Sabtu , 27 Mei 2017
Home » Berita Foto » Pengedar Narkoba Jaringan Lapas Tanjungpinang Dituntut 15 Tahun Penjara

Pengedar Narkoba Jaringan Lapas Tanjungpinang Dituntut 15 Tahun Penjara

Suryadi alias Gembot (berpeci) dan Suwanto alias Acai saat menjalani persidangan di PN Tanjungpinang, Selasa (24/3). Foto: Rindu Sianipar
Suryadi alias Gembot (berpeci) dan Suwanto alias Acai saat menjalani persidangan di PN Tanjungpinang, Selasa (24/3). Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Suryadi alias Gembot (31) dan Suwanto alias Acai (28), dua terdakwa kasus penyalahgunaan narkoba dituntut jaksa masing-masing selama lima belas tahun penjara.

Kedua terdakwa diketahui merupakan kurir seorang narapidana (napi) kasus narkoba, Landa Trinaldo alias Aldo yang saat ini menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tanjungpinang

Selain hukuman badan, kedua terdakwa yang merupakan jaringan peredaran narkoba di Lapas ini juga dikenakan hukuman membayar denda masing-masing senilai Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara.

“Jika denda tidak dibayarkan maka akan diganti menjadi hukuman selama enam bulan penjara,” ujar Jaksa Haryo membacakan tuntutannya pada persidangan yang digelar Selasa, (24/3) di PN Tanjungpinang.

Kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar ketentuan pasal 114 jo pasal 132 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang pemberantasan narkotika sebagaimana dalam dakwaan primer jaksa.

Atas tuntutan tersebut, kedua terdakwa merasa keberatan dan akan mengajukan pembelaan (pledoi) secara tertulis maupun lisan pada persidangan mendatang.

“Kita akan ajukan pledoi,” kata kedua terdakwa yang saat itu didampingi kuasa hukumnya, Sri Ernawati. Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Dame Parulian Pandiangan ini akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan pembelaan terdakwa.

Kasus narkoba ini berhasil diungkap jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepri beberapa waktu lalu. Kepada petugas, terdakwa Gembot dan Acai mengaku mendapatkan narkoba dari salah satu jaringan mereka yang sedang di penjara di Lapas Tanjungpinang, Aldo.

Sebelum diamankan petugas, sebagaimana dalam dakwaan jaksa, pada Selasa (14/10) sekitar pukul 15.30 Wib, Acai datang ke tempat kos Gembot di Jalan Nila Batu Hitam Tanjungpinang.

Tiba di kediaman Gembot, Acai memberikan informasi dan mengatakan keesokan harinya ia akan pergi ke Lapas Tanjungpinang untuk mengambil narkoba jenis sabu dari Aldo.

Gembot menyerahkan uang Rp 13 juta kepada Acai yang digunakan untuk membeli sabu dengan menyerahkannya pada Aldo. Selanjutnya, Acai pergi ke Lapas Tanjungpinang dan bertemu Aldo sembari menyerahkan uang Rp13 juta tersebut.

Setelah uang diterima, Aldo kemudian menyuruh Acai pergi ke parkiran motor yang berada di sekitar gedung Lapas untuk mengambil pesanan sabu yang ketika itu diselipkan di salah satu sepeda motor yang di parkiran dengan berbungkuskan sebuah kotak rokok berwarna merah.

Setelah transaksi selesai, Acai kembali menemui Gembot dan pesanan kemudian diserahkan kepada Gembot. Namun, saat Acai menemui Gembot, aksi mereka tercium petugas dan keduanya digeledah.

Dari tangan keduanya, petugas menemukan sabu seberat 1/4 ons yang dikemas dalam bungkus rokok. Selanjutnya dilakukan pengembangan, kepada petugas Acai mengaku bukan sekali saja membeli barang haram tersebut dari Aldo. Ia mengaku sebelumnya pernah mengambil narkoba jenis ekstasi dari Aldo sebanyak 50 butir dan menyerahkannya pada Gembot.

Dari rumah kos Gembot, petugas juga menemukan enam butir pil ekstasi yang ketika itu diletakkan di atas lantai. Selain itu, di dalam sebuah mobil jenis Avanza yang disewakan Gembot, petugas juga menemukan 22 butir pil ekstasi merek mercy.(Rindu Sianipar)

Check Also

Bah…!, Ternyata “SB” Mau Rebut Suami “SH”, Akhirnya Berujung di Kantor Polisi

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Kasus penganiayaan yang dialami oleh SH (24) Warga Kelurahan Wek V Kecamatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *