Senin , 27 Maret 2017
Home » Berita Foto » Penampungan TKI di Tanjungpinang Ricuh

Penampungan TKI di Tanjungpinang Ricuh

TKITanjungpinang, sidaknews.com – Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKI-B) yang dideportasi Pemerintah Malaysia sempat bersitegang dengan Satgas TKI-B di tempat penampungan di Jalan Transito, KM 7, Tanjungpinang, Sabtu (31/8) malam sekitar pukul 20.15 WIB. Pasalnya, sebanyak 605 TKI-B tertahan lebih dari 10 hari di sana. Mereka mendesak agar segera dipulangkan.

Kejadian bermula saat salah satu TKI mendapat informasi bahwa orang tuanya meninggal dunia di kampung. TKI tersebut menemui satgas dan menanyakan kapan akan dipulangkan. Namun saat berunding, TKI lainnya mendengar lalu spontan mengerumuni petugas yang saat itu hanya tiga orang dan meminta dipulangkan semua.

Para TKI berteriak-teriak meminta cepat dipulangkan. Salah satu TKI sempat menggebrak meja. Melihat situasi memanas, petugas menghubungi pimpinannya dan memberitahukan pihak kepolisian.

Tak berapa lama, sejumlah satpol PP Tanjungpinang dan petugas kepolisian datang ke lokasi. Kondisi di penampungan sedikit mereda, sebagian TKI membubarkan diri namun tetap duduk bergerombol. Sementara itu Kapolres Tanjungpinang AKBP Patar Gunawan dan Wakapolres Tanjungpinang Kompol Nursantiko juga turun ke lokasi malam itu.

Penyebab keributan di penampungan, menurut pengakuan beberapa TKI kepada Haluan Kepri, bukanlah hanya karena alasan di atas tetapi kecemburuan terhadap TKI yang dengan mudah keluar dari penampungan.

“Kami melihat dengan mata kepala kami sendiri, setiap hari ada saja TKI yang keluar dengan alasan telah dijamin saudaranya. Jadi, ini bukan karena hal sepele itu saja, namun karena adanya TKI yang bisa keluar sehingga yang lain merasa iri,” ungkapnya yang tak ingin identitasnya ditulis.

Sementara seorang petugas jaga yang meminta namanya tidak disebutkan menjelaskan, semula keadaan tenang. Namun ketika ada TKI datang dan meminta agar cepat dipulangkan karena orang tuanya meninggal di kampung, membuat TK lainnya iri dan suasana menjadi panas.

Sementara itu Soni, salah satu petugas Satuan Kerja (Satker) Pemulangan TKI-B di lokasi mengatakan, sejumlah TKI telah berada di penampungan lebih dari sepuluh hari, ada juga yang baru datang Jumat (30/8) lalu.

Ia mengatakan, TKI laki-laki yang dideportasi dari Malaysia berjumlah 605 orang. Sementara TKI perempuan 145 orang dan ditempatkan di Shelter TKI-B di Senggarang. Kedatangan seluruh TKI melalui tiga trip dalam dua minggu ini. “Seharusnya mereka dipulangkan dengan kapal Sabtu (31/8) kemarin. Namun karena kapal tengah diperbaiki, pemulangan diundur hingga Selasa (10/9) mendatang,” jelasnya.

“Petugas sebenarnya telah menerangkan bahwa kapal Pelni yang biasa mengangkut mereka ke Jakarta tengah dalam perbaikan dan masuk dok. Namun karena banyak TKI yang lama tertahan di sini, mereka protes dan merasa tidak tahan,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Satpol PP Kota Tanjungpinang Surjadi saat dimintai keterangan mengatakan, masalah keluar masuknya TKI bukanlah kewenangan Satpol PP. Pihaknya hanya diperbantukan di satgas TKI tersebut untuk mejaga keamanan dan ketertiban di penampungan.

“Jadi, kalau terkait banyaknya TKI keluar, itu bukan kewenangan pada satpol namun ada pada satgas TKI. Jadi dalam hal ini tidak ada sangkut pautnya dengan satpol. Kalau pun ada TKI yang keluar mungkin sudah sesuai persyaratan dan ketentuan yang diterapkan satgas TKI,” ujarnya singkat.

Sementara Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tanjungpinang Dimyath saat dihubungi Haluan Kepri melalui telepon tidak menjawab. Begitu juga sms yang dilayangkan tidak ada tanggapan.

Pantauan Haluan Kepri pada Minggu (1/9) sekitar pukul 14.30 WIB Haluan Kepri di lokasi penampungan, terlihat sebuah mobil dinas dengan plat merah diduga membawa sejumlah TKI keluar dari penampungan. Sumber: Haluan Kepri

Check Also

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin menyerahkan trophy dan bantuan pembinaan kepada Joki dan kuda pemenang

Kualitas Pacuan Kuda Tradisional Gayo akan Terus Ditingkatkan

Takengon, sidaknews.com – Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan kualitas pacuan kuda tradisional Gayo akan terus …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>