Home » Berita Foto » Pemburu Harta Karun Di Bintan Disidangkan

Pemburu Harta Karun Di Bintan Disidangkan

Keterangan foto: Terdakwa Usman Idris ketika menjalani sidang di PN Tanjungpinang, Rabu (11/12) lalu. Foto : Rindu Sianipar
Keterangan Foto : Terdakwa Usman Idris Ketika Menjalani Sidang Di PN Tanjungpinang, Rabu (11/12) Lalu. (Foto : Rindu Sianipar)

Tanjungpinang, sidaknews.com – Usman Idris, seorang pemburu harta karun yang beroperasi di wilayah perairan Bintan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (10/12).

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan jaksa ini dipimpin majelis hakim Parulian Lumbantoruan. Meski ditetapkan sebagai terdakwa, Usman tidak dilakukan penahanan.

“Hal ini sesuai dengan pasal 12 dalam KUHAP,” papar Jaksa Zaldi Akri.

Dalam dakwaan jaksa, peristiwa tersebut terungkap 13 Maret 2014 lalu di perairan Bintan. Ketika itu, dengan menggunakan Kapal Motor (KM) Penyu yang dinahkodai terdakwa Usman dengan membawa 8 ABKnya berlayar ke perairan Bintan dari pelabuhan yang ada di Plantar 2 Tanjungpinang.

Dengan membawa sejumlah alat menyelam seperti kompresor dan selang, tujuan mereka untuk mengambil harta karun berupa barang antik di kapal tenggelam yang berada sekitar 30 sampai 40 meter di dasar laut.

Tiba di lokasi, Usman menyuruh beberapa ABK untuk menyelam dan mengambil barang antik dari bangkai kapal di dasar laut.

Dengan menggunakan selang yang dihubungkan dengan kompresor untuk pernapasan, mereka berhasil mengangkat ratusan barang antik berupa porselen kuno yang terdiri dari berbagai bentuk, seperti vas, piring, cangkir, mangkuk dan lainnya.

“Ada ratusan barang pecahan berupa keramik kuno berhasil diambil terdakwa dari dasar laut,” para jaksa.

Dalam dakwaan jaksa juga dinyatakan, sebelum tertangkap kapal patroli KRI Hiu 10 milik TNI AL, aksi tersebut sudah dilakukan selama empat hari.

Usman cs diamankan TNI AL karena tidak bisa menunjukkan surat izin tentang pengangkutan Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dari instansi terkait.

Dalam dakwaan jaksa, terdakwa dijerat dengan Pasal 75 UU RI Nomor 27 tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau terkecil. Sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (Rindu Sianipar)

Check Also

Kepala Kantor Imigrasi kelas II Tanjunguban Suhendra, melalui Kasi Informasi dan Sarana Komunikasi, Oddy Permana, saat menunjukkan dukumen  pekerja asing.

Imigrasi Tangkap 41 Pekerja Asing di Club Med Lagoi

Tanjungpinang, sidaknews.com -Sebanyak 41 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Club Med di Kawasan Wisata Lagoi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>