Sabtu , 27 Mei 2017
Home » Berita Foto » Pemilik Penimbunan Bakau Ilegal di Kampung Bestari Masih Misteri

Pemilik Penimbunan Bakau Ilegal di Kampung Bestari Masih Misteri

-Diduga Milik Pengusaha Ternama Tanjungpinang

lokasi penimbunan
Indra (tengah), salah satu pimpinan Ormas di Kampung Bestari Kelurahan Kampung Bugis saat berada di lokasi penimbunan bakau yang diduga ilegal, Rabu (26/11). Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Pemilik proyek penimbunan bakau (mangrove) yang lokasinya berdekatan dengan lokasi PT Bintan Marina Shipyard (BMS) di Kampung Bestari Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Tanjungpinang Kota Tanjungpinang masih misteri.

Bahkan, pihak BLH maupun KP2KE Tanjungpinang serta pihak kelurahan yang melakukan penghentian aktivitas penimbunan tersebut juga mengaku hingga saat ini belum mengetahui secara pasti siapa pemiliknya.

“Sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku pemilik penimbunan ini. Padahal, hal ini penting sekali dalam tugas kita,” kata petugas dari KP2KE Tanjungpinang yang enggan namanya ini ditulis, Rabu (26/11) saat melakukan sidak ke lokasi.

Bahkan, saat sidak, beberapa pekerja yang ditemui di lokasi penimbunan juga memilih bungkam. Akan tetapi, ada salah satu pekerja yang mengaku bertugas mengawasi proyek penimbunan bersedia menemui rombongan sidak.

“Saya pengawas di sini. Saya hanya ikuti perintah saja (tanpa menyebut siapa yang memerintah dirinya-red),” ujar pria yang mengaku bernama Wandi ini.

Namun, jawaban yang dilontarkan pria berbadan tegap dan tinggi ini kepada rombongan tim sidak dinilai kurang memuaskan. Pasalnya, pria ini tidak memberitahu siapa pemilik proyek penimbunan tersebut.

“Saya hanya dapat perintah saja. Kalau dihentikan ya sudah!. Kita hanya cari makan saja disini,” ujar Wandi ketika didesak dengan siapa dirinya bekerja.

Informasi yang diperoleh media ini dari warga sekitar, lokasi penimbunan tersebut diduga milik salah satu pengusaha ternama di Tanjungpinang. Lahan tersebut, merupakan lahan pribadi.

“Mungkin karena alasan lahan pribadi, makanya pemiliknya berani lakukan penimbunan ini. Tapi, meski lahan pribadi kan, tidak bisa seenaknya melakukan penimbunan, ada prosedur yang harus dilalui misalnya izin, Amdal dll-nya,” ujar Indra, salah satu pimpinan Ormas di Kampung Bestari Kelurahan Kampung Bugis Tanjungpinang kepada media ini.

Indra juga mengutarakan, dirinya hingga saat ini tidak mengetahui siapa pemilik resmi lahan penimbunan tersebut.”Kita pun tak tahu. Kita laporkan ini ke pemerintah karena semata-mata untuk penyelamatan lingkungan,” kata pria yang juga berdomisili di Kampung Bestari Kelurahan Kampung Bugis ini.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aktivitas penimbunan bakau (mangrove) diduga ilegal yang lokasinya berdekatan dengan lokasi PT Bintan Marina Shipyard (BMS) di Kampung Bestari Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Tanjungpinang Kota Tanjungpinang dihentikan sementara, Rabu (26/11).

Penghentian dilakukan, saat tim gabungan dari Pemko Tanjungpinang seperti Badan Lingkungan Hidup (BLH) Tanjungpinang, Dinas Kelautan Perikanan Pertanian Kehutanan dan Energi (KP2KE)Tanjungpinang, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota melakukan sidak ke lokasi.(Rindu Sianipar)

Check Also

MUI Tegaskan, Larang Warga “Asmara Subuh”

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Dalam menjalan ibadah puasa masyarakat di Kota Padangsidimpuan, khususnya kalangan remaja yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *