yasir Ahmadi Sik menggelar acara …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>