Senin , 29 Mei 2017
Home » Berita Foto » Pengadaan Pohon Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta TA 2014 Layak Dipertanyakan

Pengadaan Pohon Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta TA 2014 Layak Dipertanyakan

Keterangan Gambar: Pekerja menanam pohon di Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta.
Keterangan Gambar: Pekerja menanam pohon di Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta.

JAKARTA,Sidaknews.com – Pengadaan pohon dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta tahun anggaran 2014 yang lokasi pekerjaannya di Bumi Perkemahan Ragunan Kota Administrasi Jakarta Selatan layak dipertanyakan, karena kegiatan tersebut terindikasi multi pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan.

Adapun pengadaan pohon dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta tahun anggaran 2014 antara lain, Pengadaan Pohon Kelapa Sawit, yang dimenangkan oleh CV. Naomi Harapan Jaya dengan nilai kontrak sebesar Rp. 756.800.000. Pengadaan Pohon Spathodea, yang dimenangkan oleh CV. Frislianmar Mansyur Mandiri dengan nilai kontrak sebesar Rp. 4.059.975.920.

Pengadaan Pohon Ketapang Kencana, yang dimenangkan oleh CV. Tiga Putri Permata dengan nilai kontrak sebesar Rp. 4.020.012.645. Pengadaan Pohon Pule, yang dimenangkan oleh CV. Trinaya Bersinar dengan nilai kontrak sebesar Rp. 748.000.000. Pengadaan Pohon Trembesi, yang dimenangkan oleh CV. Rina Lestari dengan nilai kontrak sebesar Rp. 3.821.373.952.

Pantauan dari tim media Modus Operandi dilapangan, semua kegiatan tersebut tidak ada memasang bedeng proyek, para pekerja menggunakan sarana dan prasarana Bumi Perkemahan Ragunan untuk tempat menyimpan peralatan dan tempat beristirahat.

Sampai pada tanggal 25 Desember 2014, penanaman pohon kelapa sawit, penanaman pohon spathodea, penanaman pohon ketapang kencana, penanaman pohon pule, penanaman pohon trembesi di Bumi Perkemahan Ragunan belum selesai dan sebagian sedang dikerjakan oleh rekanan. Pekerjaan tersebut diduga sudah melewati batas waktu yang tercantum didalam kontrak kerja dengan Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta.

Pengadaan Pohon Trembesi sebesar Rp. 3.821.373.952, Pohon Kamboja Bali sebesar Rp. 4.059.796.984, Pohon Palem Merah sebesar Rp. 2.551.890.000, Pengadaan Pohon Mahoni Rp. 3.821.867.280 yang dimenangkan oleh satu penyedia yaitu CV. Rina Lestari yang beralamat di Jl. Muchtar Raya No. 1 Petukangan Utara Kecamatan Pesanggrahan Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Kualifikasi usaha untuk pengadaan tersebut adalah perusahaan non kecil, fakta dilapangan bahwa alamat tersebut adalah rumah tinggal dan lokasi peruntukannya adalah untuk pemukiman, namun penyedia tersebut bisa lolos jadi pemenang lelang senilai puluhan milyar rupiah. Patut diduga CV. Rina Lestari menyampaikan informasi dan/atau keterangan yang tidak benar untuk memenuhi persyaratan pengadaan barang/jasa yang ditentukan dalam Dokumen Pengadaan.

Dalam pemilihan pelaksana, CV. Rina Lestari bisa mendapatkan pekerjaan senilai puluhan milyar rupiah, diduga ada unsur persekongkolan antara oknum Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta, Pokja II ULPD Provinsi DKI Jakarta dan penyedia.

Hal ini dipertanyakan kepada Kadis Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta, Nandar Sunandar selaku kepala dinas menjawab melalui ponselnya, bahwa untuk menentukan pemenang adalah urusan ULPD.

Di lain waktu, salah satu kepala seksi di bagian Taman Kota Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta bernama Yuni mengatakan, “pelaksana sudah dipanggil, dan adanya kegiatan pada tanggal 25 Desember 2014 adalah merupakan pemeliharaan terhadap kegiatan tersebut”, imbuhnya.

Sedangkan masa pemeliharan yang disampaikan oleh Kasie Taman Kota bernama Yuni tidak sesuai dengan fakta sebenarnya dilapangan, karena pelaksana bukan melakukan pemeliharaan, namun masih melanjutkan pekerjaan penanaman pohon yang belum selesai.

Berita Acara Serah Terima (BAST) hasil pekerjaan untuk kegiatan penanaman pohon kelapa sawit, penanaman pohon spathodea, penanaman pohon ketapang kencana, penanaman pohon pule, penanaman pohon trembesi, diduga terjadi persekongkolan dalam menandatangani berita acara antara pejabat penerima hasil pekerjaan dengan pelaksana.

Sampai berita ini dipublikasikan Nandar Sunandar selaku Kadis Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta belum ada melakukan tindakan terhadap pelaksana dan oknum-oknum dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta yang terindikasi langgar ketentuan, karena Nandar Sunandar diduga turut serta berperan dalam indikasi pelanggaran tersebut.

Demi terciptanya pengadaan yang sesuai dengan ketentuan di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama selaku Gubernur diminta tindak tegas oknum-oknum dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman yang terindikasi langgar ketentuan perundang-undangan. (sumber:Modus Operandi.Polman/Tim)

Check Also

Suasana Ramadhan di Kota Peureulak Spontan Berubah, Pedagang Musiman Penuh Disepanjang Jalan

Aceh Timur, sidaknews.com – Kebiasaannya setiap tahun penjualan jajanan atau bukaan puasa penuh di jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *