Home » Berita Foto » Pengelola Tol Diminta Perhatikan Kebersihan Lingkungan

Pengelola Tol Diminta Perhatikan Kebersihan Lingkungan

Bupati
Bupati Purwakarta Pimpin langsung penertiban Lapak Pedagang di pertigaan gerbang Tol hingga pertigaan kawasan Industri kota bukit Indah.

Purwakarta.sidaknews.com – Beberapa gerbang tol di purwakarta Jawa Barat menjadi pusat perhatian pemkab terkait K3. Terutama gerbang tol Cikampek yang sebenarnya berada di wilayah kabupaten purwakarta tepatnya di desa Cikopo kecamatan bungursari.

Gerbang tol yang merupakan akses jalan masuk utama ke Jakarta dari arah Cirebon dan Jawa Tengah ini, kamis (13/02) pagi dibersihkan ratusan pegawai pemkab purwakarta.

Selain membersihkan lingkungan disekitar pertigaan Gerbang Tol Cikampek, pegawai pemkab yang langsung dipimpin Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH ini juga menertibkan sedikitnya 40 lapak pedagang yang memenuhi sepanjang 200 meter pinggiran jalan dari mulai pertigaan gerbang tol hingga pertigaan masuk kawasan Industri kota bukit indah.

Bupati Dedi menilai keberadaan gerbang tol selalu terkesan kumuh dan kotor. Apalagi di gerbang tol Cikopo ini sebagai pintu masuk ke arah jakarta, seharusnya diperhatikan kebersihannya. Pengelola Tol diminta Dedi untuk memperhatikan kondisi ini.

Bila perlu menurut Dedi, pengelola menyiapkan petugas kebersihan khusus untuk membersihkan areal gerbang tol dan pertigaan, “kegiatan K3 disini harusnya dilakukan pengelola Tol, termasuk perangkat rambu jalan di pertigaan ini, trafic light nya dibenerin, trotoarnya ditata” jelas Dedi.

Lebih jauh menurut Dedi, pihaknya ingin menciptakan kondisi di sekitar gerbang tol cikopo ini menjadi tertata dan tampak rapi, seperti halnya di pertigaan gerbang tol sadang dan jatiluhur yang telah lebih dulu dibenahi. Termasuk membangun trotoar jalan, taman dan halte bus yang dibutuhkan para penumpang kendaraan umum.

Menyinggung penertiban lapak pedagang, Dedi sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan yang diteruskan ke para pedagang akan rencana penertiban dan pembangunan di areal gerbang tol cikopo ini. Malah pemkab sudah menyediakan kompensasi sebesar 500 ribu rupiah kepada setiap pedagang,.

“kompensasinya langsung kita berikan sekarang ini. Jadi sebelum ditertibkan dan dibongkar, kita data dulu pemiliknya dan kita serahkan kompensasinya” tambahnya.

pemertiban lapak pedang
pemertiban lapak pedagang.

Pendataan pedagang ini dilakukan untuk mengetahui domisili para pedagang. Kebanyakan diantaranya adalah pendatang dari kabupaten tetangga.

Bagi mereka pedagang pendatang akan dikembalikan ke daerahnya, sementara bagi pedagang lokal akan ditempatkan pemkab di beberapa titik kios yang dibangun gratis bagi mereka. Termasuk kios di pusat kota pasar juma’ah.

Wati (38) pedagang asal kalijati subang mengaku sudah berjualan sejak 2003 lalu. Lapak yang terbuat dari kayu dan atap bahan terpal dengan jenis jualan warung nasi ini telah menghidupi keluarganya.

“Namun begitu”, Wati menyadari lapaknya ini mengganggu dan melanggar K3, “pasrah aja pak. Memang saya salah, mudah-mudahan kompensasi ini bisa jadi modal usaha di tempat lain” urai Wati.(Ega Nugraha)

Check Also

Ular Phyton yang sudah diamankan warga Tangjung

Penduduk Tanjungkapur Dikejutkan Penangkapan Ular Piton Liar

Bintan, sidaknews.com – Warga setempat menemukan dan menangkap seekor ular piton besar di depan sebuah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>