Jumat , 24 Maret 2017
Home » Berita Foto » Pemkab Purwakarta Menjamin Wajib Belajar 12 Tahun

Pemkab Purwakarta Menjamin Wajib Belajar 12 Tahun

-Sediakan Fasilitas Pendidikan Gratis SD Hingga SMA/SMK Negeri.

Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH.
Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH.

PURWAKARTA,Sidaknews.com – Masa penerimaan siswa, baru saja usai. Di kabupaten purwakarta yang pada tahun ajaran baru ini melaunching program wajib belajar 12 tahun, terbilang sukses. Pasalnya data yang diperoleh dari dinas Pendidikan setempat memperlihatkan angka signifikan terkait siswa yang melanjutkan sekolah hingga tingkat atas (SMA sederajat – red).

Data yang dihimpun media, lulusan SMP di purwakarta yang lulus menempuh ujian nasional tahun lalu tercatat 10.238 siswa, mereka tersebar di 92 SMP Negeri dan 8 SMP swasta di 17 kecamatan yang ada di purwakarta.

Sementara pada masa penerimaan siswa baru yang lalu tercatat 8500 siswa melanjutkan ke SMA dan SMK Negeri yang ada di purwakarta, “angka 8500 siswa ini tersebar sebanyak 4219 siswa di 17 SMK Negeri dan 4281 di SMA Negeri. persentase melanjutkan ke SMA-SMK Negeri sebesar 83%” jelas Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH.

Kalaupun ada selisih antara lulusan dengan yang melanjutkan sejumlah 1738 siswa atau 27% dari kelulusan SMP, menurut Dedi berdasarkan data disdikpora, kebanyakan melanjutkan studi ke luar daerah, “sisanya melanjutkan ke sekolah dibawah kementerian agama (Aliyah-red)” tambah Dedi.

Terkecuali itu yang paling diapresiasi Dedi adalah minat lulusan SMP ini yang melanjutkan ke SMK Negeri yang baru saja didirikan pemkab. Sebanyak 1323 siswa diterima di 11 SMK Negeri baru yang tersebar di 17 kecamatan.

Menanggapi keberhasilan wajib belajar 12 tahun ini, Dedi menegaskan keberhasilan ini tiada lain dikarenakan pemkab membebaskan seluruh biaya sekolah dari mulai SD hingga SMA/SMK, dari mulai pendaftaran, Dana Sumbangan Pendidikan (DSP), biaya rutin bulanan (SPP) serta dibukanya sekolah baru ditingkat SD-SMP dalam bentuk sekolah terpadu sebanyak 87 sekolah dan sekolah terpadu SMP-SMA/SMK sebanyak 9 sekolah. Termasuk penyediaan sarana prasarana penunjang, ketersediaan guru hingga kurikulum yang lebih mendekatkan pada kearifan daerah.

Lebih jauh Dedi mengatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di kabupaten purwakarta. Beberapa terobosan yang pihaknya lakukan terkait peningkatan kualitas pendidikan ini diantaranya memasukan kurikulum budi pekerti dalam penilaian kelulusan siswa, memberikan sangsi berupa larangan menerima siswa baru terhadap sekolah-sekolah yang siswanya sering terlibat tawuran.

“ini sebagai bentuk evaluasi dan pembinaan bagi seluruh sekolah agar lebih bertanggungjawab dalam menyelenggarakan pendidikan yang baik. Termasuk ketegasan kita menertibkan pedagang berjualan di lingkungan sekolah sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan membangun peradaban sekolah dalam melahirkan generasi yang paripurna.”, pungkas Dedi. (karla@.Humas Setda Purwakarta)

 

Check Also

Kunjungan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Saut Situmorang ke Kota Tebingtinggi diterima Pj Walikota H Zulkarnain bersama Kapolres Tebingtinggi AKBP Ciceu Cahyati, Kajari Tebingtinggi Fajar Rudi Manurung dan Wakil Ketua DPRD Mhd Hazly Azhari Hasibuan.

Kunjungan KPK RI Saut Situmorang Ke Kota Tebingtinggi

Tebingtinggi, sidaknews.com – Kunjungan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Saut Situmorang ke Kota Tebingtinggi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>