Minggu , 28 Mei 2017
Home » Berita Foto » Penyeludup Heroin 750 Gram Asal Malaysia Dituntut 12 Tahun Penjara

Penyeludup Heroin 750 Gram Asal Malaysia Dituntut 12 Tahun Penjara

Ilustrasi Heroin
Ilustrasi Heroin.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Seorang kurir heroin Asharianto alias Shari (37) telah dihukum selama 12 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Tanjungpinang pada 11 Juni 2012 lalu. Bandarnya, Mery Swarni berhasil ditangkap di atas kapal feri bersama TKI deportasi dari Malaysia, beberapa waktu lalu.

Mery dijerat dengan pasal berlapis dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Pasal yang dikenakan yaitu pasal 114 tentang menawarkan untuk menjual narkotika bukan tanaman lebih dari lima gram. Kemudian ia juga dijerat dengan pasal 112 tentang kepemilikan narkotika lebih dari lima gram. Pasal lainnya, pasal 132 tentang persekongkolan melakukan tindak pidana narkotika.

“Berkas perkara narkoba atas nama tersangka Mery Suarni yang sebelumnya disidik BNN Kepri, saat ini sudah dalam proses tahap II, dan langsung kita serahkan ke Kejaksaan Negeri Batam,” ujar Wenharnold SH, Kepala Seksi Penuntutan dan Tindak Pidana Lain Sisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Kepri.

“Berkasnya sudah tahap dua. Tak lama lagi, Mery akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Batam,” kata Kepala Seksi Tindak Pidana Umum dan Lainnya Asisten Bindan Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau Wenharnol kepada wartawan, Rabu (18/6).

Dalam berkas perkara ini, Meri Suarni dijerat dengan pasal 114 ayat (2) juncto pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Pemberantasan Narkotika.

Jaksa penuntut perkara tersebut terdiri dari tiga orang tim jaksa dari Kejati Kepri dan dua orang dari Kejaksaan Negeri Batam.

Nama Mery muncul dalam persidangan dengan terdakwa Asharianto alias Shari, penyelundup 750 gram heroin dari Malaysia. Berawal saat Shari dihubungi oleh seseorang bernama Mery Swarni.Ketika itu, Shari bekerja sebagai buruh bangunan di Malaysia.

Setelah mendapat tawaran itu sebagai kurir heroin itu diterimanya dengan iming-iming imbalan uang. Disepakati keduanya, pertemuan dilakukan di sebuah halte di Jalan Skuadai, Malaysia.Dan tak lama berselang muncul seorang wanita keluar dari sebuah taksi dan memperkenalkan diri dengan panggilan Mery. Wanita ini membawa dua tas plastik merah dan biru.

Tas itu lalu diserahkan langsung ke tangan Shari. Mery menyarankan agar barang di dalam tas ini jangan dibuka sebelum sampai di Jakarta. Jika berhasil, maka Shari diberi upah sebesar Rp 10 juta. Pada 4 Februari, Shari berangkat dari Pelabuhan Situlang Laut Malaysia dengan menumpangi kapal feri MV Indo Berlian 3.

Sore harinya, kapal berlabuh di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang. Shari tak menyangka jika di pelabuhan petugas Bea Cukai telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap barang-barang para penumpang dari Malaysia sejak 2 Februari. Barang-barang milik Shari ikut diperiksa.

Kecurigaan petugas Bea Cukai tertuju pada dinding kardus pembungkus. Ketika dirobek, petugas menemukan dua bungkusan berisi bubuk putih yang dicurigai narkotika golongan I.

Petugas menggunakan alat tes narkotika. Ternyata, serbuk putih itu heroin.Ketika ditimbang, dua bungkus heroin itu masing-masing seberat 370 gram dan 380 gram. Shari ditahan.Pengakuanya, heroin itu akan diberikan ke seseorang di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang.

Jika berhasil, ia mendapat upah Rp 20 juta. Rupanya, tujuan barang tersebut ke Jakarta. Ia kemudian disidang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.Shari menolak didampingi penasehat hukum. Jaksa penuntut umum mengajukan tuntutan selama 14 tahun penjara. Namun, majelis hakim menghukumnya selama 12 tahun penjara.(SN)

Check Also

Dandim Pimpin Pelepasan Kasdim 0111 Bireuen

Bireuen, sidaknews.com – Komandan Kodim (Dandim) 0111/Bireuen Letkol Arm Adekson, memimpin acara pelepasan Kasdim Mayor …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *