Home » Daerah » Babel » Pasutri curi sahang tujuh kali

Pasutri curi sahang tujuh kali

Pasangan pasutri curi sahang.
Pasangan pasutri curi sahang.

SIJUK,Sidaknews.com – Pasangan suami istri (Pasutri) yaitu Ega (18) dan Tiwi (15) warga Jalan Abri, Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, kemarin (18/9) pagi terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian Polsek Sijuk.

Pasalnya kedua pasangan yang telah menjalin pernikahan sejak Desember 2013 ini nekat mencuri sahang milik Po Fin (38) alias Aput, warga Jalan Kenanga, Kelurahan Paal Satu, Tanjungpandan, Belitung.

Pasutri tersebut mencuri sahang di perkebunan Aput yang terletak di Jalan Renati, Desa Tanjung Tinggi, Sijuk secara berulang-ulang. Tercatat aksi pelaku ini telah berlangsung selama 7 kali sejak tanggal 8 Agustus 2014 lalu.

Walau demikian, untuk pelaku Tiwi terbilang baru 2 kali mengikuti jejak suaminya. Bahkan menurut pengakuan Tiwi sebelumnya, ia tidak mengetahui bahwa sahang tersebut hasil curian suaminya.

“Baru dua kali ikut suami, itu saja hanya nunggu di motor. Dia yang ngajak, dia bilang dapat di kolong, jadi tidak tau bahwa itu sahang nyuri,” ungkap Tiwi kepada Media ini Kamis (18/9) kemarin di Mapolsek Sijuk. Tiwi yang hanya menempuh pendidikan hingga SLTP ini mengakui bahwa membawa sahang tersebut dengan menggunakan sepeda Mio Soul berwarna merah putih miliknya. Bahkan setahu Tiwi, bahwa suaminya tersebut membawa sahang pulang ke rumah sebanyak 6 kali.

“Setau aku baru 6 kali itu bawa pulang sahang sejak bulan kemarin (Agustus, red). Waktu di rumah memang aku juga yang bantuin jemur sahang, habis itu dijual ke orang,” kata Tiwi.

Ega suami Tiwi yang mempunyai ide mencuri sahang ini menyebutkan bahwa hanya menjual secara perlahan sahang hasil curiannya tersebut usai dilakukan pengolahan. Dia mengaku, mencuri sahang usai dirinya pulang dari kolong untuk melimbang timah. “Gak tau juga kenapa maling, ya gitu lah bang. Biasanya memang aku gawe di kolong ngelimbang timah, nyuri sahang ini juga uangnya buat sehari-hari, soalnya aku menjual sahang ini sedikit-sedikit,” sebut Ega.

Awalnya, kata Ega, saat melakukan aksi pencurian sahang, dia tidak secara langsung membawa sahang yang sudah berada didalam karung. Sebelum dibawanya pulang ke rumah terlebih dahulu dibawa ke sungai yang tidak jauh dari kebun Aput. Namun pada satu hari selanjutnya, Ega lantas membersihkan sahang tersebut, hingga usai dibersihkan langsung membawanya pulang ke rumah untuk dilakukan penjemburan. Aksi Ega ini dilakukannya secara berulang-ulang, tercatat Ega mengakui bahwa sejauh ini di kebun milik Aput sebanyak 7 kali.

“Pernah juga 1 kali di Badau aku nyuri sahang ini. Tapi seringnya dikebun orang itu,” ucapnya, sembari mengatakan bahwa aksi terakhirnya dia kemarin kepergok oleh pemilik kebun. Kapolsek Sijuk, Iptu Wendi Indra Y Pras mengatakan, jika penangkapan keduanya dilakukan pagi kemarin usai mendapatkan informasi dari pemilik sahang, polisi langsung melakukan pengembangan lebih jauh.

Bahkan pelaku Ega sempat bersembunyi didalam hutan lantaran pelaku mengetahui bahwa dirinya telah diicar oleh polisi.”Tadi pagi (kemarin, ) kita amankan, soalnya dia sempat kabur kedalam hutan, pas waktu bertemu polisi dia sempat kabur tapi berhasil kita kejar,” ungkap Wendi.

Akibat perbuatan pelaku polisi kini menjerat dengan pasal 362 KUHP. “Kini masih akan mengembangkan kasus ini lagi dan koordinasi kepolsek Badau, informasinya pelaku juga pernah mencuri disana. Untuk barang bukti, sahang, ember dan tundung saji sebagai alat untuk membersihkan sahang sudah kita amankan,” jelasnya.(ANS)

Check Also

Ilustrasi. Foto: Dok

Terbukti Edarkan Narkoba, Herman Dibui Delapan Tahun

Tanjungpinang, sidaknews.com – Terbukti bersalah memiliki dan mengedarkan narkoba, terdakwa Herman alias Babe (56) dihukum …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>