Selasa , 30 Mei 2017
Home » Berita Foto » Pembangunan Gedung SMP Desa Dabit Batu Sembilan Terkesan Asal Jadi

Pembangunan Gedung SMP Desa Dabit Batu Sembilan Terkesan Asal Jadi

Tampak: Pondasi dan tiang slop gedung smp
Tampak: Pondasi dan tiang slop gedung smp 9 Dabit Kundur Barat.

KUNDUR,Sidaknews.com – Niat Pemerintah Australia untuk meningkatkan kwalitas dan mutu pendidikan anak anak Indonesia terkesan diabaikan.Sudah 2000 lebih jumlah sekolah yang dibangun oleh pemerintah Australia diseluruh tanah air baik dari Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menegah Pertama (SMP) dan yang sederajat.

Pembangunan tersebut diharapkan bisa membantu Pemerintah Indonesia mencapai target Sembilan (9) tahun wajib belajar bagi seluruh anak Indonesia pada tahun 2015 mendatang.

Pembangunan Sokolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Madrasyah dan yang sederajat,telah difokuskan diwilayah-wilayah miskin dan terpencil diseluruh tanah air, dengan harapan untuk mendongkrak dunia Pendidikan dalam hal Sembilan (9) tahun wajib belajar.

Namun disayangkan hal yang terjadi dikundur jauh panggang dari api, mengapa demikian? Pembangunan sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mendapat dana hibah dari Pemerintah Australia melalui pemerintah Indonesia terkesan dibuat asal jadi.

Papan Nama Proyek pembanguan smp 9 kundur barat.
Papan Nama Proyek pembanguan smp 9 kundur barat.

Dengan demikian Masyarakat Kundur mengharap pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berlokasi di Desa Dabit KM 9 Kecamatan Kundur Barat jangan sampai dikerjakan asal jadi.Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sedang dibangun dengan mengunakan dana hibah dari Pemerintah Australia menlalui Dinas Pendidikan Indonesia tersebut diharapkan dapat dikerjakan sebaik baiknya demi untuk kepentingan pendidikan dalam arti Sembilan (9) tahun Wajib Belajar.

Subahkrizal Wahyudi salah seorang tokoh Masyarakat pulau kundur yang dimintai pendat oleh Sidak News terkait rencana pembangunan tersebut.Menurut Yudi, sesuai dengan catatan pusat data Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, APK rata-rata nasional Indonesia tahun 2013 telah meningkat dari 88,64% di tahun 2006 menjadi 100,16%.

Melaju kenaikan signifikan tersebut secara konsisten terjadi setelah dilaksanakannya intensifikasi program pemberian subsidi untuk Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan program peningkatan akses lain diantaranya Pemberian Beasiswa Miskin (BSM), Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), Pembangunan Ruang Kelas Baru dan Ruang Belajar Lain (RKB/RBL), Pengembangan SD-SMP Satu Atap (SD-SMP Satap), layanan khusus bagi anak daerah terpencil dan anak daerah.

RAB Dan Kontruksi Bangunan smp 9 Kundur Barat.
Bagan/denah. Kontruksi Bangunan smp 9 Kundur Barat.

Selain itu akses pendidikan bagi anak yang mempunyai kendala biaya dan waktu belajar juga meningkat dengan adanya program SMP Terbuka.

Meskipun secara kuantitatif rata-rata APK nasional sudah tinggi, namun masih ada 169 kabupaten dari seluruhnya 497 kabupaten/kota yang Program yang harus melakukan Sembilan (9) tahun wajib belajarnya belum tuntas hal ini disebabkan nilai APK-nya masih dibawah 95%.

Oleh karena itu pembangunan dan pengembangan infrastruktur sekolah menengah pertama akan dilaksanakan dan di prioritaskan berdasarkan pada upaya-upaya pemerataan penyediaan akses pendidikan bagi populasi yang sangat membutuhkan.

Untuk tahun 2014. Ketersediaan dana program APBN dalam DIPA, serta mengacu pada Perjanjian Pemberian Bantuan (Grant Agreement) No. 60472 antara Pemerintah Indonesia dan Australia terkait dengan pembiayaan pembangunan infrastruktur sekolah melalui Program Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia (KPAI), Pemerintah Indonesia akan memanfaatkan dua sumber dana tersebut untuk membiayai program Pembangunan/Pengembangan Sekolah di daerah-daerah yang membutuhkan dan memenuhi syarat di seluruh Indonesia terang Yudi.

Timbul selaku Komite Pembangunan yang dijumpai Sidak News baru baru ini untuk dimintai ketertangan,menurut Timbul pembangunan tersebut dikerjakan dengan sistim swakelola,dari segala jenis pekerjaan telah dibuat sesuai dengan spek atau RAB yang ditentukan.

Masih menurut Timbul Selaku komite lapangan saya sudah melakukan tugas sesuai dengan perintah Konsultan dan tidak mengurangi aturan yang tertuang didalam spek atau RAB.

Hasil Investigasi Sidaknews.com dilapangan ternyata jauh dari apa yang diucapkan oleh Timbul. Kwalitas pembangunan sekolah tersebut cukup diragukan, baik dari Pondasi maupun matrial yang digunakan, yang cukup meragukan kwalitas Batako yang telihat sudah using dan hancur terkena tetesan Air Hujan. Yang cukup diragukan pondasi bangunan dengan tidak mengunakan batu panggul atau batu kali, pondasi hanya menggunakan batako sementara Kwalitas batako tersebut sangat diragukan.(Majid/Davit)

Check Also

Danrem 011 Buka Latihan Posko Kodim 0104/Atim

Langsa, sidaknews.com – Komandan Korem 011/LW Kolonel Inf Agus Firman Yusmono,S.i.P, M.Si Pimpim Pembukaan Latihan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *