Home » Berita Foto » Pengacara Kondang Egi Sudjana SH Mengatakan, Hakim Segera Hentikan Perkara Faly Sementara

Pengacara Kondang Egi Sudjana SH Mengatakan, Hakim Segera Hentikan Perkara Faly Sementara

Pengacara Kondang Egi Sudjana SH Mengatakan, Hakim Segera Hentikan Perkara Faly
Pengacara Egi Sudjana SH mengatakan, Hakim sudah selayaknya menghentikan Perkara Faly Kartini.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Pengacara Kondang Egi Sudjana SH juga penasehat hukum (PH) Faly Kartini mengatakan, untuk sementara waktu Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang harus menghentikan perkara Faly Kartini, mengingat kondisi yang dialami oleh terdakwa hingga benar-benar sembuh.

Faly Kartini tersandung pada dugaan kasus korupsi perbankan yang saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) Dr Midiyanto Suratini Tanjungpinang, akibat penyakit depresi akut termasuk penyakit lainya sejak bulan lalu.Ungkap Egi Sudjana,Selasa (21/10).

Setidaknya sudah lima kali penundaan sidang, apapun alasannya, akan berdampak pada proses sidang selama ini.

“Berlarut-larutnya sidang perkara ini, dan ditambah lagi atas ketidak mampuan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menghadirkan terdakwa Faly selama beberapa kali persidangan, akibat sakit yang dialami oleh terdakwa, maka demi rasa kemanusiaan.

Dalam hal ini sudah selayaknya majelis hakim bisa mengambil sikap dan mengeluarkan penetapan, agar bisa menghentikan sidang perkara ini untuk sementara waktu, hingga kondisi terdakwa benar-benar sembuh,” ungkap Egi Sudjana SH, penasehat hukum (PH) terdakwa Faly Kartini.Ungkapnya.

Menurut pengacara Kondang dan sudah cukup terkenal secara nasional ini, pihaknya telah berusaha mengajukan surat penangguhan tananan atas penyakit Faly Kartini yang ia nilai tidak sama dengan penyakit biasa, karena menyangkut kejiwaan seseorang. Kondisi tersebut juga didasari rekomendasi dari tim dokter yang menangani terdakwa saat ini di RSAL Tanjungpinang.

Anehnya, hingga saat ini majelis hakim belum berani memberi memberikan surat penangguhan terhadap kliennya. Kondisi lebih diperparah dari sikap jaksa penuntut umum (JPU) yang tetap berusaha memaksakan kehendak untuk ingin membawa Faly Kartini ke Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang.

“Saya hanya melihat aneh saja melihat tingkah laku aparat penegak hukum yang menangani perkara klien kita ini. Sudah jelas-jelas klien tengah menderita penyakit depresi tinggi, namun tidak juga bisa memahami. Coba kalau keluarga mereka yang mengalami seperti ini, bagaimana perasaan mereka,” ungkap Egi didampingi rekannya, Budi Nugroho SH, termasuk ketua LSM Gerakan Tuntas Korupsi (Getuk) Kepri Yusri Sabri sambil menggelangkan kepala tanda keprihatinan.

Pantauan di lapangan, bebepa anggota jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri termasuk jaksa di Kejari Batam, berusaha untuk ingin membawa Faly Kertini yang tengah terbaring sakit di RSAL Tanjungpinang ke Rutan Tanjungpinang

Sementara surat penetapan dari majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang Nomor: 21/Pen.Pid.Sos/TPK/2014/PN Tpi, tertanggal 23 September 2014, tentang pembantaran Faly di RSAL masih berlaku dan belum dicabut.

Disamping itu, tim medis RSAL sendiri, juga belum berani membuat surat jaminan tentang kesehatan Faly Kartini saat ini, jika jaksa tetap memaksakan kehendaknya membawa pasienya tersebut ke luar dari rumah sakit.

Akibatnya sempat terjadi perdebatan antara tim PH terdakda dan pihak jaksa di RSAL yang berusaha ngotot untuk membawa Faly ke Rutan,

Egi sendiri mempersilahkan jaksa untuk membawa kliennya tersebut, dengan catatan pihak jaksa mau bertanggungjawab jika terjadi sesuatu terhadap Faly nantinya.

Namun saran PH tersebut membuat nyali jaksa menjadi ciut, dan terpaksa mengurungkan niatnya untuk membawa Faly ke Rutan, sembari beralasan akan melakukan koordinasi dengan pimpinan mereka (Kajati) lebih dulu.

“Jika anda (Jaksa) tetap memaksa membawa klien kami ke Rutan. kami persilahkan. Tapi dengan catatan membuat surat pernyataan dan berani bertanggungjawab jika terjadi sesuatu waktu terhadap klien kami,” ucap Egi dengan geramnya.

Ditempat yang sama, Ketua LSM Getuk Kepri, Yusri Sabri, mencurigai adanya dugaan upaya jaksa untuk mencari-cari pembenaran tentang persoalan perkara mau pun tentang kesehatan yang tengah dialami Faly Kartini saat ini.

“Selama ini kita memang getol memperhatikan persoalan yang menyangkut dugaan kasus korupsi yang terjadi di Kepri. Namun khusus menyangkut perkara seorang debitur bank bisa menjadi terdakwa korupsi, kita memang tidak habis fikir. Kalau benar-benar serius, mungkin ada ribuan nasabah atau debitur bank yang diduga bermasalah karena keridit macet. Lantas kenapa tidak diproses secra hukum?,” ujar Yusri mempertanyakan.

Pandangan Yusri juga sejalan dengan pakar hukum lainnya, yang menilai penetapan debitur bank tersebut oleh pihak kejaksaan (JPU) sebagai tersangka atau terdakwa dugaan tindak pidana korupsi sudah sangat keliru serta tidak memiliki dasar hukum yang kuat, bahkan bisa menyesatkan hingga dilangsungkannya dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor.

Sementara berdasarkan UU Nomor 39 tahun 1999 Pasal (19) ayat (2) tentang Hak Azai Manusia (HAM) telah menyatakan, bahwa tidak seorangpun atas putusan pengadilan boleh dipidana penjara atau kurungan berdasarkan atas alasan ketidak mampuan untuk memenuhi suatu kewajiban dalam perjanjian utang piutang. (SN)

Check Also

Nurdin Basirun Saat Ratas dengan petinggi PT. BRC.

Gubernur: Investasi Untuk Kepentingan Masyarakat Dan Memprioritaskan Tenaga Kerja Lokal Kepri

Tanjungpinang, sidaknews.com – H. Nurdin Basirun, Gubernur Kepri saat melakukan rapat terbatas (ratas) dengan para petinggi PT. Bintan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>