Rabu , 29 Maret 2017
Home » Berita Foto » Pendidikan Budi Pekerti

Pendidikan Budi Pekerti

Oleh : Andama Syk

Amanda
Andama Syk. 

-Sekolah merupakan wadah penyelenggara Pendidikan dan berfungsi sebagai tempat Pendidikan, membimbing, melatih dan mengembangkan kemampuan siswa dalam mencapai tujuan membentuk manusia berbudi luhur.

Pendidikan budi pekerti yang diberikan para Pendidikan formal mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD ) sampai keperguruan Tinggi(PT) harus merupakan pembiasaan untuk hidup berprilaku sopan santun,bertata kerama baik dalam perkataan sehari hari maupun perbuatan berdisiplin dan dibekali rasa hormat yang tinggi,juga mencerminkan berbudi pekerti yang luhur dan beradab.

Pendidikan budi pekerti di Indonesia sekarang ini boleh dikatakan hampir musnah tergilas dengan budaya barat. Hal ini tiada lain dampak dari majunya teknologi terutama melalui tanyangan media televisi,vidio dan sebagainya.

Selain itu juga tidak menutup mata hampir setiap hari masyarakat Indonesia membaca dan menyimak acara siaran televisi dengan ditayangkanya kasus yang negative ini cepat sekali ditiru oleh pemuda seperti kasus kriminal, kejahatan, pembunuhan, pergaulan bebas dan minuman keras yang dilarang agama yang dapat mengakibatkan dan meresahkan ketertiban keamanan masyarakat.

Untuk menghindari hal tersebut ,tugas sebagai orang tua dalam pendidikan informal harus ketat terhadap anaknya,jangan dibiarkan nongkrong di depan Tivi yang sekiranya akan merusak moralitas anak,dan tugas sebagai guru jangan bosan bosan setiap kegiatan belajar bersama dengan murid menyajikan mata pelajaran apa saja yang dipadukan dengan pendidikan Budi pekerti atau agama.

Banyak dikalangan masyarakat menilai bahwa Bangsa Indonesia masih kini seperti dalam keadaan sakit ”karena terpengaruh dengan pendidikan non formal dengan tayangan kejadian yang negative,yakni perbuatan yang tidak sesuai dengan prilaku Bangsa Indonesia”.

Sebenarnya masyarakat Indonesia yang pernah memiliki julukan berbudi luhur kinI terkotori seperti terjadinya KKN,pejarahan,pembakaran,kekerasan,pembunuhan,pelanggaran hukum pemerkosaan,meningkatnya pecandu narkoba,dan sebagainya.

Hal seperti ini bukan rahasia lagi malahan telah menyebar ketingkat pedesan,apalagi kehidupan di kota besar anggapanya sudah tidak asing lagi.

Pribahasa mengatakan kehidupan masa kini dalam bahasa latin bukan ”Homo Homini Sosius”.Manusia itu kawan bagi manusia tetapi Homo Homini Lupus,manusia itu srigala bagi manusia”. Jadi upaya manusia itu mirip tingkatanya seperti hewan,tidak bermoral,beradab,tetapi biadab sudah luar biasa kehidupanya.

Mengapa hal tersebut itu terjadi pada Bangsa Indonesia sekarang ini.Yang katanya Negara Indonesia terkenal ke Mancanegara dengan Masyarakatnya yang ramah dan berbudi pekerti luhur,subur,makmur,toleran dan penuh persaudaraan ? ?.

Akan tetapi sebaliknya Bangsa Indonesia memperlihatkan kebobrokanya perilaku atau ahlak moralitasnya merosot,Sehingga boleh dikatakan Bangsa Indonesia sedang mengalami gangguan mental.

Berbudi luhur atau yang mulia itu sangat penting dibutuhkan oleh masyarakat bagi perkembangan peradapan dan kebudayaan suatu Bangsa,disamping juga dibutuhkan kecerdasan berpikir dan kemampuan intelektual. Upaya untuk meningkatkan kecerdasan berpikir membangun mental.Budi pekerti dan akhlak mulia itu tugas pendidik harus diberikan di dalam pendidikan informal,formal maupun non formal. Untuk menerangi pendidikan nonformal yang bisa mempengaruhi moral Bangsa Indonesia yang tidak layak dengan hukum yang berlaku.

Melihat keadaan yang terjadi dalam masyarakat sekarang ini dan menghadapi kecenderungan di masa depan, Pemerintah Indonesia telah berketetapan bahwa,”Pendidikan budi pekerti perlu dilanjutkan kemmbali di sekolah dengan maksud antara lain untuk membangun generasi masa depan agar selalu cerdas,berahlak dan berbudi luhur. Watak yang tidak bermoral perlu dicegah kehadiranya dalam tata pergaulan.

Untuk generasi watak yang tidak bermoral perlu dicegah kehadiranya dalam pergaulan. Sejak dini sangat diperlukan memupuk sumber daya manusia yang berbudi luhur baik melalui pendidikan sejak dari kecil dilingkungan pendidikan,juga keluarga orang tua harus. Membiasakan mendidik anaknya dengan bahasa sopan dan bertata krama yang santun dan juga jangan lupa anak bekali dengan pendidikan agama,karena pendidikan agama adalah sebagai benteng untuk mencegah kemungkaran,kesrakahan,dan lain sebagainya.

Begitu juga pendidikan budi pekerti harus disajikan dan bukan hanya dalam teori saja tetapi seorang guru harus mampu memberikan. Contoh prilaku.Yang baik terhadap anak Didiknya. Juga dalam lngkunganya. Semua ini agar ditauladani murid. Ingat semboyan bagi guru jangan dilupakan karena itu warisan dari ”KIHAJAR DEWANTARA ,” dalam azaz kepemimpinan yang berbunyi,”Him ngar se sung tuludo hing Madia mangun karse tut wuri handayani,”Semua pendidikan harus memahami dan mengamalkanya.(*)

Penulis :Adalah Wartawan Koran Buruh,berdomisili di Tanjungpandan

Check Also

Kader Kammi tanjungpinang sedang berlatih teknik persidangan.

Tingkatkan Militansi Kader, KAMMI Tanjungpinang Gelar Teknik Sidang Jilid II

Tanjungpinang, sidaknews.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Tanjungpinang kembali mengadakan kegiatan Teknik …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>