Home » Berita Foto » Pembangunan Pelabuhan di Karawang Harus Ada Dampak Positif Untuk Masyarakat

Pembangunan Pelabuhan di Karawang Harus Ada Dampak Positif Untuk Masyarakat

Karda. Ketua PDI-P Karawang
Karda. Ketua PDI-P Karawang Juga Mantan Ketua DPRD Karawang.

KARAWANG,sidaknews.com – Menanggapi akan dibangunnya Pelabuhan Internasional di Karawang, tokoh masyarakat Karawang Karda Wiranata turut angkat bicara. Menurut Karda, jadi atau tidaknya pelabuhan Internasional itu dibangun di Karawang bukan menjadi persoalan.

Namun yang terpenting menurut dia, dengan dibangunnya pelabuhan ini apakah bisa mensejahterakan masyarakat Karawang atau justru malah sebaliknya menambah permasalahan baru di kota yang dikenal dengan lumbung padinya ini.

“Kita ambil contoh kawasan industri di Karawang yang semakin banyak justru sama sekali tidak memberikan efek positif terhadap masyarakat pribumi, malah sebaliknya masyarakat sekitar tidk bisa bekerja dan pengangguran semakin banyak.

Dan jika pelabuhan tetap jadi dibangun, pemerintah daerah khususnya harus memikirkan hal itu demi kepentingan masyarakat,” ujar Karda.

Mantan Ketua DPRD Karawang ini juga berharap jika pelabuhan tetap jadi dibangun di Karawang maka harus bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karawang yang selama ini bisa dikatakan rendah. Rakyat Karawang, kata dia, selama ini belum bisa menikmati hasil dari PAD arawang. Misal saja masih banyaknya jalan rusak, insfratruktur yang masih minim di segala bidang dan makin bertambahnya angka pengangguran.

“Perlu diingat, Karawang ini adalah penghasil migas keempat terbesar di Indonesia, tapi kenapa kok masyarakatnya tidak sejahtera. Ini perlu kita pertanyakan peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan potensi PAD tersebut kemana saja,” tanya dia heran.

Seperti diketahui, lanjut Karda, di Undang-Undang Migas sudah jelas bahwa otonomi daerah menerima sebanyak 25 persen dari bagi hasil dari penghasilan semisal migas. Jika saja Karawang ini bisa menghasilkan 42 barel perhari, jika saja per satu barel dihargai Rp 1 Juta maka menghasilkan Rp 42 Milyar per hari. Begitupun jika saja pelabuhan Internasional jadi dibangun di Karawang, menurutnya masyarakat harus bisa menikmati hasil PAD dari beroperasinya pelabuhan tersebut.

“Jika saja itu berjalan, menurut saya akan cukup mensejahterakan masyarakat Karawang, baik itu membenahi insfratruktur, pendidikan, ataupun biaya kesehatan,” tandasnya.

Ia juga berharap, masyarakat Karawang jangan hanya bisa diam menanggapi persoalan tersebut. Masyarakat, kata Karda, seharusnya berani mempertanyakan hal itu ke pemerintah daerah sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri melainkan harus ikut terlibat dalam menikmati hasil dari potensi di daerahnya tersebut.

“APBD kita saat ini cuma Rp 23,9 Trilyun. dan itu sangat miris karena sama dengan kabupaten lain yang tidak memiliki sumber daya alam seperti migas yang dimiliki oleh Karawang. saya berharap tahun 2015 nanti APBD kita bisa meningkat,” harapnya.(ega)

Check Also

Ular Phyton yang sudah diamankan warga Tangjung

Penduduk Tanjungkapur Dikejutkan Penangkapan Ular Piton Liar

Bintan, sidaknews.com – Warga setempat menemukan dan menangkap seekor ular piton besar di depan sebuah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>