Selasa , 30 Mei 2017
Home » Daerah » Aceh » Pembangunan Di Kecamatan Tangse Hanya Janji-Janji Palsu Dari Pemkab Kabupaten Pidie

Pembangunan Di Kecamatan Tangse Hanya Janji-Janji Palsu Dari Pemkab Kabupaten Pidie

Jembatan Blang Jrat Pidie,Aceh
Tampak Foto : Jembatan Blang Jrat Pidie, Aceh.

Warga Tangse Menunggu Janji Pejabat

Pidie, Aceh, Sidaknews.com – Pembangun Jembatan Brang Jerat di Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie, Aceh yang merupakan impian masyarakat, sampai sekarang belum kesampain mimpi tersebut, walaupun sekarang orang nomor satu di Kabupaten Pidie pernah menjanjikan kepada masyarakat blang Jerat, yang bahwa jembatan tersebut segera di bangun.

Akan tetapi sudah di penghujung masa jabatannya sampai sekarang belum juga di kerjakan jembatan tersebut, seperti yang di katakan Sarjani Abdullah masa itu beliau masih mencalonkan diri sebagai calon Bupati Pidie pada saat mengunjungi jembatan Blang Jerat Tangse pada tahun 2012 lalu sampai sekarang jembatan tersebut belum tersentuh pembangunannya.

Seperti pepatah bijak mengatakan “Tangse oh Tangse sungguh elok nama mu di mata kalangan wisatawan yang dikenal keseantero nusantara, malah mungkin keluar negeri betapa tidak pada masa lalu orang mengenal Tangse dengan beras cantik manis.”

Tetapi hari ini Tangse menangis sebab meski hanya 12 desa (gampong) yang diterjang banjir pada malam jum’at (10/3) bandang itu namun memiliki relevansi kekeluargaan yang tinggi terhadap desa lainnya dalam kecamatan tersebut antara satu gampong(desa) itu memiliki tali keluarga yang kuat.

Sebagai contoh, satu KK desa A ia memiliki persaudaraan secara kekekluargaan di desa F dan Z memiliki saudara didesa S hal inilah menurut penulis juga warga Tangse sangat terpukul dan untuk 12 desa khusunya 6 desa sangat terpuruk baik perekonomiannya juga sarana lain setelah diterjang banjir bandang.

Secara diam-diam saya memonitor sejak malam kejadian hingga hari ini, tidak sedikit pejabat menjajjikan akan di bangun jembatan, salah satunya jembatan gantung Ulegle Blang Jerat Dusun Ulegle Kecamatan Tangse.

Dan kepedulian masyarakat luas yang berdatangan ke lokasi, dari lokasi kita dapat lihat, kesibukan Bupati Pidie Sarjani Abdullah dan kadis pengairan yang masa itu masih Bapak Nazar, menjajikan kepada warga dana untuk perbaikan jembatan sebanyak 900 juta, tapi sampai sekarang belum juga di perbaiki.

Kendati hari ini tampak salah satu tokoh mantan kombatan Ampon Man, Pang Sago Kecamatan Tangse, pada saat di komfirmasi wartawan terkait jembatan tak kunjung di perbaiki, namun cemas dan waspada terhadap banjir seusulan juga ada, cuma mereka berharap pada pemerintah untuk menangani persoalan ini secepatnya, jika mungkin illegal logging dihentikan, dan kenapa banjir ini harus terjadi disini.

Bupati Pidie Sarjani Abdullah begitu kental jiwanya ingin membangun kembali Tangse yang dilanda bencana alam yaitu banjir bandang yang terjadi malam jum’at (10/3). Banjir bukan hanya menerjang rumah penduduk desa Penalom dua, Penalom Sa dan Desa Layan, juga menyapu ratusan rumah penduduk.

Dari menara Posko Utama berpusat di desa Layan Tangse, yang di dampingi kadis SDA Pidie pada saat itu Nazar ST. MM, yang sekarang menjabat sebagai kadis BMCK Pidie, juga ikut menjajanjikan pembangunan jembatan tersebut.

Tapi sampai sekarang tak kunjung diperbaiki, dampak banjir terkena 12 desa juga kerusakan infrasruktur yaitu desa Layan, Blang Dalam, Peunalom Sa, Ranto Panyang, Blang Jerat Pulo Baro, Blang Bungong Krueng Meriam, Peunalom dua, Blang Pandak, Blang Dhot Keude Tangse.

Menurut Wagub kerusakan infra struktur sangat dahsyat seperti sekolah TK, SD, SMP dan Pesantren, fasilitas kesehatan Pustu , MCK, fasilitas ibadah, rumah hancur mencapai 174 buah rusak berat 106 dan rusak ringan mencapai 339 buah, bukan hanya itu kerusakan jembatan, jaringan air bersih, saluran irigasi, menurut data yang ada lahan pertanian rusak berat capai 157 hektar.

Rrusak ringan 25,8 hektar kerusakan lahan kebun mencapai 127 hektar, pada sisi lain kita juga mendapat informasi, korban meninggal capai 12 orang.

Korban Rumadah Ali ( 60 tahun,) Badriah(44) warga penalom Sa dan Syibran (6) bocah laki-laki itu terlepas dari tangan ibunya diseret arus banjir yang cepat dan mereka bertiga ditemukan dialiran sungai Teunom Aceh Jaya, dalam kondisi meninggal. (Hasbi)

Check Also

Danrem 011 Buka Latihan Posko Kodim 0104/Atim

Langsa, sidaknews.com – Komandan Korem 011/LW Kolonel Inf Agus Firman Yusmono,S.i.P, M.Si Pimpim Pembukaan Latihan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *