Home » Berita Foto » Penderita DBD di Karimun Meningkat

Penderita DBD di Karimun Meningkat

Seorang penderita DBD dirawat. Foto: Ist
Seorang penderita DBD dirawat. Foto: Ist

Karimun, sidaknews.com – Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karimun makin meningkat. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun mencatat, kurun waktu selama sebulan atau sampai akhir Januari kemarin tercatat positif 40 kasus yang tersebar di beberapa Kecamatan se-Kabupaten Karimun.

Angka tersebut justru terjadi peningkatan sebanyak 500 persen lebih tinggi dibanding Januari tahun 2014 yang hanya tercatat sebanyak 9 kasus. Namun atas hal ini Dinkes Karimun masih belum melakukan peningkatan status Kejadian Luar Biasa (KLB) sebagaimana yang pernah dilakukan tahun lalu dan telah dicabut per 31 Desember 2014.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun, Dra Hj Sensissiana M.Si mengatakan, dari 40 kasus yang tercatat sepanjang Januari tahun 2015, wilayah terbanyak masih sama seperti kasus tahun 2014 lalu yakni di dominasi oleh Kecamatan Karimun dengan angka 13 kasus, kemudian Kecamatan Meral 12 kasus, Kecamatan Tebing 5 kasus, Kecamatan Kundur 1 kasus dan Kecamatan Moro 9 kasus.

“Untuk status KLB itu nanti ya!, nanti akan kami bandingkan dengan kasus Januari 2014, apakah tahun ini angkanya tinggi atau tidak. Kalau memang bulan ini lebih tinggi, nanti kita tetapkan KLB atau biasa saja, lihat nanti lah,” ucap Sensis.

Sementara itu, Direktur RSUD Karimun, Agung Martyarto mengatakan, per Januari 2015 ini telah ada sembilan pasien penderita DBD yang ditangani dan dirawat di RSUD Karimun.

“Kami akan terus berusaha untuk menyembuhkan si pasien yang terkena DBD. Yang pasti back-up dari RSUD konsentrasi kepada teknis pelayanan. Kami harus menyembuhkan, jangan sampai gred DBD meningkat,” katanya.

Sebagai pembanding, kasus DBD se-Kabupaten Karimun sampai akhir tahun 2014 menembus angka 390 penderita, namun selama periode Desember kemarin jumlah penderita tidak lagi sebanyak beberapa bulan sebelumnya, sehingga status KLB yang telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan dicabut pada 31 Desember lalu.

Data dari Dinkes Kabupaten Karimun menyebutkan, dari per tahun 2014 kemarin jumlah kasus terbanyak terjadi pada bulan September, sedangkan rincian per bulannya antara lain Januari 9 kasus, Februari 6 kasus, Maret 3 kasus, April 6 kasus, Mei 16 kasus.

Juni 34 kasus, Juli 58 kasus, Agustus 59 kasus, September 117 kasus, Oktober 45 kasus, November 19 kasus dan Desember 18 kasus. Sehingga total tercatat ada 390 kasus DBD sepanjang tahun lalu.

Sementara rincian kasus yang terjadi di setiap Kecamatan se Kabupaten Karimun pada tahun lalu, Kecamatan Karimun merupakan wilayah penderita DBD terbanyak.

Rincian kasus setiap kecamatan antara lain adalah Kecamatan Karimun 149 kasus, Kecamatan Meral 96 kasus, Kecamatan Meral Barat 21 kasus, Kecamatan Tebing 82 kasus, Kecamatan Kundur 29 kasus, Kecamatan Moro 6 kasus, Kecamatan Kundur Barat 3 kasus, Kecamatan Kundur Utara 2 kasus dan Kecamatan Durai 2 kasus.

Meski instansi terkait telah melakukan berbagai upaya, namun penanggulangan kasus DBD di Karimun dinilai belum maksimal, hal ini karena penderita DBD masih terus meningkat.

“Apa yang dilakukan instansi terkait selama ini terkesan lamban seperti tidak ada perencanaan yang terkoordinir. Saya sangat pesimis dengan apa yang sudah dilakukan oleh Kadiskes untuk memperkecil wabah ini.

Sebab, pembasmian jentik-jentik nyamuk maupun fogging di setiap desa dan kelurahan yang ada di Karimun ini sangat jarang sekali dilakukan. Dan itu pasti setiap tahun ada saja penderita yang terkena DBD,” terang Agus, salah seorang warga Tebing.

Demam berdarah adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis.

Terdapat empat jenis virus dengue, masing-masing dapat menyebabkan demam berdarah, baik ringan maupun fatal Ciri-ciri Klinis Demam berdarah umumnya ditandai oleh demam tinggi mendadak, sakit kepala hebat, rasa sakit di belakang mata, otot dan sendi, hilangnya napsu makan, mual-mual dan ruam.

Gejala pada anak-anak dapat berupa demam ringan yang disertai ruam. Demam berdarah yang lebih parah ditandai dengan demam tinggi yang bisa mencapai suhu 40-41C selama dua sampai tujuh hari, wajah kemerahan, dan gelaja lainnya. (Udo/An)

 

Check Also

Wabup Sergai Darma Wijaya melantik dan mengukuhkan sebanyak 149 Pejabat Administrator Eselon III di lingkungan Pemkab Sergai bertempat di Aula Sultan Serdang kompleks Kantor Bupati di Sei Rampah, Kamis (19/1).

Wabup Sergai Kukuhkan dan Lantik 149 Pejabat Administrator

*Darma Wijaya: Laksanakan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan dengan penuh tanggung jawab Sergai, sidaknews.com …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>