Senin , 27 Maret 2017
Home » Berita Foto » Peras Puluhan Guru, Dua Oknum Wartawan Diamankan Polisi

Peras Puluhan Guru, Dua Oknum Wartawan Diamankan Polisi

-Diamankan ketika beraksi di SD 015 Bukit Bestari

Ini dia dua oknum wartawan yang diduga melakukan pemerasan pada puluhan guru di Tanjungpinang. Foto ini diabadikan salah satu korban ketika didatangi kedua oknum ini di ruang kerjanya.  Foto: Ist
Ini dia dua oknum wartawan yang diduga melakukan pemerasan pada puluhan guru di Tanjungpinang. Foto ini diabadikan salah satu korban ketika didatangi kedua oknum ini di ruang kerjanya. Foto: Ist

Dua oknum wartawan ini diamankan ketika diduga sedang beraksi di sekolah 015 Bukit Bestari Tanjungpinang. Setelah pelaku tertangkap, puluhan kepala sekolah di Kota Tanjungpinang membuat laporan kasus pemerasan ke Polres Tanjungpinang.

Ermala Merlina, Kepala Sekolah SMK 2 Tanjungpinang mengutarakan, jika laporan para guru ini dilakukan atas nama Ikatan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tanjungpinang.

“Kita datang ke sini untuk membuat laporan terkait pemerasan yang dilakukan oleh dua orang oknum wartawan ini,” kata Ermala kepada sejumlah wartawan saat ditemui di ruang SPK Polres Tanjungpinang.

Dikatakan Ermala, kedua orang itu mengaku sebagai wartawan di sebuah tabloid yang terbit di Jakarta. Saat mendatangi dirinya, pelaku layaknya wartawan, mencoba menanyakan bantuan sekolah seperti dana BOS dan beberapa bantuan lagi dari Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi.

“Awalnya, memang dia hanya bertanya perihal beberapa bantuan yang kita dapat dari berbagai pihak. Selanjutnya, ngoceh kesana-kemari,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, pelaku juga menanyakan perihal buku Lembar Kerja Siswa (LKS), pelaku menginformasikan jika buku-buku tersebut diperjual- belikan di sekolah.

Mendapat informasi itu, Ermala membantahnya.”Jadi kebetulan hari itu Jumat, saya mau pulang cepat. Dan saya langsung menanyakan bapak-bapak ini maunya apa?. Karena saya mau pulang,” kata Ermala saat itu kepada pelaku.

Usai mendengar pernyataan dirinya, lanjut dia, kedua oknum wartawan tersebut langsung berbicara blak-blakan hingga tanpa basa-basi meminta uang untuk balik ke Jakarta. Jika tidak diberikan, pelaku mengancam akan memberitakan masalah jual-beli buku itu.

“Dia minta duit mau ke Jakarta. Jadi saya bilang sama dia, saya tidak pernah menjual buku LKS, namun dia tidak percaya dan tidak mau pergi sebelum kita kasih uang,” terangnya.

Melihat tingkah pola kedua pelaku, sambung Ermala, seperti merasa dipaksa menyediakan uang, akhirnya dirinya langsung memanggil bendahara sekolah dan menayakan dana sekolah ada berapa.

“Pelaku saat itu dengar waktu bendahara saya bilang tinggal Rp 500 ribu. Langsung dia minta segitu, awalnya dia minta Rp 3 juta,” cetusnya lagi.

Ternyata bukan Ermala saja yang diperas oleh oknum wartawan tersebut. Rekanan sesama kepala sekolah juga pernah didatangi dan dimintai duit oleh kedua oknum wartawan tersebut. “Ternyata bukan saya saja, teman-teman yang lain juga pernah,” jelasnya. Saat ini, kasus ini dalam penyelidikan polisi, kedua pelaku sedang menjalani pemeriksaan di kantor Satreskrim Polres Tanjungpinang.(Rindu Sianipar)

Check Also

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin menyerahkan trophy dan bantuan pembinaan kepada Joki dan kuda pemenang

Kualitas Pacuan Kuda Tradisional Gayo akan Terus Ditingkatkan

Takengon, sidaknews.com – Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan kualitas pacuan kuda tradisional Gayo akan terus …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>