Senin , 27 Maret 2017
Home » Kepri » Pemkab Rencanakan Bangun Terowongan Bawah Laut

Pemkab Rencanakan Bangun Terowongan Bawah Laut

Karimun,Sidaknews.com – Perencanaan Pembangunan terowongan bawah laut menjadi opsi utama dalam mewujudkan gagasan konektivitas wilayah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau dengan Kukup, Johor, Malaysia. Rencana itu mengemuka dalam pertemuan antara Direktur Pusat Penelitian Universitas Teknologi Malaysia (UTM) Prof Dr Eko Supriyanto dengan Bupati Karimun Nurdin Basirun di Kantor Bupati Karimun.

“Biaya yang dikeluarkan sangat besar, tetapi pembangunan terowongan bawah laut adalah pilihan terbaik jika dilihat dari sudut teknologi, ekonomi, keamanan, lingkungan, pengaruh bagi pelayaran dan pemeliharaan,” kata Eko Supriyanto.

Menurutnya, pembangunan terowongan bawah laut serta fasilitas pelabuhan atau terminal diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp30 triliun atau setara dengan RM 8 miliar. Dan diakui kalau investor dari Malaysia sudah tertarik dalam proyek yang diperkirakan memiliki panjang sekitar 17,5 kilometer.

Anggaran yang dihabiskan untuk membangun terowongan itu, tidak jauh beda dengan opsi jembatan dan tidak akan mengganggu lalulintas pelayaran internasional di Selat Malaka, karena akan dibangun dengan menggali di kedalaman 30 sampai 40 meter di dasar laut”, tuturnya.

Dalam pertemuan bilateral pertama pada 21 Januari 2014, terungkap bahwa pembangunan terowongan bawah laut memberikan efek domino karena dapat meningkatkan jalur perdagangan Indonesia dengan negara-negara Asia Tenggara. Pertemuan itu dihadiri Bupati Karimun, Bupati Pelalawan, Konjen RI di Johor, Deputi Pengkajian Kebijakan Teknologi BPPT, pakar terowongan, pakar jembatan dari UTM, juga membahas studi kelayakan pembangunan jembatan, dan terowongan dengan nama proyek Kepri-Johor-Riau-Link (KJR).

Dalam pertemuan itu disepakati bahwa proyek ini cukup layak dari aspek ekonomi dan harus didesak karena proyek ini akan meningkatkan ekspor impor, pariwisata, dan perhotelan, pendidikan, kebudayaan dan perjalanan antarnegara. Bupati Karimun Nurdin Basirun meyakini penggunaan teknologi dapat mengurangi risiko dalam upaya mewujudkan konektivitas antara Pelalawan, Karimun dengan Kukup Malaysia.

Pembangunan terowongan bawah laut bukan lagi mimpi atau sekadar angan-angan. Negara lain sudah lebih dulu membuatnya, dan pembangunan terowongan bawah laut akan berdampak bagi pembangunan Karimun kearah lebih maju di masa mendatang. “Kami akan matangkan rencana ini dengan kembali menggelar ‘workshop’ pada Mei mendatang dengan melibatkan para ahli, akademisi, dan tentunya perwakilan pemerintah Indonesia dan Malaysia,” ucap Nurdin.

Mengenai, lanjut Bupati, akan mencoba menggunakan dana APBD kabupaten, provinsi maupun APBN. Tapi kalau UTM mengatakan sudah ada investor yang bersedia membangunnya, mengapa tidak kita serahkan saja kepada investor kalau memang mampu membangunnya,” ujarnya. (JK/Ant)

Check Also

Foto: nat

Iyus Suryana Jabat Panitera PN Tanjungpinang

Tanjungpinang, sidaknews.com – Iyus Suryana SH MH resmi menjabat Panitera Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>