Kamis , 23 Maret 2017
Home » Investigasi » Pelayanan RS Tanjungpinang Tidak Maksimal

Pelayanan RS Tanjungpinang Tidak Maksimal

Tanjungpinang, Sidak News.com– Pelayanan Rumah sakit Tanjungpinang dinilai tidak memadai, tidak ada uang jangan diharap di periksa atau di obati, hal ini dialami oleh Nurmani 53 tahun sebelum menghembus napas terakhirnya tanggal 20/06.

Awalnya Nurmani mengalami pendarahan, Namun dia tidak langsung berobat ke Rumah sakit Umum Tanjungpinang, dia berobat ke salah satu bidan, namun bidan tersebut memberikan obat, dalam empat hari lagi perasannya makin tidak tenang.

Sekitar jam 12 malam 19/06, korban dibawa kembali ke bidan tersebut, Namun si Bidan memberikan saran kepada Parlin adeknya korban untuk dirujuk ke Rumah sakit, tepatnya jam 12,30 dini hari korban tiba di ruangan kebidanan, korban hanya diberikan infus, dan dokter pun tidak ada, tutur Parlin.

Ketika dikompirmasi SidakNews.com keluarga korban, mengatakan, sekitar jam 9 pagi dokter memeriksa korban, dokter mengatakan kepada Parlin adek korban, bahwa penyakit yang diderita si korban adalah Kanker rahim.

Parlin mengatakan kepada dokter yang memeriksa untuk dioperasi, di dalam ruang ICU dokter minta darah, karena korban sudah kekurangan darah, keluarga mencari darah di PMI, karena keluarga korban tidak menpunyai uang saat itu, pihak PMI tidak menberikan darah tersebut, akhirnya Parlin adek korban harus kembali ke rumah untuk mengambil uang,.

Setiba di rumah sakit, akhirnya Parlin membeli darah tersebut, Nanum apa kata kehendak Allah, akhirnya daraah tersebut tidak bisa masuk lagi kedalam tubuh si korban, akhirnya korban menghembuskan napas terakhirnya sekitar jam 14 wib.

Disisi lain ketua LSM ICTI-Ngo  kuncus, mengatakan, agar bapak Dewan terhormat dapat sidak ke RSUD Tanjungpinang untuk memberikan kemudahan bagi pasien yang tidak mampu, aapalagi yang sipatnya emergency, perlu ada dokter di pada malam hari, sebab, jika hanya perawat saja yang ada tentu tidak akan dapat membatu dengan efektif.

Menurut Andi Rani, ketua perbatasan LSM Jarak, perlu perubah dalam pelayanan yang ada di Rumah sakit, sebab, nyawa tidak dibayar dengan apa pun, perlotongan harus diutamakan, berbeda dengan di luar negeri, seperti di Malaysia cukup bagus pelayanan bagi pasien, jadi berbeda dengan di kepulauan riau, ada uang baru diobatin. Tuturnya. (redaksi)

Check Also

Ilustrasi: Gelanggang Permainan (Gelper)

Di Tanjungpinang, Arena Judi Berkedok Gelper Marak Lagi

Tanjungpinang, sidaknews.com – Sempat “tiarap” beberapa tahun karena digerebek aparat kepolisian karena disinyalir tidak memiliki …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>