Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » Pemilik Gudang Besar Dilepas Polisi

Pemilik Gudang Besar Dilepas Polisi

Ilustrasi: Pedangan beras Oplosan.
Ilustrasi: Pedangan beras Oplosan.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Pemilik Gudang sembako beras yang berlokasi di KM 7 jalan DI Panjaitan Tanjungpinang kemaren Tim penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang, terpaksa melepaskan pemilik gudang dan distributor sembako jenis beras. Aseng pemilik gudang beras sempat diamankan pada saat penggrebekan oleh Satuan Bagian Operasional (Bag Ops) Polres Tanjungpinang sekitar dua minggu kemarin.

Dari hasil penyelidikan polisi, akhirnya tidak menemukan tadanya indikasi perbuatan tindak pidana yang dilakukan oleh pemilik gudang tersebut.

Penggerebekan dan penangkapan yang dilakukan oleh anggota Polres Tanjungpinang saat itu, karena adanya kecurigaan polisi terhadap upaya serta tindakan yang dilakukan oleh pemilik gudang, sekaligus pengusaha distribusi sembako saat itu, diduga telah melakukan tindak pengoplosan beras berkwalitas rendah, sebanyak 3,5 ton, sebagai beras jatah bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) KM 18 Bintan ke Toko sembako milik Aseng.

Beras Catu (Qualitas Buruk-red) tersebut kemudian dicampur dengan beras berkwalitas menengah, untuk dijual kembali ke konsumen dengan harga kwalitas menengah.

Namun hasil penyelidikan di lapangan, polisi tidak menemukan adanya indikasi tindak pidana yang dilakukan oleh pemilik gudang beras tersebut.

Kapolres Tanjungpinang AKBP.Dwita Kumu Wardana, membenarkan adanya penggrebekan dan penangkapan atas dugaan kasus pengoplosan beras oleh pemilik gudang sembako milik Aseng tersebut.

“Dari hasil penyelidikan kita, beras itu tidak dioplos, namun beras itu diambil dari jatah bagi warga binaan di Lapas KM 18, dan bukan dari beras Bulog,”kata Dwita Kumu pada sejumlah wartawan, Jum’at (3/10).

Menurut Kapolres, pada saat upaya penindakan yang dilakukannya atas dugaan kasus pengoplosan beras tersebut, pihaknya tidak mendapati adanya unsur tindak pidana yang terjadi saat itu.

“Bisa jadi penggerebekan yang kita lakukan saat itu terlalu terburu-buru, sehingga akhirnya kita tidak menemukan adanya bukti mengandung unsur tindak pidana. Hal itu juga sudah kita koordinasikan dengan pihak kejaksaan negeri (Kejari) Tanjungpinang, sehingga terpaksa kita lepaskan kembali,” ucap Kapolres

Namun ucapan Kapolres tersebut, hanya disambut senyuman saja oleh Kasi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejari Tanjungpinang, Ristianti Andriani SH. Sinyal itu menunjukan, pihaknya belum pernah mendapatkan laporan dan koordinasi yang dilakukan polisi atas penangangkapan serta pelepasan kembali sejumlah orang yang sempat diperiksa saat itu.

“Saya baru tahu itu tentang informasi adanya penggerebekan terhadap pemilik gudang beras di KM 7 tersebut,”ucap Ristianti.

Ditempat terpisah, Aseng ditemui wartawan di tempat usahanya, membantah adanya dugaan tindak pidana pengoplosan beras berkwalitas rendah dengan kwalitas menengah yang kemudian ia jual dengan kwalitas menengah.

Namun ia tidak membantah, jika beras sebanyak 3,5 ton yang diperoleh dari Lapas KM 18 tersebut, telah ia tukar dengan beras kwalitas menengah sebanyak 2 ton untuk diserahkan ke Lapas kembali.

“Beras seberat 3,5 ton tersebut, bukan dari beras Raskin yang biasa didapat di kantor kelurahan, melainkan beras kwalitas rendah dari Lapas KM 18, dan saya tukar dengan beras kwalitas menengah seberat 2 ton. Sedangkan beras kwalitas rendah tersebut, memang tidak layak untuk dikonsumsi masyarakat lagi,” kata Aseng.

Dikatakan, upaya penukaran beras tersebut juga adanya tawaran dari petugas lapas terhadap dirinya yang biasa mendapatkan beras jatah untuk warga binaan sebanyak 18 ton setiap bulannya.

“Dari jumlah tersebut, masih tersisa 3,5 ton lagi. Dan beras itulah yang saya tukar dengan kwalitas menengah seberat 2 ton,”ucap Aseng kembali.

Namun ketika ditanyakan wartawan tentang barang bukti (BB) beras kwalitas rendah seberat 3,5 ton yang telah ditukarnya tersebut. Dengan nada meyakinkan, ia meyampaikan beras tersebut masih ada tersimpan, dan rencanaya hanya layak untuk dikonsumsi bagi makanan ternak.

“Beras dari lapas tersebut memang betul-betul berkwalitas sangat jelek, sehingga tidak layak dikonsumsi, melainkan hanya untuk makanan ternak saja,”katanya. (Sn)

Check Also

Pemko Langsa Salurkan Dana Meugang Kepada 6.700 Fakir Miskin

Langsa, sidaknews.com – Menjelang bulan suci Ramadhan 1438 H, Pemerintah kota Langsa menyalurkan bantuan berupa uang untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *