Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » Paulus Sule Baru tau Rasa, Hakim Vonis Dihukum Satu Tahun Penjara

Paulus Sule Baru tau Rasa, Hakim Vonis Dihukum Satu Tahun Penjara

– Terkait kasus korupsi proyek pembangunan SPAM Kabupaten Natuna tahun 2011.

Paulus Sule Mantan Kasatker Air Minum Kepri di hukum 1 tahun penjara
Paulus Sule Mantan Kasatker Air Minum Kepri di hukum 1 tahun penjara.

Tanjungpinang,sidaknews.com – Muka bele terlihat diraut wajah terdakwa korupsi Paulus Sule, sebelum kasus ini diespos kepada fublik, masih terlihat muka Paulus segar bugar, namun dari sekian kalinya kasus disidangkan sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri Tanjungpinang,Paulus Sule akhirnya divonis oleh majelis hakim satu tahun penjara.

Pemandangan tersebut terlihat saat proses persidangan kasus korupsi proyek Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Pulau Tiga Kabupaten Natuna dengan agenda pembacaan putusan hakim, Senin (21/7/2014) di Pengadilan khusus Tipikor Tanjungpinang.

“Atas perbuatanya, terdakwa dikenakan hukuman selama satu tahun penjara,” papar majelis hakim yang dipimpin R Aji Suryo beserta dua hakim anggota Iwan Kurniawan dan Jonni Gultom membacakan amar putusannya.

Selain hukuman badan, terdakwa juga dikenakan hukuman denda sebesar Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan. Terdakwa tidak dikenakan hukuman uang pengganti kerugian negara akibat korupsi tersebut.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang dipimpin Noviandri yang sebelumnya menuntut terdakwa selama satu setengah tahun penjara dan denda senilai Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Terdakwa dinilai terbukti secara sah dan menyakinkan melanggar ketentuan pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 KUHP.

Menanggapi vonis hakim tersebut, Paulus Sule yang ditemani penasehat hukumnya mengatakan langsung menerima, begitu juga dengan jaksa mengutarakan hal yang sama.

“Terima pak hakim,” ujar Paulus Sule saat hakim meminta tanggapan terdakwa.

Untuk diketahui, selain Paulus Sule sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek. Dalam kasus korupsi tersebut, Elvis Nelis kontraktor pemenang proyek tersebut juga dijadika sebagai terdakwa yang persidangannya terpisah (displit-red).

Elvis Nelis merupakan pemilik CV Restu Nerri yang berhasil memenangkan tender proyek bernilai Rp 1.767.650.000 yang berasal dari dana APBN tahun 2011 tersebut. Dalam pembangunannya, CV Restu Nerri ditunjuk sebagai kontraktor pada 18 April 2011 dengan nilai kontrak Rp 1.595.100.000 dengan masa kerja selama 180 hari.

Pada saat proses pengerjaan terjadi perubahan desain, akan tetapi nilai kontrak tidak berubah serta tidak ada penambahan waktu hingga batas waktu pengerjaan pengerjaan proyek SPAM tersebut belum selesai 100 persen.

Meski pekerjaan belum selesai, pada tahap II Elvis sempat mengajukan pembayaran 100 persen pada 16 Desember 2011 dengan menyerahkan jaminan pembayaran berupa jaminan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp319.020.000.

Selain itu, si kontraktor juga membuat surat pernyataan kesanggupan untuk menyelesaikan pekerjaan 100 persen, namun sampai batas waktu 30 Desember proyek tak dapat juga diselesaikan. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dalam kasus ini negara dirugikan sebesar Rp 268.348.997,05.

Sebelum bergulir ke pengadilan, kasus ini terlebih dahulu diselidiki oleh Polda Kepri kemudian diserahkan ke Kejati Kepri. Selama proses penyelidikan di kepolisian dan kejaksaan, Paulus Sule tidak dilakukan penahanan dengan alasan sakit. Setelah berkas perkaranya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, baru terdakwa dilakukan penahanan.(Sn.Dk)

Check Also

Anggota Ramil 09/DAM Bantu Padamkan Kebakaran Rumah Warga

Aceh Timur, sidaknews.com  – Warga Gampong Kedai Kecamatan Idi Cut Kabupaten Aceh Timur dikejutkan dengan Api yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *