Minggu , 28 Mei 2017
Home » Berita Foto » Pelk Minta Pemkab Larang Angkutan Karyawan

Pelk Minta Pemkab Larang Angkutan Karyawan

Hatam Hariri, Ketua Pelk setempat, melalui jumpa persnya, Minggu (14/12), di Kantor Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) setempat.
Hatam Hariri, Ketua Pelk setempat, melalui jumpa persnya, Minggu (14/12), di Kantor Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) setempat.

KARAWANG,sidaknews.com – Paguyuban Elf Loji Karawang (Pelk) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang segera tegas melarang angkutan karyawan beroperasi di trayek Badami- Loji. Pasalnya, para pengemudi elf mengalami penurunan signifikan terhadap omset penumpang.

Demikian disampaikan Hatam Hariri, Ketua Pelk setempat, melalui jumpa persnya, Minggu (14/12), di Kantor Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) setempat.

Menjamurnya jemputan karyawan di trayek Loji-Badami, Kata dia, telah menyebabkan turunnya pendapatan para pengemudi Elf. Padahal, kata dia, selama ini elf mengandalkan penumpang yang mayoritas karyawan pabrik. “Sehingga dengan banyaknya angkutan karyawan, maka kami tidak mendapatkan penumpang lagi,” ujarnya.

Dijelaskan dia, sampai saat ini bus karyawan tersebut tidak mempunyai izin resmi dari pemkab maupun pihak terkait, yakni Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo). Sedangkan Pelk, sambungnya, nyata-nyata mempunyai ijin yang resmi.

“Oleh karenanya kami meminta pemkab melalui bupati atau wakil bupati menyetujui surat keputusan untuk melarang adanya jemputan karyawan pada trayek tersebut yang sebelumnya tercantum dalam surat rekomendasi Dishubkominfo,” ujar Hatam.

Seharusnya, lanjut Hatam, per 1 Desember 2014 bus karyawan sudah tidak boleh masuk dalam trayek. Namun pada kenyataannya, sampai saat ini masih beroperasi. “Untuk itu, kami meminta Dishubkominfo tegas dalam menegakan komitmen yang sebelumnya dikeluarkan,” katanya.

Menurut Hatam, jika surat keputusan tersebut tidak disetujui, maka pihaknya tak segan-segan akan melakukan aksi atau demonstrasi di dua titik, yakni pemkab dan jalur Badami-Loji. “Kami tidak akan mengganggu atau menghalau penguna jalan, akan tetapi kami akan memblokade angkutan karyawan agar tidak masuk dalam trayek tersebut. Yang jelas pada saat aksi nanti, kami akan menurunkan seluruh armada kami,”cetusnya.

Selain itu pihaknya meminta pemkab membenahi lalu lintas jalur Badami-Loji. “Pembenahan tersebut berupa pembatasan angkutan karyawan hanya sampai Badami saja. Kami tidak menutup rejeki mereka, akan tetapi kami meminta adanya pembatasan. Pasalnya, sampai saat ini merekalah yang menikmatinya, sedangkan kami hanya menikmati asapnya saja,”ucapnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini terdapat 71 elf yang beroprasi . “Dan saat ini semuanya tidak beroperasi karena tidak ada penumpang. Tentunya kondisi tersebut semakin menghimpit perekonomian kami,” kata Hatam.

Apa yang disampaikan dan menjadi tuntutan Pelk, bukanlah hanya isapan jempol belaka. Diakui Hatam, sebelum Pelk berkesimpulan terhadap persoalan tersebut, pihaknya telah melakukan penelusuran penyebab hilangnya penumpang yang selama ini telah menjadi langganannya. “Dan ternyata penyebabnya bus karyawan,” pungkasnya.(Karla)

 

 

 

Check Also

Basrah Serahkan Bukti Baru, BPH Penuhi Panggilan Polres Kota Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Polres Kota Padangsidimpuan kembali menerima tambahan bukti-bukti yang menguatkan pemilik Nomor HP …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *