Selasa , 28 Maret 2017
Home » Berita Foto » Pembangunan PLTS di Anambas Perlu diusut

Pembangunan PLTS di Anambas Perlu diusut

Pane PLTS Desa Pesisir Timur 2011
Panel PLTS Desa Pesisir Timur Kabupaten Anambas tahun 2011

Anambas,Sidaknews.com – Program pemerintah pusat dalam rangka mewujudkan Pembangunan Listrik untuk daerah tertinggal khususnya di Kabupaten Anambas adalah menjadi harapan bagi seluruh rakyat Indonesia, Namum harapan hanya tinggal harapan belaka. Siapakah yang harus bertanggungjawab atas proyek pembangunan PLTS Anambas, dan hingga kini belum ada kejelasan dari pemerintah daerah KKA.

Dengan halnya masyarakat di Desa Pesisir Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), Provensi Kepulauan Riau sebagai salah satu daerah yang menerima bantuan Pembangunan Listrik Tenaga Surya ( PLTS) berasal dari Anggaran APBN Tahun 2011 lalu. Tentunya masyarakat Desa Pesisir Timur sangat antusias dalam sejuta harapan. Namun ironisnya, mereka hanya menerima harapan dengan janji isapan jempol belaka.

Kenyataan di lapangan bahwa pengadaan PLTS dimana lokasi pembangunannya di Desa Pesisir Timur KKA belum ada kejelasannya. Proyek yang dilelang dari anggaran APBN itu pun terkesan tertutup dan diduga tidak jelas siapa yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dan pembangunannya.

Dalam penelusuran media ini terhadap pemenang proyek misterius ini mencoba untuk mendapatkan impormasi dari dinas ESDM Kabupaten Anambas. Namun pihak dinas tidak tahu menahu tentang pembangunan proyek itu.

Kondi PLTS Desa Pesisir Timur Yang Tidak Dipungsikan Sejak 2011 Lalu
Kondi PLTS Desa Pesisir Timur Yang Tidak Dipungsikan Sejak 2011 Lalu

“Kami memang tidak tahu menahu terkait pembangunan proyek PLTS yang ada di Desa Pesisir Timur. Mulai dari besar anggaran, sampai perusahan yang memenangkan tendernya,” ungkap Sekretaris Dinas ESDM KKA, Heri Fakhrizal di kantornya kepada Tim/PK, TA. 2013 Lalu .

Heri sarankan untuk menanyakan kepada pihak PLN Terempa. “Ini Proyek Pusat yang diserahkan Kepada PT.PLN. Merekalah yang memiliki kewenangan terhadap proyek pembangunan PLTS di Desa Pesisir Timur. Dan yang saya tahu itu belum dibayarkan ke kontraktornya. Jadi terkait hal ini silakan rekan-rekan media pertanyakan langsung permasalahan ini kepihak PLN,” ungkap Heri.

Bahkan Kepala PLN Terempa KKA Cabang Natuna, Wandi pernah di Panggil di Pekanbaru.Hal itu tidak disangkal Wandi yang kini menjabat kepala PLN kecamatan Siantan KKA. “Pemanggilan saya itu benar. Itu menyangkut tentang pelaksanaan teknis PLTS yang belum bisa dioperasikan,” katanya kepada Tim Media.

Namun ketika ditanya, berapa besar nilai anggaran proyek, Wanda tidak mengetahui. “Kalau masalah anggaran Proyek ini, saya benar-benar tidak tahu. Saya beserta Crew disini hanya ditugaskan mengontrol dan menjaga mesin di PLTS Desa Dusun.Untuk rekan-rekan media baiknya langsung saja ke PLN Provinsi Kepri untuk kejelasannya,” pungkas Wandi.

Miris memang, sudah 4 tahun PLTS yang dibangun belum memberikan manfaat kepada warga Desa Pesisir Timur. Kebutuhan listrik warga sekitar, pihak PLN menyediakan mesin Diesel dengan memanfaatkan jaringan listrik yang sudah tersedia dari anggaran APBD-P KKA Tahun 2011.

Dan di gedung PLTS lah dijadikan tempat lahan mengoperasikan mesin Diesel milik PLN setempat. Untuk Anggaran Pengadaan dan Pemasangan Installasi Listrik di Desa Dusun dan Pulau Berhala itu dianggarkan dengan anggaran penawaran Rp, 1.270.119.000,00 dari APBD –P KKA Tahun 2011.

Namun pada tahun yang sama pihak Dinas ESDM KKA mrngadakan lagi Pelelang lagi perumahan Mesin daesel/PLTd di Desa Tersebut.

Habil selaku RW didesa tersebut menyampaikan kepada Media ini, hingga saat ini mesin pembangkit PLTS belum dioperasikan. Dari meteran yang dulunya sudah terpasang untuk perancanaan jaringan PLTS, kini dicabut kembali.Konon kabarnya, PLN setempat tidak menerima wewenang apa-apa. Meteran warga sekarang, menggunakan system Voucher 16/6.

Habil mengatakan, ada rasa Kekecewaan terhadap Pembangkit PLTS di desa ini, sudah jatuh tertimpa tangga lagi, harapan kita dulu dimana listrik akan menyala dari PLTS namun sekarang telah belum juga bagaimana nasib PLTS.Padahal, “Meteran yang dulu gratis sudah dicopot, diganti dengan meteran Voucher, Kita harus dibayar,” ungkap dengan dana sedih kepada SidakNews.

PLTS punya siapa dan kapankah bisa dioperasikan, menjadi pertanyaan–pertanyaan yang tidak ada habisnya bagi warga Desa Dusun KKA. Ungkap Habil.

Padahal anggaran pematangan lahan pembangunan PLTS dengan nilai total HPS sebesar Rp.699.843.200,- dianggarkan APBD-P KKA Tahun 2011. Mengapa Dinas ESDM tidak tahu menahu terkait pembangunan PLTS, sementara pengadaan lahannya, Dinas ESDM adalah sebagai panitia lelang dengan no surat : 20/PENG/PMT/PLU/DESDM/10.11.

Terkait permasalahan PLTS dan pengadaan Meter di Desa Dusun KKA, Bupati Anambas, Tengku Mukhtaruddin di minta warga Dusun untuk segera mempertanyakan kepada pihak yang bertanggungjawab jika memang ada yang tidak beres dalam pelaksanaan proyek PLTS seharusnya sudah perlu diusut oleh pihak kejaksaan. tuturnya.(Rohadi)

Check Also

Salah satu Sertifikat praktek kerja industri.

Siswa SMKN 1 Malili Lulusan 2016 Masih Ada Yang Belum Menerima Ijazah

Lutim, sidaknews.com – Beberapa siswa SMKN 1 Malili tahun ajaran 2016 lalu, tidak menerima ijazah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>