Jumat , 24 Maret 2017
Home » Berita Foto » Penyidik Serius tindaklanjuti kasus Edi Subagio

Penyidik Serius tindaklanjuti kasus Edi Subagio

Anggota Pengurus kelompok Tani Agri Bangun Jaya Toapaya Utara bersama Ketua BPD.dok.sidaknews.com
Anggota Pengurus kelompok Tani Agri Bangun Jaya Toapaya Utara bersama Ketua BPD.dok.sidaknews.com

Bintan.Sidaknews.com – Penyidik Polres Bintan sudah memeriksa Edi Subagio ketua kelompok tani “Agri Bangun JAya” kabupaten Bintan, terkait dengan adanya kasus Dugaan Penjualan Sapi bantuan Pemerintah Pusat tahun 2010.

Dimana Bantuan tersebut disalurkan melalui dinas pertanian, Peternakan, kehutanan kabupaten Bintan sebanyak 35 ekor dengan total anggaran Rp.322.500.000, “Diduga Sapi tersebut dijual kepada Pt.Bisnis indo nugraha pratama, salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertanian di kabupaten Bintan, dan selebih dijual kepada perorangan.

Hal ini disampaikan oleh Agus Riki Kanit II Polres Bintan kepada media ini kemaren di Ruang kerjanya. (27/01) mengatakan, dalam penyembangan kasus ini, Kita sudah memanggil Edisubagio untuk meminta keterangannya, dan selanjutnya kita akan kembangkan pada tahap penyelidikan.

Dalam pemeriksaan penyidik terhadap Edi Subagio, menurutnya, kita sudah meminta data-data anggota kelompok tani, surat Karantina, surat dari petugas PPl atau surat sahnya kematian sapi tersebut, dan pengakuan dari anggota kelompok Tani, Namun, hingga saat ini Edi Subagio belum bisa memberikan data-data yang kita sampaikan.

Juga kita ada memanggil pihak Dinas peternakan kabupaten Bintan, dan Saksi-saksi dari anggota kelompok tani Agri bangun Jaya yang merasa tidak pernah menanda tangani surat yang ditunjukkan oleh Edi Subagio.

“Dan kita juga akan menyurati pihak BPK, “Artinya, jika ada temuan kerugian negara, maka kasus ini akan dikenakan pada kasus Tindak Pidana Korupsi, dan jika tidak ada nanti temuan BPK, kasus ini dapat dikenakan pada kasus pengelapan.

Menurut Kuncus Ketua Lsm ICTI-Ngo Kepri, kasus ini sudah nampak titik terangnya, sebab, hingga saat ini Edi Subagio tidak dapat memberikan bukti-bukti surat atas kematian sapi tersebut, sebab, surat yang ditunjukkan Edi Subagio kepada pihak penyidik hanya surat dari kepala desa, bukan surat dari PPl atau dokter hewan, surat Karantina juga tidak dapat ditunjukkan.

Ketika kita komfirmasi ke penyidik Polres Bintan, pihak BPD yang diketuai oleh Hartanto juga kita libatkan dan ikut serta, artinya, agar permasalahan laporan kasus Edi Subagio ke Polres Bintan, masyarakat juga mengetahuinya melalui BPD desa Toapaya Utara kabupaten Bintan.(Red/Sidaknews).

Check Also

Para Pelajar Madina terdiri dari SD, SMP dan SMA terlihat memadati sisi kiri dan sisi kanan jalan untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowi, jum'at (24/3).

Ribuan Pelajar di Madina Turun Kejalan Sambut Kedatangan Jokowi

Mandailing Natal, sidaknews.com – Ribuan Pelajar di Kabupaten Mandailing Natal, turun ke jalan sambut kedatangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>