Selasa , 28 Maret 2017
Home » Berita Foto » Pelajar Indonesia Raih Dua Penghargaan di Amerika Serikat

Pelajar Indonesia Raih Dua Penghargaan di Amerika Serikat

2 Pelajar
 Pelajar Indonesia Raih Dua Penghargaan di Amerika Serikat.

Jakarta – Rombongan pelajar Indonesia yang mengikuti kompetisi bagi peneliti muda pra perguruan tinggi tingkat internasional yang bernama Intel-International Science Engineering Fair (Intel-ISEF) hari ini Senin, 19/5/2014 sekitar pukul 07.00 WIB tiba di Bandara Soekarno Hatta.

Rombongan pelajar yang berlaga di tingkat internasional kompetisi peneliti muda disambut oleh Direktur Pembinaan SMA, Harris Iskandar, Kasubdit Kelembagaan Peserta Didik, Suharlan serta beberapa staf dari Kemdikbud.

Dalam kompetisi Intel-ISEF 2014 kali ini pelajar Indonesia meraih Grand Award for 3rd Place dan Special Award dengan hadiah uang sejumlah 10 ribu dollar Amerika dari US Global Development Lab. USAID lewat karya berjudul “Green Refigerant Box” yang ditulis oleh Muhtaza Aziziya Syafiq (16) dan Anjani Rahma Putri (17) pelajar dari SMA Negeri 2 Sekayu, Banyuasin, Sumatera Selatan.

Ketika di temui pada saat mendarat di bandara Soekarno-Hatta Aziziya mengatakan “Kami meneliti kulkas tanpa freon dan listrik, sebab di daerah kami listrik terbatas. Sementara potensi sayur dan buah-buahannya cukup bagus, kalau tidak disimpan didalam lemari pendingin sayang sekali. Pengganti freon kami gunakan etanhol yang mudah didapat oleh masyarakat,” papar Aziziya.

Green Refigerant Box buatan mereka mampu menurunkan suhu dari 28 derajat celcius ke suhu 5,5 derajat celcius. Penelitian mereka lakukan selama setahun di laboratorium SMA Negeri 2 Sekayu, Banyuasin, Sumatera Selatan. Mereka berharap dengan temuan ini, bisa membantu warga di Banyuasin khususnya dan masyarakat lebih luas pada umumnya.

Abu Amar, pendamping tim Indonesia di Intel-ISEF mengatakan sempat mengalami kekhawatiran pada awal penjurian. “Penilaian di awal sempat disampaikan penelitian ini ada beberapa kekurangan. Kami deg-degan saat melengkapi kekurangan tersebut, apakah dapat diterima juri atau tidak. Alhamdulillah, perbaikan yang kami lakukan bisa diterima dan bahkan mendapat spesial award dan medali perunggu” imbuhnya.

Dua penghargaan yang di raih pelajar Indonesia di Intel-ISEF ini dinilai Harris Iskandar, Direktur Pembinaan SMA, Kemdikbud sebagai sebuah perkembangan positif. Apalagi, ini adalah kali pertama Kemdikbud mengirimkan tim untuk Intel-ISEF. “Masa depan pendidikan Indonesia cerah. Untuk mereka yang berprestasi kami menyiapkan beasiswa unggulan. Mereka bisa sekolah di luar dan dalam negeri dan dibiayai oleh pemerintah. Untuk hasil karyanya kami akan bekerjasama dengan KemenKumham untuk dipatenkan katanya.

Selain itu kami juga menunggu dari pelaku industri untuk dikomersialkan. Sebab, kita tidak bisa berhenti di dunia pendidikan saja, tapi perlu dijemput oleh dunia industri untuk mass productionnya. Ini yang selama ini masih kurang,” ujar Harris Iskandar.(Sumber Kemdikbud)

Check Also

Salah satu Sertifikat praktek kerja industri.

Siswa SMKN 1 Malili Lulusan 2016 Masih Ada Yang Belum Menerima Ijazah

Lutim, sidaknews.com – Beberapa siswa SMKN 1 Malili tahun ajaran 2016 lalu, tidak menerima ijazah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>