Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » Pegawai Malas Bukan Budaya, Tapi Kebiasaan

Pegawai Malas Bukan Budaya, Tapi Kebiasaan

PEGAWAI MALAS BUKAN BUDAYA, TAPI KEBIASAAN Tanjungpinang,Sidaknews.com - Buruknya kinerja aparatur pemerintah yang diakibatkan dari kurangnya disiplin diri dalam mengemban tugas bukanlah merupakan suatu budaya kerja, tapi habbit (kebiasaan) yang dapat ditularkan dari satu individu ke individu lainnya dalam lingkungan kerja yang tidak kondusif. Demikian disampaikan Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH saat membuka kegiatan pemantapan pembinaan aparatur pemerintah daerah di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang, Rabu (2/4) di Hotel Pelangi. Kegiatan yang digelar oleh Badan Kepegawaian Daerah Kota Tanjungpinang ini bertujuan untuk mewujudkan aparatur yang disiplin serta bertanggungjawab atas tugas pokok dan fungsinya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Lis sendiri menilai, selain pembinaan pegawai seharusnya fungsi supervisi oleh aparatur pejabat selaku atasan langsung juga wajib dijalankan secara intensif.  Hal ini lebih lanjut diungkapkan Lis, untuk menumbuhkan rasa tanggungjawab aparatur dibawahnya untuk lebih giat lagi bekerja. Lis menyadari profesi sebagai PTT atau PNS masa kini bukanlah cita-cita bagi kebanyakan orang untuk menjadi abdi negara, namun lebih kepada kebutuhan akan lapangan pekerjaan untuk memperoleh penghidupan yang layak.  Maka dari itu, Lis menekankan pada fungsi supervisi agar sekaligus dimanfaatkan untuk menumbuhkembangkan rasa tanggungjawab dan kreatifitas aparatur dalam profesinya sebagai pelayan masyarakat, karena menurut Lis menjadi aparatur pemerintah berarti siap untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Lebih lanjut dikatakan Lis, tidak sedikit aparat pemerintah yang memiliki kinerja serta kredibilitas yang baik dalam bekerja. Namun karena kurangnya system supervisi dari atasan langsung, bisa mengakibatkan menurunnya prestasi kerja aparat tersebut karena telah terpengaruh lingkungannya yang tidak kondusif.  “Fokus kerja aparatur pemerintah adalah pelayanan. Kita bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat bila dimulai dari evaluasi diri apakah kita sendiri siap untuk memberikan pelayanan atau tidak.” Tegas Lis.  Pembinaan pegawai sendiri seharusnya bukan hal yang rutin harus dilakukan, tapi yang lebih penting adalah fungsi supervisi yang intensif dari aparatur selaku atasan langsung. Dengan demikian kebiasaan-kebiasaan yang buruk tidak lagi memiliki kesempatan untuk menyebarkan virusnya kepada para aparat pemerintah yang b
 Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH saat membuka kegiatan pemantapan pembinaan aparatur pemerintah daerah di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang, Rabu (2/4) di Hotel Pelangi.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Buruknya kinerja aparatur pemerintah yang diakibatkan dari kurangnya disiplin diri dalam mengemban tugas bukanlah merupakan suatu budaya kerja, tapi habbit (kebiasaan) yang dapat ditularkan dari satu individu ke individu lainnya dalam lingkungan kerja yang tidak kondusif. Demikian disampaikan Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH saat membuka kegiatan pemantapan pembinaan aparatur pemerintah daerah di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang, Rabu (2/4) di Hotel Pelangi.

Kegiatan yang digelar oleh Badan Kepegawaian Daerah Kota Tanjungpinang ini bertujuan untuk mewujudkan aparatur yang disiplin serta bertanggungjawab atas tugas pokok dan fungsinya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Lis sendiri menilai, selain pembinaan pegawai seharusnya fungsi supervisi oleh aparatur pejabat selaku atasan langsung juga wajib dijalankan secara intensif.

Hal ini lebih lanjut diungkapkan Lis, untuk menumbuhkan rasa tanggungjawab aparatur dibawahnya untuk lebih giat lagi bekerja. Lis menyadari profesi sebagai PTT atau PNS masa kini bukanlah cita-cita bagi kebanyakan orang untuk menjadi abdi negara, namun lebih kepada kebutuhan akan lapangan pekerjaan untuk memperoleh penghidupan yang layak.

Maka dari itu, Lis menekankan pada fungsi supervisi agar sekaligus dimanfaatkan untuk menumbuhkembangkan rasa tanggungjawab dan kreatifitas aparatur dalam profesinya sebagai pelayan masyarakat, karena menurut Lis menjadi aparatur pemerintah berarti siap untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Lebih lanjut dikatakan Lis, tidak sedikit aparat pemerintah yang memiliki kinerja serta kredibilitas yang baik dalam bekerja. Namun karena kurangnya system supervisi dari atasan langsung, bisa mengakibatkan menurunnya prestasi kerja aparat tersebut karena telah terpengaruh lingkungannya yang tidak kondusif.

“Fokus kerja aparatur pemerintah adalah pelayanan. Kita bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat bila dimulai dari evaluasi diri apakah kita sendiri siap untuk memberikan pelayanan atau tidak.” Tegas Lis.

Pembinaan pegawai sendiri seharusnya bukan hal yang rutin harus dilakukan, tapi yang lebih penting adalah fungsi supervisi yang intensif dari aparatur selaku atasan langsung. Dengan demikian kebiasaan-kebiasaan yang buruk tidak lagi memiliki kesempatan untuk menyebarkan virusnya kepada para aparat pemerintah yang bisa menganggu kinerja.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari terhitung mulai tanggal 2-4 April 2014 dengan menghadirkan narasumber dari BKN. Adapun peserta kegiatan ini sebanyak 150 orang yang terdiri dari para Kepala Sekolah, Kepala Puskesmas, dan beberapa dinas terkait beserta petugas tata usahanya. (Erva/hms)

Check Also

Desa Paya Bujok Beuramoe Khitan Anak Kurang Mampu

Langsa, sidaknews.com – Sedikitnya 20 orang anak dari keluarga yang kurang mampu di desa Paya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *