Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » Pemilihan Pengurus Masa Bhakti 2014-2019 Di Konferensi PGRI Kota Tanjungpinang

Pemilihan Pengurus Masa Bhakti 2014-2019 Di Konferensi PGRI Kota Tanjungpinang

123
Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, Membuka Acara Sekaligus Memberikan Kata Sambutan.

Tanjungpinang, Sidaknews.com – Kepengurusan PGRI Kota Tanjungpinang masa bhakti 2009-2014 telah berakhir, sebagai gantinya untuk menentukan pengurus baru PGRI Kota Tanjungpinang menggelar konferensi PGRI untuk memilih pengurus baru masa bhakti 2014-2019, Kamis (4/12), di aula SMKN 2 Tanjungpinang.

Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH hadir untuk membuka acara dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang Drs. HZ. Dadang. AG serta Ketua PGRI Kota Tanjungpinang Imam Syafi’i dan Ketua PGRI Provinsi Kepri Drs. Ismail.

Ismail menyebutkan, guru adalah jabatan professional yang diperoleh melalui proses kedisiplinan yang pada akhirnya mengantarkan tenaga guru menjadi tenaga professional. “Profesionalisme didapat dari pengabdian yang dilakukan secara terus menerus.

123
Wako Foto Bersama Di Dampingi Dengan Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang, Drs. hz. Dadang. AG, Ketua PGRI Kota Tanjungpinang Imam Syafi’i  Dan Ketua PGRI Provinsi Kepri Drs. Ismail.

Karena, sekali jadi guru maka selamanya tetap guru.” Ujar Ismail. Ismail menegaskan, saat ini guru bukan lagi pahlawan tanpa tanda jasa, tapi guru adalah pahlawan nyata.

“Karena jabatan sebagai guru adalah jabatan yang paling mulia.”

Itulah sebabnya, Ismail melanjutkan, guru harus kuat karena mempunyai tanggungjawab yang berat dalam membangun bangsa yang mempunyai peran strategis melalui revolusi mental.

Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah mengatakan, sebagai wadah para guru PGRI harus memiliki pengurus yang mampu dan mau bekerja demi kemajuan bersama.

Dikatakannya, ada 2 hal pokok yang wajib dimiliki oleh calon pengurus nantinya, yaitu harus care dan aware terhadap permasalahan anggotanya, serta harus bisa bersinergi dengan pemerintah dalam hal menyelaraskan kebijakan.

123

“Membangun manusia itu seperti beramal, dan amal tidak bisa diukur. Demikian juga dengan guru. Tidak gampang menjadi guru karena tugasnya membentuk generasi muda kita sebagai calon penerus bangsa.” Kata Lis. (Mela/Erva)

 

Check Also

Sakitnya di Penjara Malaysia, Ini Pengakuan Salmiah TKI Asal Sumut

Tanjungpinang, sidaknews.com – Setelah lama mengadu nasib di Negara jiran Malaysia kurang lebih selama 15 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *