Minggu , 26 Maret 2017
Home » Berita Foto » Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas

Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas

Lis Darmansyah
Lis Darmansyah. Walikota Tanjungpinang

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLP-BK) merupakan pernghargaan kepada Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kota Piring Madani Kelurahan Melayu Kota Piring atas prestasi kerja BKM dalam pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan khususnya di Kelurahan Melayu Kota Piring.

PLP-BK merupakan salah satu intervensi PNPM Mandiri Perkotaan ditahap akhir transformasi menuju masyarakat madani yang difokuskan pada kegiatan penanganan kawasan permukiman padat, kumuh dan miskin (Pakumis).

Dari seluruh PLP-BK se-Kepri, hanya BKM Madani yang terpilih untuk melakukan penataan kawasan prioritas PLP-BK di Kelurahan Melayu Kota Piring khususnya di Kampung Melayu Gang Sempati.

BKM Kota Piring Madani sendiri sudah terbentuk sejak tahun 2008 dimana terdapat 8 RW 37 RT dengan luas wilayah 1.200 Ha dan berpenduduk sekitar 19.069 jiwa. Secara geografis RW tersebut berada di wilayah pesisir dengan mata pencaharian sebagai buruh dengan dominasi tingkat pendidikan tamatan SD dan SLTA.

Melalui program PLP-BK, melalui tahapan perencanaan dan pembangunan fisik yang dilaksanakan oleh masyarakat dengan didampingi oleh BKM, kini citra Kampung Melayu Gang Sempati yang tadinya kumuh menjadi bersih, indah, aman dan nyaman sehingga bisa menjadi salah satu modal dasar dalam pengembangan ekowisata di Kelurahan Melayu Kota Piring bahkan Kota Tanjungpinang mengingat posisinya yang strategis dan memiliki nilai historis.

PLP-BK Kelurahan Melayu Kota Piring sendiri memiliki visi mewujudkan Kelurahan Melayu Kota Piring yang bersih, asri dan berbudaya. Program prioritas untuk mewujudkan visi tersebut yaitu penataan permukiman kumuh, pengelolaan sampah, dan pengendalian banjir.

“Sedangkan realisasi penataan kawasan permukiman di Kampung Melayu telah meliputi pembangunan pintu gerbang, peningkatan jalan, penataan dinding tembok, pembangunan pagar pelantar, pembangunan tangga pelantar, penataan sumur, pengadaan penerangan jalan, serta rehab rumah.

Sejalan dengan program tersebut, Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH saat menerima kunjungan rombongan BKM yang memaparkan hasil program PLP-BK, Kamis (20/1), di ruang rapat kantor walikota Tanjungpinang mengatakan mewujudkan Kelurahan Melayu Kota Piring yang asri bukan berarti tidak memperhatikan aspek ramah lingkungannya.

“Asri belum tentu ramah lingkungan. Oleh sebab itu PNPM harus berkoordinasi secara sinergis juga dengan dinas terkait dalam pelaksanaan dilapangan untuk mewujudkan wilayah permukiman yang layak huni.” Ungkap Lis.

Saat ini pemerintah daerah sedang fokus pada penataan kawasan pesisir sebagi ujung tombak rekonstruksi wilayah kumuh menjadi daerah yang layak huni.

Target utama pembangunan ini, lebih lanjut dikatakan Lis, adalah wilayah Teluk Keriting, Pulau penyengat, Kampung Bugis, serta Kampung Melayu Senggarang.

“Seperti yang telah dikatakan Menpera kemarin, Kota Tanjungpinang mendapat jatah 388 unit rumah yang akan menerima RTLH.

Sementara itu, untuk sisanya Pak Menteri telah memberikan kesempatan agar Pemko Tanjungpinang segera mengusulkan program tersebut dan akan diupayakan alokasi dana dari pusat khusus untuk Kota Tanjungpinang.” Ujar Lis. (Red/Hms).

Check Also

Presiden RI, Ir. Joko Widodo saat memberikan pidato dalam penutupan Silatnas di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, sabtu (25/3).

Presiden Tutup Silatnas di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru

Mandailing Natal, sidaknews.com – Usai melakukan peresmian pembangunan asrama haji Mandailing Natal (Madina). Presiden RI, Ir …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>