Jumat , 24 Maret 2017
Home » Berita Foto » Pemda pidie Diduga serobot Tanah Milik PT KAI di Blok Sawah

Pemda pidie Diduga serobot Tanah Milik PT KAI di Blok Sawah

Areal lahan rumah tinggal warga blok sawah yang notabene milik PT KAI(persero)yang diduga pemkab pidie telah melakukan penyrobotan lahan Foto:
Keterangan Foto: Areal lahan rumah tinggal warga blok sawah yang notabene milik PT KAI(persero) yang diduga pemkab pidie telah melakukan penyrobotan lahan.

Sigli,sidaknews.com – Terkait Areal lahan rumah tinggal warga blok sawah yang notabene milik PT KAI(persero)yang diduga pemkab pidie telah melakukan penyerobotan lahan dengan sepihak.tampa izin atau MOU dari pihak PT.KAI(persero: untuk pembangunan masjid .dikatakan pemda pidie,pembangunan masjid tersebut membutuh luas lahan 2,8 hektar.

“Bagaimana Pemkab mampu menyelesaikan masalah sengketa agraris, sedang pergantian ganti rugi kepada warga tidak serempak”.

meski sudah berlangsung rumit hingga kini persoalan tersebut tidak kunjung terselesaikan oleh pihak pemerintah daerah setempat. “Nyatanya, masih banyak persoalan sengkata tanah yang belum terselesaikan oleh Pemkab pidie ke pada PT KAI (persero) kereta api indonesia.

Informasi yang diperoleh, dari masyarakat dugaan rencana pembangunan masjid itu memakai areal milik PT KAI, sudah lama terjadi. Pantauan di lapangan . terlihat plank milik manajemen PT KAI yang mensosialisasikan tentang asset milik BUMN itu.

Khususnya pelarangan dilakukannya pembangunan pada asset PT KAI anpa seizin pihak PT KAI. Selain itu pada sisi lain terlihat patok milik Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang meregister bahwa tanah tersebut milik PT KAI.

Dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 51 PRP Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin Yang Berhak Atau Kuasanya (UU No 51 PRP 1960) menyatakan bahwa pemakaian tanah tanpa izin dari yang berhak maupun kuasanya yang sah adalah perbuatan yang dilarang, dan dapat diancam dengan hukuman pidana kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan, atau denda sebanyak-banyaknya Rp 5.000 (lima ribu Rupiah) sebagaimana diatur dalam Pasal 6 UU No 51 PRP 1960.

Kita mesti koordinasi dulu ke DPPKAD untuk mendapatkan informasinya,ujar iskandar selaku ketua kordinator warga blok sawah.
Karena disinyalir mengakibatkan terganggunya rencana pihak Pemprovsu dengan Pemprov Aceh untuk membangunan jaringan kereta api.

“Padahal, seorang sumber di lingkungan perumahan PT Kereta Api Indonesia di blok sawah belum lama ini mengatakan, pembangunan jaringan itu, sebagai solusi bagi badan jalan raya yang terus dilintasi truk ataupun bus bertonase besar. “Padahal ada rencana pembangunan lintasan kereta api dari bireun hingga ke Aceh”. jelasnya.

Sedangkan data yang ada menjelaskan, Kementerian Perhubungan Direktorat Jendral Perkeretaapian, Satker Pengembangan Perkeretaapian banda aceh dikabarkan pernah berencana membangun perlintasan rel kereta api dari sumatra utara hingga banda aceh
sosialisasi program itu sudah intens dilakukan.

Sekaligus untuk mencari masukan, untuk bahan penyusun Analisis Masalah Dampak Lingkungan (Amdal) dari mega proyek tersebut.

Tahapan pembangunan jalur kereta api itu meliputi tiga tahapan yakni pada tahap pertama terdiri dari survey dan pemetaan, studi Detail Engineering Desain (DED), penyelidikan tanah, inventarisasi kepemilikan lahan, pembebasan lahan, dan ganti rugi. Sedangkan tahap konstruksi meliputi mobilisasi tenaga kerja, mobilisasi peralatan dan material, dan konstruksi jalur rel kereta api. (TIM)

Check Also

Para Pelajar Madina terdiri dari SD, SMP dan SMA terlihat memadati sisi kiri dan sisi kanan jalan untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowi, jum'at (24/3).

Ribuan Pelajar di Madina Turun Kejalan Sambut Kedatangan Jokowi

Mandailing Natal, sidaknews.com – Ribuan Pelajar di Kabupaten Mandailing Natal, turun ke jalan sambut kedatangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>