Rabu , 29 Maret 2017
Home » Berita Foto » penyeludupan barang di Pelabuhan tikus marak Aparat dan Bea Cukai tutup mata

penyeludupan barang di Pelabuhan tikus marak Aparat dan Bea Cukai tutup mata

Foto gudang miras di Sei Panas Batam1BATAM,sidaknews.com – Aksi penyeludupan barang ilegal keluar Batam melalui pelabuhan tikus kian marak. Bos penyeludup terkesan bermain mata dengan aparatur pemerintah maupun penegak hukum sehingga aksinya begitu mulus, berbagai jenis barang yang di seludupkan keluar Batam, untuk menghindari ke pabeanan maupun pajak. Misalnya berbagai macam jenis merk rokok yang memakai lebel FTZ, Miras, Hp seluler dan lain-lain yang tidak dilengkapi dengan pita Bea Cukai.

Para pemain penyeludup menggunakan akses pelabuhan tikus dengan menggunakan kapal boat atau pompong untuk memuluskan aktifitasnya.Bahkan jarang kegiatan ilegalnya tersentuh hukum, pada saat media ini konfirmasi ke petugas Bea Cukai yang tidak bersedia di korankan namanya malah kembali bertanya.

“milik siapa gudang tersebut dan siapa nama pemainnya” seakan-akan daftar nama pemain penyeludup pemain besar dan pemain kecil sudah di kantongi aparat Bea Cukai baik dengan petugas kepolisian tetapi masih melakukan  pembiaran.”Ada beberapa pelabuhan selalu kerap di gunakan para penyeludup antara lain pelabuhan punggur,sekupang,Tanjung uma dan Tanjung riau serta jembatan enam Barelang.

Salah satu gudang yang berada di sungai panas kuat dugaan gudang tersebut sebagai tempat barang di kemas atau di peking untuk diseludupkan melalui pelabuhan tikus ke antar pulau maupun keluar negeri.Nama pemilik gudang tersebut sesuai informasi yang di terima Media ini berisial “A”,  “yang notabennya sangat akrab di sapa dekat dengan oknum pemerintahan maupun penegak hukum.

Bahkan orangnya di katakan termasuk sudah pemain lama, yang melegalkan pengiriman barang tanpa melengkapi dokumen untuk meraup ke untungan besar-besaran.

Salah satu pekerjanya saat di temui di lokasi ruko melempar kata-katanya “tidak ada gunanya gudang dan isinya kalian foto, percuma siapa yang tidak kenal dengan pemilik gudang ini? “Dia punya uang,kalaupun terganggu paling pindah tempat,di mana-mana dia punya gudang kok.ungkapnya.
Pantauan media ini di lapangan di lokasi kegiatan mobil angkutan selalu keluar masuk dalam ruko,setelah mobil masuk ke dalam ruko,pintu loring doornya lalu di tutup, Setelah barang tersebut selesai di muat,pintu tersebut di buka lalu mobil keluar lekas langsung di tutup,dan begitu setiap jam aktifitasnya berlangsung.

“Penasaran dengan kata-kata yang disampaikan oleh Pekerja tersebut” media ini menunggu mobil selanjutnya yang akan masuk,ternyata di gudang tersebut berbagai macam rokok yang di bungkus dalam bentuk ball berbagai merek dan di sertai lebel FTZ tanpa ada tita Bea Cukainya. berbagai macam mikol produk luar negeri yang sudah di bungkus rapi dalam bentuk Ball.

Di dalam gudang tersebut,para pekerjanya sibuk dengan aktifitasnya memasukkan barang tersebut ke dalam mobil, salah satu pekerjanya berbicara, “percuma abang datang ke sini karena kami hanya sebatas jasa angkutan saja,terkait ijin tanda daftar gudang (IDG) tanya aja pemiliknya langsung, Orangnya ini sudah pemain lama,jika kami punya masalah di perjalanan dengan aparat penegak hukum maupun di pelabuhan tujuan, kami tinggal sebut namanya oknum tersebut langsung pergi.percuma abang mengambil fotonya, tidak akan ada yang berani menghentikan aktifitasnya ini.Semenjak saya menjadi langganan jasa angkutannya  sudah banyak yang datang ke gudang ini misalnya petugas Bea Cukai,Kepolisian, LSM, apalagi wartawan.tuturnya.

Media ini tidak pantang menyerah,lalu mengikuti mobil tersebut dalam perjalanan,setelah di tengah perjalanan mobil tersebut kembali memutar dan kembali kegudang dan membongkar segala muatan ke dalam gudang,lalu mobil tersebut meninggalkan gudang setelah mengunci ruko.Kuat dugaan ruko berlantai 3 tersebut di jadikan sebagai tempat Barang sementara sebelum di lansir ke pelabuhan tikus yang ada di Batam untuk di seludupkan ke antar pulau maupun ke luar negeri melalui kapal pancung maupun pompong.

Masyarakat yang tinggal di sekitar ruko tersebut sudah lama mencurigainya karena siang dan malam di lokasi gudang selalu beraktifitas ke luar masuk barang dengan cara tersembunyi.

Hasil investigasi media ini di beberapa pelabuhan dalam sepekan ini antara lain pelabuhan sekupang,Tanjung Riau,Belakang Padang ,Tanjung Uma ,serta Barelang jembatan enam,aksi penyeludupan bukan hal yang bersifat rahasia .Terlihat beberapa tumpukan barang di setiap pelabuhan tersebut seperti Barang electronika,HP,Leptop ,rokok ,micol  superpak mesin dan sejenis somel yang akan di kirim keluar Batam.

Hal ini di lakukan untuk menghindari pajak kepabean impor,Dimana Batam telah menerapkan perdangangan bebas jika masuk daerah FTZ di bebaskan biaya sebaliknya jika barang keluar daerah Batam akan di kenakan pajak.Sehingga para pemilik barang lebih di untungkan  melakukan pengiriman barang melalui pelabuhan tikus hanya di kenakan biaya komunikasi dan kerjasama kepada oknum tertentu.Lalu apakah selama ini pihak Bea Cukai Batam tidak mampu menindak atau sebaliknya tutup mata dalam kegiatan tersebut.Tim/Reinhd.

20 Persen Pangan Berbahaya Masuk dari “Pelabuhan Tikus
Dirjen Bea&Cukai Batam (Agung Kuswandono)Batam,sidaknews.com – Meski pelabuhan tidak resmi atau biasa disebut pelabuhan tikus sering menjadi pintu masuk barang-barang ilegal, termasuk pangan impor berbahaya, tetapi pemerintah mengaku kesulitan menerapkan sistem tata ekspor-impor berbasis National Single Windows (NSW).

Menurut Deputi III Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan POM, Roy Sparingga pelabuhan tikus menjadi sumber 20 persen pangan ilegal yang beredar. “Meski jumlahnya relatif kecil tapi BPOM bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan,” katanya.

Penerapan Indonesia National Single Windows (INSW) dimulai pada 2010 di sesama negara anggota ASEAN. INSW digawangi 15 instansi pemerintah, salah satunya Badan POM RI. Melalui portal ini kandungan kimia atau zat lain berbahaya dalam suatu produk pangan, sesuai rekomendasi Badan POM RI, bisa langsung diketahui dan diterapkan di pintu masuk ekspor impor.

“Sampai saat ini INSW belum kita terapkan di pelabuhan tikus. INSW hanya diterapkan di lima pelabuhan besar antara lain Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, dan Belawan,” kata Dirjen Bea dan Cukai, Agung Kuswandono kepada Wartawan.

Keberadaan portal ini penting bagi keamanan pangan yang beredar di suatu negara. Apalagi, Indonesia adalah negara kepulauan yang banyak memiliki pelabuhan tikus, terutama pada propinsi dengan garis pantai atau gugusan pulau yang banyak.

Salah satunya adalah propinsi Kepulauan Riau yang memiliki 24 ribu gugus pulau. Kepala Badan POM Batam, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, mengatakan, kurang lebih terdapat 70 sampai 100 pelabuhan tikus di Kepulauan Riau.

“Adanya pelabuhan tikus memungkinan kapal melakukan bongkar muat tanpa kelengkapan izin dan dokumen. Padahal tanpa izin yang jelas, kita tidak mengetahui kualitas pangan yang diimpor,” kata Ary.

Akibatnya, Kepulauan Riau banjir pangan tanpa izin edar (TIE).Tahun 2013, BPOM Batam menemukan 116.506 produk pangan ilegal di propinsi tersebut. Temuan ini mencapai 80-90 persen total temuan pangan yang tidak memenuhi ketentuan. Tanpa izin edar, kualitas pangan yang sampai ke tangan masyarakat belum tentu baik.

Ary mengatakan, pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak terkait antara lain Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi. “Namun tetap tidak maksimal karena jumlah kami tidak setara dengan pelabuhan tikus yang terus bertambah. Kami berharap bisa dibantu, baik sarana, alat, atau aparat untuk menangani pelabuhan tikus,” katanya.

“Walau jumlahnya kecil, namun jangan dianggap remeh. Kita akan membatu pengawasan melalui kerjasama dengan instansi terkait, misal Bea dan Cukai,”kata Roy.(**)

Check Also

Kader Kammi tanjungpinang sedang berlatih teknik persidangan.

Tingkatkan Militansi Kader, KAMMI Tanjungpinang Gelar Teknik Sidang Jilid II

Tanjungpinang, sidaknews.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Tanjungpinang kembali mengadakan kegiatan Teknik …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>