Home » Berita Foto » Paulus Sulle Kasatker Air Minum Prov Kepri Belum Tau Berapa Kerugian Negara

Paulus Sulle Kasatker Air Minum Prov Kepri Belum Tau Berapa Kerugian Negara

Pemasangan Pipa Tampa penyangga Tiang beton
Pemasangan Pipa Tampa penyangga Tiang beton

Tanjungpinang,sidaknews.com – Terkait dengan hasil pemeriksaan Polda Kepri terhadap kasus dugaan korupsi pada pembangunan SPAM di Subang Mawang kabupaten Natuna tahun 2011 yang lalu senilai Rp.2 miliar, Paulus Sulle harus berhadapan dengan hukum, sesuai dengan pihak Polda sudah menetapkan sebagai tersangka.

Ketika dikonfirmasi oleh Sidaknews.com Kasatker Air Minum Provinsi kepri, Paulus Sulle 18/9, mengatakan, belum tau berapa nilai kerugian negara, tanyakan saja langsung sama penyidiknya. “ungkap dia.

Menurut Kuncus ketua lsm ICTI-Ngo Kepri, bahwa Informasi yang kami peroleh dari Sumber yang layak dipercaya mengatakan, saat masa pelaksanaan proyek tersebut sudah habis kontrak, pihak konsultan hanya menandatangi progess 80 persen, sementara pihak Rekanan kontraktor bersama dengan kasatker Air minum Provinsi kepulauan Riau untuk melanjutkan pekerjaan yang belum siap.

Dan Tim PHO Satker air minum Provinsi kepri pada pelaksanaan pekerjaan tersebut tidak ada yang mau menandatanganinya, dalam permasalahan ini ada dugaan indikasi yang berpotensi pada tindak pidana korupsi, artinya ada persengkolkolan antara Kasatker Air Minum dan pihak rekanan.

Kasus ini sudah pernah disuratin oleh pihak Desa Subang Mawang kepada Gubernur kepri C/q. kepala dinas Pekerjaan Umum Provinsi pada tanggal 8 Agustus 2012, Namun hal ini tidak ada Respontif dari dinas Pu kepri, sebab, anggaran ini adalah anggaran dari APBN.

Ada pun isi surat yang mereka sampaikan adalah sebagai berikut:

1. Dam atau Bak air tidak bisa dipakai karena ada kebocoran, sehingga tidak dapat digunakan, sebab, materialnya menggunakan tanak liat

2. Penyambungan pipa besi tidak efektif, sehingga terjadi kebocoran, 3). Pipa besi tidak menggunakan tinag penyangga dari beton

4. Penyambungan Pipa Paralon banyak yang bocor, dan di ikat dengan karet. 5). Pemasangan pipa tidak ditanam, sehingga banyak pipa yang melengkung. 6). Bak Penampung ada memiliki Kran pada pembuangan air kotor. 7).Pipa Paralon tidak disambung sepanjang 300 meter dari titik terkhir yang ditentukan.

kasus ini sudah selayaknya di angkat oleh pihak Polda kepri, jika perlu Polda mau bekerjasama dengan kita masih banyak lagi kasus SPAM di Kepri yang bermasalah, seperti di penyengat, kasus SPAM di Bintan senilai 7.4 miliar, kasusnya hampir sama, dan kasus ini sudah pernah kita laporkan kepada pihak Kajati Kepri.”ungkap Kuncus.(Redaksi)

 

 

Check Also

Ilustrasi. Foto: Dok

Terbukti Edarkan Narkoba, Herman Dibui Delapan Tahun

Tanjungpinang, sidaknews.com – Terbukti bersalah memiliki dan mengedarkan narkoba, terdakwa Herman alias Babe (56) dihukum …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>