Senin , 27 Maret 2017
Home » Berita Foto » Penanganan kasus Ijazah Palsu dipertayakan

Penanganan kasus Ijazah Palsu dipertayakan

Kuncus Ketum LSM ICTI-Ngo Kepri menunjukkan surat dari Rektor Andalas Padang. dok.Sidaknews.com
Kuncus Ketum LSM ICTI-Ngo Kepri menunjukkan surat dari Rektor Andalas Padang Sumatera Barat. dok.Sidaknews.com

Bintan,Sidaknews.com – Jika penyidik Polres Bintan tak becus tangani kasus Ijazah palsu Terkait dengan ada surat laporan yang disampaikan oleh Lembaga swadaya masyarakat LSM ICTI-Ngo kepri tanggal 08 Nopember 2013 dengan Nomor : 113/LSM-ICTI/Tpi-III/13 kepada pihak Polres Bintan tentang kasus Ijazah palsu yang dimiliki oleh Lili Anggriani Kepala sekolah Menengah Tehnologi Perikanan (SMK Perikanan dan Kelautan) di kabupaten Bintan tampaknya “Diduga” Penyidik mempermaikannya. 

Ada pun laporan yang disampaikan kepada pihak Penyidik Polres Bintan terkait dengan tentang kasus “Dugaan Ijazah Palsu” SI Jurusan SOSIOLOGI Nomor: 47682/0122/J.02/SI/2009 dan No.Bp:05682011 atas nama “LILI ANGGRIANI” yang Nota benenya dipergunakan untuk menduduki suatu Jabatan Kepala sekolah di Yayasan Sekolah Menengah Tehnologi Perikanan (SMK Perikanan dan Kelautan) di kabupaten Bintan.

Sementara materi yang kita sampaikan dalam laporan kita sesuai dengan surat yang kita terima dari Universitas Andalas Padang sumatera Barat yang menyatakan: Bahwa Ijazah SI yang dimiliki dan digunakan oleh Saudara Lili Anggriani adalah patut diduga palsu, sebab, berdasarkan surat yang diterima oleh LSM ICTI-Ngo Kepulauan Riau dari Universitas Andalas Sumatera Barat yang menyatakan bahwa saudara Lili Anggriani tidak pernah kuliah di Universitas tersebut.

Setelah menyurati pihak Rektor Universitas Andalas pada tanggal 17 Oktober 2013 dengan nomor surat: 112/LSM-ICTI/Tpi-III/13, yang intinya, pihak Lsm ICTI-Ngo Kepulauan Riau meminta kepada pihak Universitas Andalas sejauh mana keabsahan ijazah tersebut.

Dari hasil surat yang kami layangkan kepada pihak Universitas Andalas sudah memberikan pemberitahuan kepada pihak Lembaga Swadaya Masyarakat Investigation Coruuption Transparan Independen kepuluan Riau, dengan nomor Surat:10835/UN.H16.20/PP/2013. Intinya tertuang dalam surat ini yang di tanda tangani oleh Rektor Universitas Andalas Padang Sumatera Barat.

Setelah melakukan pengecekan kebenaran data terhadap kasus diatas, menurut Rektor Universitas Andalas dapat kami tarik kesimpulan sebagai berikut:

1.Sdr.Lili Anggriani tidak pernah terdaftar sebagai Mahasiswa Unuversitas Andalas
2.Kode nomor Ijazah tidak benar
3.No.Buku pokok (BP) tidak benar
4.Pada tanggal 17 Oktober 2009 Universitas Andalas tidak melaksanakan Wisuda
5.Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang tertera pada Ijazah tersebut tidak benar.
6.Rektor Universitas Andalas yang tercantum pada Ijazah tersebut tidak benar.

Sehubungan dengan keberadaan Ijazah tersebut, bahwa Universitas Andalas tidak pernah mengeluarkan atau memberikan kepada yang bersangkutan, dapat dinyatakan bahwa ijazah tersebut adalah PALSU.

Demikianlah surat pemberitahuan ini disampaikan untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya, atas perhatian diucapkan terimakasih. Tertanda Rektor Universitas Andalas Padang Sumatera Barat Dr.H.Werry Darta Taifur,SE.MA.Nip.190611291986031003.“surat ditandatangani pada tanggal 22 Oktober 2013.

Adapun hal ini yang perlu kami sampaikan adalah sebagai berikut:
1.Sesuai dengan Ijazah (SI) yang dimiliki oleh saudari Lili Anggriani perlu dipertayakan, sebab, beliau mengatakan di Media lokal, bahwa Ijazah terrsebut dibeli.
2.Jika beliau dengan dasar membeli, maka ada Orang lain yang terlibat dalam hal ini.
3.Adanya kejanggalan terhadap penggunaan Ijazah SI jurusan pada program Study SOSIOLOGI Nomor: 47682/0122/J.02/SI/2009 dan No.Bp:05682011.Perlu ditindaklanjuti dengan cermat dan professional.
4.Dan mengenai pernyataan yang disampaikan oleh Kadis Pendidikan Bintan beberapa waktu yang lalu di Media lokal perlu ditelusuri, dan mungkin ada anggaran Negara dan lainnya yang sudah disalurkan kepada sekolah tersebut.

DasarHukum:
1.Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2005 nomor 157, tambahan lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4586.

2.Pasal 69 ayat [1] UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Khusus untuk ijazah, di luar KUHP sudah ada pengaturannya tersendiri, yang mengatur bahwa “Setiap orang yang menggunakan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, dan/atau vokasi yang terbukti palsu dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratusjuta rupiah).

3.(dalam KUHP) dengan ancaman pidana penjara 6 (enam) tahun. Untuk penggunaan ijazah palsu, pemohon dapat dikenakan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
Menurut Kuncus Ketua Umum LSM ICTI-Ngo  Kepulauan Riau, pernah jumpa dengan Eduward Mandala suami dari Lili Anggriani dan seorang yang bernama “Andi” yang mengaku dari kepolisian.

Intinya kasus ini dicabut, sebab menurutnya saat itu, bahwa kasus ini sudah ada yang mengurus petinggi Polisi, dan ketika ditanya siapa petinggi yang mereka lobby tidak mau menyebutkan namanya, Eduward mandala juga mengakuinya, bahwa Ijazah tersebut palsu.

Dan saya juga mengatakan kepada mereka, sampai kapan pun kasus saya tidak bisa mencabut laporan polisi, “Inikan kasus pemalsuan Dukumen Negara” dan kasus kasus apa pun yang sudah masuk keranah hukum, kita tidak mencabut laporan, akhir dari pertemuan tersebut, saya mengatakan silakan urus, saya tidak mau campur tangan. Ungkap Kuncus.

Impormasi yang beredar, ada dugaan kasus ini dipetieskan oleh pihak Polres Bintan, “Ada rumor yang beredar di lingkungan sekolah, bahwa masalah kasus Ijazah ini yang bersangkutan sudah tak pusing lagi, ada apa ini, “apakah kasus ini bisa dimainkan atau sudah ada loby-loby dari pihak yang bersangkutan kepada pihak Penyidik?. “Aneh bi ajaib.

Tambah Kuncus, Kita sudah beberapa kali menanyakan perkembangan kasus ijazah ini kepada Penyidik Polres Bintan, namun saja banyak alasan yang tidak jelas, sehingga membigungkan kita sebagai pelapor, kami juga minta sama kapolres Bintan agar segera bertindak terhadap kasus pemalsuan ijazah yang dimiliki oleh Lili Anggriani, seperti pada pesan singkat yang kami sampaikan kepada kapolres Bintan kamis 30/01 dan Kapolres menjawab, “Saya cek dulu”.

Dan Impormasi ini juga sudah kami sampaikan kepada Kapolda Kepulauan Riau selalui pesan singkat pada rabu 29/01.” Jika tidak keseriusan pihak penyedik Polres Bintan untuk menangani kasus ini, Kasus ini akan saya laporkan kepada Kapolri dalam waktu dekat ini, kita tidak main-main. ungkapnya.(Tim Redaksi)

 

Check Also

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin menyerahkan trophy dan bantuan pembinaan kepada Joki dan kuda pemenang

Kualitas Pacuan Kuda Tradisional Gayo akan Terus Ditingkatkan

Takengon, sidaknews.com – Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan kualitas pacuan kuda tradisional Gayo akan terus …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>