Selasa , 30 Mei 2017
Home » Berita Foto » PDAM Tirta Uli Siantar Diduga “Peras Konsumen” Meteran Diputus Retribusi Tetap Bayar

PDAM Tirta Uli Siantar Diduga “Peras Konsumen” Meteran Diputus Retribusi Tetap Bayar

Keterangan Foto: Ketua Forum 13, Syamp Ms
Keterangan Foto: Ketua Forum 13, Syamp Ms.

Siantar,Sidaknews.com – Kinerja Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtauli Pematangsiantar, Badri Kalimantan.SE.MM tidak proposional, bahkan kebijakan menyengsarakan rakyat serta pembelengguan konsumen dengan mengharuskan salah seorang konsumen membayar retribusi air perbulan padahal meteran air 3bulan sebelumnya sudah di putus tanpa mengeluarkan surat pemutusan.

Malang dirasakan ‘AS’ konsumen yang merasa dirugikan bahkan belakangan ini mendapat teror dari oknum staff PDAM Tirtauli Siantar, AS sebelumnya menjelaskan bahwa Meteran diputus bulan Februari 2014 oleh Marga Siahaan dan Sihombing.

Setelah diputus bulan Februari 2014, malah konsumen harus membayar tagihan mulai bulan April – November 2014 sampai sebesar Rp. 3.000.000 langsung diterima oleh Muliadi tanpa adanya meteran konsumen, hal ini menjadi polemik akan kinerja PDAM Tirtauli Siantar yang memeras konsumen dengan delik pemutusan.

Tidak puas ‘memeras’ konsumen dengan memaksakan pembayaran yang nota bene tanpa adanya meteran malah Muliadi selaku bagian keuangan PDAM kembali meminta uang sebesar Rp. 800.000 dengan delik meringankan bantuan yang tidak tahu tujuan pastinya.

Azhar Nasution selaku Humas PDAM Tirtauli Siantar dijumpai dikantornya, Rabu (28/1) pukul 11.40Wib menjelaskan dirinya kurang mengerti akan permasalahan pemutusan yang tanpa surat pemberitahuan.

Ditempat yang sama Muliadi menjelaskan sudah mengajukan berkas kepada Dirut guna pengembalian uang sisa atas nama konsumen yang dirugikan, anehnya Muliadi terkesan tidak memiliki dilomat dalam memberikan informasi dan dirinya tidak takut untuk dipublikasikan.

Ketua Forum 13, Syamp Ms dijumpai dikantornya di bilangan Kota Pematangsiantar sangat menyayangkan kinerja PDAM Tirtauli Pematangsiantar yang terkesan arogan kepada insan pers, begitu juga adanya pemutusan tanpa pemberitahuan baik melalui sepucuk surat.

“Aneh memang para pegawai PDAM Tirtauli Siantar ini, seharusnya memberikan pelayanan prima kepada konsumen malah membuat konsumen bak diperas” kesalnya

“Logika saja lah kita berfikir mana mungkin ada pembayaran sampai Rp. 889.580 perbulan padahal meteran sudah dicabut, malah masa meteran dicabut bulan Februari 2014 sesuai pengakuan konsumen malah harus bayar bulan selanjutnya” tegasnya

“Kalaupun benar meteran air konsumen di putus bulan April 2014 terus hak dasar apa PDAM Tirtauli mengeluarkan tagihan terhitung April s/d November 2014 mencapai Rp.3.000.000” jelasnya

“Informsi yang diberikan Humas, Azhar Nasution juga tidak masuk akal adanya pembayaran rekening air kemungkinan karena adanya kebocoran kran air, seharusnya Humas bijak memberikan komentar kalaupun ada kebocoran kran apa mungkin mencapai 156M3 perbulan” tuturnya.

“Memang benar meteran sudah kembali dipasangan bulan November 2014 kita bukan menyikapi permasalahan tersebut, tetapi kesalahan administrasi yang tidak bisa diterima ini sudah kerap dilakukan oleh PDAM” tambahnya.

“Bagaimana adanya perbuatan memutuskan meteran bulan April 2014 padahal terlihat tertanggal 25 Maret 2014 tagihan dibayar oleh konsumen, apa telat sebulan pembayaran langsung meteran diputuskan, bukan kah pemutusan dilakukan apabila pembayaran 3 bulan secara berturut turut tidak dibayar”ucapnya.

“Dirut PDAM Tirtauli Siantar harus bijak dan menindak tegas staff yang bekerja tidak sesuai administrasi, apakah Badri Kalimantan belum puas mencekik leher masyarakat dengan menaikkan tarif dasar, apa harus ada pembelengguan konsumen dan terkesan diperas dengan alasan putus meteran ?” Tanyanya. (9dr)

 

Check Also

Danrem 011 Buka Latihan Posko Kodim 0104/Atim

Langsa, sidaknews.com – Komandan Korem 011/LW Kolonel Inf Agus Firman Yusmono,S.i.P, M.Si Pimpim Pembukaan Latihan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *