Senin , 29 Mei 2017
Home » Kepri » Batam » Pengolahan Kayu Illegal di Kota Batam dan Panglong Tampa Izin

Pengolahan Kayu Illegal di Kota Batam dan Panglong Tampa Izin

Keterangan Foto: Salah satu Gudang PT.Limas Jaya dan PT EKA salah satu pengelola kayu Illegal di Batuaji Kota Batam
Keterangan Foto: Salah satu Gudang PT.Limas Jaya dan PT EKA salah satu pengelola kayu Illegal di Batuaji Kota Batam

-Mengaku Bantu Oknum Wartawan serta Aparat Setiap Bulan.

BATAM,Sidaknews.com – PT.Limas Jaya dan PT EKA salah satu pengelola kayu Illegal di Batuaji Kota Batam, milik Jimmi, beliau salah satu pengusaha pembalakan kayu illegal kayu jenis Balok-balok Tiem kelas.

Kayu olahan tersebut berada pada gudang miliknya, “diduga hasil penebangan liar,” alias hasil dari “illegal logging” tampa memiliki surat-surat sesuai perijinan dari Dinas Kehutanan kota Batam.

Temuan di lapangan, gudang yang tergolong besar di daerah Putri Hijau Komp.Anugrah N0, 01 Batuaji, adalah milik Jimmi dan milik PT Eka, dia bebas mengolah kayu yang diduga hasil tebangan secara liar dari hutan Batam dan didatangkan dari luar Batam. “terlihat jelas kayu yang ada ditumpuk digudang tersebut jenis kayu bulat yang masih muda dan lama”.

Tiga gudang pengolahkayu Illegal yang berdampingan dengan PT Limas jaya mengolah kayu Illegal untuk di buat Palet, kayu tersebut didatangkan dari Gudang EKA yang berada di Gang Jengkol Pelabuhan Sagulung yang sudah belasan tahun memasok kayu balok Tim tersebut untuk Gudang yang berada di Samping PT.Limas jaya, yang disebut guang PT EKA juga pemain lama.

Bantuan diberikan kepada oknum wartawan dari pihak PT Limas Jaya Dengan PT EKA sudah berjalan lama ,menurut sumber menerangkan kita membantu wartawan dari PT,Limas Jaya Dan PT EKA.dari Tiga PT kita Gabungkan bersama semua aparat dan yang mengerti masalah ini kita sudah tahu semua. Bantuan yang kita juga dibantu oleh gudang yang berada di Gang Jengkol Sagulung itu sama semua kerja sama pengusahanya pada initinya itulah bantua setiap bulanya yang kita berikan dari 3 PT tersebut.

Tiga Gudang dilokasi putri tersebut telah dipelihara oleh oknum seperti wartawan Harian Mingguan dan OKP yang berada dilokasi tersebut semua oknum telah menerima upeti untuk memuluskan Usaha pengolahan kayu Illegal tersebut.

Pengurus dilapangan menerangkan kepada wartawan kita usaha dilapangan ini sepertinya sudah betul, kita bantu wartawan aparat terkait kita kerja bukan di Gudang PT Limas Jaya .Gudang kita ini juga bantu semua wartawan selain dari limas jaya memang kayu yang didatang dari luar Batam diatar kegudang Sagulung di bawa ketempat Gudang EKA Sebelum PT.Limas Jaya.

Kita pihak PT EKA juga membantu semua wartawan sama dengan PT Limas jaya ,semua aparat dan kehutanan serta ratusan Wartawan mingguan dan harian dilapangan.jangan bilang nama saya mas masalah ini.ini permainan perusahaan untuk memuluskan usahanya.

Sementara menurut sumber yang terpercaya, Jimmi pemilik gudang di Putri Hijau batuaji ini pemain dalam praktik “illegal logging” di Kota Batam, kayu-kayu hasil olahan di gudang ini ratusan ton yang didatangkan dari pulau yang ada di Kepri. Kuat dugaan dalam menjalankan aksinya telah me-nina bobokkan segala sesuatu yang datang kepadanya sehingga usaha yang ditekuninya tidak tersentuh oleh hukum, ujarnya.

“/Untuk pihak dinas Kehutanan juga kita bantu kalau tidak dibantu semua kayu kita sudah diangkat semua, tentu kita tidak bisa beroperasi untuk usaha seperti ini/”.

semua orang sudah tahu usaha kayu di batam ini.seperti panglong yang berada ditempat lain contohnya, Gudang Milik Tompul Dapur 12,milik Alam Dapur 12, milik Edi Jambang Aviari, milik Ihksan Aviari, milik Ronal Kavling Sai Lekop.

“/panglong dikavling Nongsa, Panglong milik Pohan Tambesi Cipta asri dibelakang Kantor Brimob Tambesi.Panglong pengolahan Tiban 2 Depan Aviahara. penjual bahan bangunan di Bengkong Laut, penjual bangunan samping pasar sungai Harapan/”.

serta berapa pengolahan katu balok tim yang berada di Batam semua lokasi tersebut mengolah kayu Illegaldan tadah kayu illegal.

“Usaha pengolahan kayu Illegal di Batam mulusnya usaha tersebut diduga dibeking oleh oknum yang bemental menerima uang suap dari pemilik Gudang –dan Panglong yang berada di Kota Batam seperti pemilik seperti wartawan oknum kehunan dan aparat terkait membuat hutan batam dan luar batam gundul.”

Saat wartawan ini hendak meminta bertemu dengan pemilik gudang untuk klarifikasi, bahwasanya kayu yang ada ditimbun digudangnya berasal dari hutan Batam yang ditebang secara liar, tetapi Jimmi pemilik gudang kayu illegal tersebut tidak mau menanggapinya.

“/Sementara itu Kapolsek Sagulung, berdekatan kantornya dengan Gudang tersebut hendak ditemui tidak ada di tempat, dengan temuan dan pengolahan palet invor dan kayu bulat yang berukuran kecil dan besar yang disatukan dengan kayu balok ratusan ton ini untuk membuat palet siap invor keluar Batam Negara Tetangga belum ada jawabanya/”.

Dalam hal ini diminta kepada Kapolda Kepri Arman Dapari agar menindak tegas terhadap pengrusak hutanBatam ,dan pengolah kayu Illegal yang didatangkan dari Luar Batam yang ada di Kota Batam di Kepulauan Riau.(TIM)

Check Also

Suasana Ramadhan di Kota Peureulak Spontan Berubah, Pedagang Musiman Penuh Disepanjang Jalan

Aceh Timur, sidaknews.com – Kebiasaannya setiap tahun penjualan jajanan atau bukaan puasa penuh di jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *