Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » Pengawasan Tempat Hiburan Malam di Karimun Belum Maksimal

Pengawasan Tempat Hiburan Malam di Karimun Belum Maksimal

Ilustrasi: Razia PSK
Ilustrasi: Razia PSK. Foto: net

Karimun, sidaknews.com – Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Karimun, tahun 2014 bertambah, peningkatan jumlah penderita penyakit yang belum ada obatnya ini dinilai sudah sangat mengkwatirkan.

Peningkatan jumlah penderita di Bumi Berazam ini tidak terlepas dari peran hiburan malam seperti keberadaan lokalisasi, panti pijat plus-plus dan keberadaan Pekerja Seks Komersil (freelance), bahkan PSK ini disinyalir sudah masuk ke areal pemukiman warga yang luput dari perhatian pemerintah Kabupaten Karimun.

Untuk menekan penyebaran penyakit ini diperlukan keseriusan pemerintah dalam pengawasan. Namun, ironisnya, Pemerintah Kabupaten Karimun, melalui instansi yang berwenang yaitu Dinas Pariwisata Seni dan Budaya selaku yang memberikan

Kadis
Suryaminsyah, Kadisparsenibud Karimun

rekomendasi, Sintap yang mengeluarkan izin serta Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas mengawal Peraturan Daerah (Perda) belum bekerja secara maksimal.

Dan bahkan ketiga instansi ini sama sekali belum ada gerakan (action) maupun koordinasi untuk melakukan razia ke tempat-tempat yang dianggap sudah meresahkan warga dan bahkan diduga sudah menyalahi izin yang diberikan.

Hal tersebut dibenarkan oleh H.Raja Azli.S.sos selaku Sekretaris Satuan Pamong Praja. ”Memang kita sama sekali belum maksimal untuk melakukan razia ke tempat-tempat hiburan malam seperti masseage dan lokalisasi. Sebab tupoksi kita hanya melakukan penertiban saja. Sepanjang kita turun ke lapangan dan kita dapati mereka menyalahi aturan,ya kita berikan sosialisasi ataupun teguran saja,”jelas Azli.

Azli berharap perlunya sesekali antara Sintap, Disparsenibud dan Satpol PP untuk melakukan razia gabungan,karena banyak hal-hal yang dinilai sudah menyimpang dari aturan yang ada.

“Dan bahkan untuk PSK di lokalisasi maupun freelance dan massage rawan terhadap penyakit HIV/AIDS dan perlunya pengawasan yang ketat dari instansi yang berwenang,” harapnya.

Berbeda dengan keterangan Kepala Bidang Objek dan Sarana Pariwisata,Dra.Hj.Raja Katijah, ia mengatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengn instansi terkait yaitu Satpol PP dan Sintap untuk mengawal kebijakan yang sudah diberikan.

”Kita selalu koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pemantauan di lapangan,” terang Raja Katijah.

Ketika ditanya, terkait maraknya dugaan panti pijat plus-plus dan tarian erotis yang di sejumlah hotel, Raja Katijah hanya menjawab.”Kalau ada temuan seperti tolong dikasi tau kami ya dan ternyata itu betul maka kami akan mencabut izinnya,” kata Raja Katijah bingung

Kemudian,ketika ditanya sejauh mana pengawasan terhadap Hotel Satria dan Lokalisasi Villa Kapling, Katijah hanya menjawab.”Kami ini apalah tidak bisa berbuat banyak,itu semua tergantung kepada pimpinan (Wak Min Kadispersenibud red),” terang Katijah berkilah.

Sebagai catatan sejak Januari 2014 sampai awal Desember 2014, ditemukan 107 kasus baru orang yang menderita HIV/AIDS. Rinciannya, 92 orang tertular virus HIV, dan 15 orang sudah meningkat statusnya menjadi AIDS.

”Jadi jumlah penderita HIV di daerah kita saat ini 700 orang dan AIDS 300-an orang. Dengan kata lain sudah mencapai seribuan orang,” ujar Sekretaris KPAID Kabupaten Karimun, Erwan Muharuddin kepada media baru-baru ini.

Secara terpisah Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Ketika usai membuka workshop pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS yang digelar Badan Keluarga Berencana Daerah, Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (BKBD, PPPA) di Hotel Maximillian Tanjung Balai Karimun beberapa waktu lalu.mengatakan,penderita HIV/AIDS di Kabupaten Karimun sejak tahun 2012 sampai 2014, naik turun atau fluktuatif.

Tahun 2012, positif penderita HIV sebanyak 62 orang dan AIDS 75 orang. Sedangkan tahun 2013, penderita HIV 81 orang dan AIDS 13. Namun tahun 2014 terhitung dari bulan Juni, penderita penyakit tersebut sebanyak 51 orang dan AIDS 4 orang.

“Anak positif HIV di bawah usia empat tahun berjumlah 2 orang. Namun dari jumlah kasus-kasus tersebut, terjadi pada kelompok usia produktif dari 16 sampai 50 tahun,” ungkapnya.

Sampai berita ini dilansir, Kadisparsenibud Suryaminsyah (Wak Min) belum berhasil dikonfirmasi media ini, Jumat (27/02) terkait sejauh mana tanggung jawab serta pengawasan maupun upaya melakukan penertiban dan penyuluhan terhadap lokalisasi PSK yang di Villa Kapling dan panti pijat.(Udo /M.Ali)

Check Also

Desa Paya Bujok Beuramoe Khitan Anak Kurang Mampu

Langsa, sidaknews.com – Sedikitnya 20 orang anak dari keluarga yang kurang mampu di desa Paya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *