Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » Penilik Di Karawang Rutin Latihan Rampak Gendang

Penilik Di Karawang Rutin Latihan Rampak Gendang

u
Penilik di Karawang Rutin Latihan Rampak gendang, Andang hermawan sebagai Koordinator Penilik. 

KARAWANG,Sidaknews.com – Dalam upaya meningkatkan tugas dan fungsi pokoknya sebagai salah satu unsur Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) di Kabupaten Karawang Jawa Barat, para penilik berinovasi melakukan serangkaian kegiatan pelatihan seni tradisional, yaitu rampak gendang dan angklung.

Proses latihan dilakukan dua kali dalam satu minggu. Tak tanggung-tanggung, Maestro rampak gendang, H. Suwanda pun didapuk sebagai instruktur untuk melatih 15 Penilik karawang tersebut.

Salah satu penilik yang merupakan koordinator kegiatan, Andang Hermawan mengatakan pelatihan tersebut dilakukan agar para penilik bisa memiliki keahlian seni, terutama seni tradisional. Jika keahlian seni ini bisa terus diasah, kata Andang, bisa membawa pengaruh besar bagi tugas, pokok dan fungsi sebagai seorang penilik.

“Salah satu tugas penilik adalah bisa melakukan pembinaan ekstrakulikuler seni budaya daerah di sekolah-sekolah,” ucap Andang kepada sidaknews.com kemarin.

Pelatihan ini mutlak perlu dilakukan, sebab menurutnya, dengan keahlian yang dimiliki langsung oleh para penilik, maka akan memunculkan kepercayaan yang tinggi sehingga bisa mengajarkan dan membina secara langsung siswa-siswanya.

Andang menjelaskan, pelatihan ini akan dimanfaatkan pula sebagai momentum persiapan acara tahunan pada Hari Aksara Internasional yang akan dilaksanakan November mendatang. Penampilan rampak gendang dan angklung akan menjadi kolaborasi manis serta penampilan perdana bagi para penilik untuk ajang pembuktian “Unjuk Kabisa” bidang PNFI.

“Ini semua berjalan berkat dukungan dan motivasi penuh Kepala Bidang (Kabid) PNFI, Dinas Pendididkan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Kabupaten Karawang, Amid Mulyana,” ungkapnya.(ega nugraha)

Check Also

Desa Paya Bujok Beuramoe Khitan Anak Kurang Mampu

Langsa, sidaknews.com – Sedikitnya 20 orang anak dari keluarga yang kurang mampu di desa Paya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *