Sabtu , 25 Maret 2017
Home » Berita Foto » Pemilik Salon Violet Dihukum Tiga Tahun

Pemilik Salon Violet Dihukum Tiga Tahun

Pemilik Salon Violet
Pemilik Salon Violet Susana alias Susan.(foto.BT)

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Pemilik Salon Violet  Susana alias Susan divonis selama tiga tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang,  (22/5).

Ketua Majelis Hakim R Aji Suryo yang ditemuis usai persidangan mengatakan, terdakwa divonis selama tiga tahun penjara. Di samping itu, terdakwa juga didenda sebesar Rp 120 juta. Bila uang denda tak sanggup dibayar, maka terdakwa menjalani hukuman tambahan selama satu bulan penjara.

“Kami hanya mengurangi hukumannya pada hukuman dendanya. Vonisnya tetap tiga tahun,” ujarnya.

pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum Rudi Sagala, terdakwa dituntut selama tiga tahun penjara dan denda sebesar Rp 120 juta atau subsider dua bulan penjara.

Untuk diketahui, Susana tak henti-hentinya menangis saat diperiksa majelis hakim. Ia hanya mempunyai seorang anak perempuan yang masih sekolah berusia 15 tahun. Jika ia dihukum penjara, anak perempuannya akan tinggal sendirian di luar.

“Saya tak punya sanak saudara di Tanjunguban,” ucapnya.

Ada satu hal lagi yang membuat Susana menangis. Ia dituduh polisi sebagai “mami.”
Kata-kata tersebut membuatnya sedih. Padahal, usaha Salon Violetnya hanya bergerak di bidang pemotongan rambut, pijit, dan spa.

Tuduhan bahwa ia membuka tempat pijit plus-plus itu tidaklah benar. Kepada tiga korban, TN (16), IN (17), dan DN (21), sudah diberitahu mengenai pekerjaan nanti sebelum terbang ke Tanjungpinang.

“Ketiganya setuju bekerja di salon saya. Saya sudah jelaskan semuanya kepada mereka,” ucapnya.

Salon Violet di Jalan Yos Sudarso yang dikelola Susana ini memang lebih sering dikunjungi anak buah kapal tangker yang berlabuh di Tanjunguban. Namun kenyataannya berbeda ketika mereka bekerja. Salah seorang karyawan yang baru direkrut minta pulang. Padahal, ia baru beberapa hari bekerja.

“Saya minta kepada mereka untuk mengganti biaya mendatangkan mereka dari Jakarta sekitar Rp 2 juta,” jelasnya.
Ketika ditanya mengenai kondom yang ditemukan polisi di salah satu tong sampah di dalam salon tersebut, Susana terlihat berkelit. Ia terbata-bata menjelaskan mengenai kondom tersebut.

Usai pemeriksaan terdakwa, sidang kemudian ditunda pekan depan dengan agenda tuntutan dari jaksa penuntut umum.
Sebelum sidang dimulai, anak Susana terlihat keluar dari ruangan Ketua Majelis Hakim R Aji Suryo dengan berlinang air mata. “Ia minta ibunya jangan dihukum. Kalau ibunya dihukum, ia tinggal sendiri tanpa sanak saudara. Ya, saya bilang tidak bisa,” ucap Hakim Aji.(Red)

Check Also

Anggota BPKP Sultra. Armadi saat melakukan pemeriksaan, ketika disambangi wartawan.

Anggota DPRD Konut Nilai Oknum BPKP Sultra Tidak Profesional Menjalankan Tugas

-Terkait Penggeledahan Rumah Mantan Bendahara Sekretariat DPRD Tanpa mekanisme Wanggudu, sidaknews.com – Dewan Perwakilan Rakyat …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>