Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » Perayaan Natal Oikumene Tebingtinggi Meriah

Perayaan Natal Oikumene Tebingtinggi Meriah

Ketarangan gambar : Foto Bersama “Usai memberikan tali asih secara simbolis kepada jemaat Kristen yang kurang mampu, Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM, Ketua DPRD Kota Tebingtinggi Muhammad Yuridho Chap, Kapolres Tebingtinggi AKBP Enggar Pareanom, Ephorus BNKP Pdt Dr Tuhoni Telaumbanua M.Si, Ketua BKAG Pdt Rittar Nababan STh MSi foto bersama dengan panitia”.
Ketarangan gambar :
Foto Bersama “Usai memberikan tali asih secara simbolis kepada jemaat Kristen yang kurang mampu, Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM, Ketua DPRD Kota Tebingtinggi Muhammad Yuridho Chap, Kapolres Tebingtinggi AKBP Enggar Pareanom, Ephorus BNKP Pdt Dr Tuhoni Telaumbanua M.Si, Ketua BKAG Pdt Rittar Nababan STh MSi foto bersama dengan panitia”.

Tebingtinggi,Sidaknews.com – Perayaan Natal Oikumene di Kota Tebingtinggi Tahun 2014 di Lapangan Merdeka kota setempat berlangsung meriah, dihadiri ribuan umat Kristen dari berbagai dedominasi gereja yang ada di kota lemang dengan menghadirkan pengkhotbah Ephorus Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Pdt Dr Tuhoni Telaumbanua M.Si.

Perayaan Natal turut dihadiri Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM, Ketua DPRD Kota Tebingtinggi Muhammad Yuridho Chap, Kapolres Tebingtinggi AKBP Enggar Pareanom, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Tebingtinggi Ibrahim Nasution SE.

Ketua BKAG Pdt Rittar Nababan STh MSi, serta panitia antara lain Ir Pahala Sitorus MM, Ogamota Hulu SH MH, Nasib Sabungan Silalahi SH MH dan juga sejumlah pendeta dan pastor dari dedominasi gereja yang ada di Tebingtinggi.

Perayaan Natal Oikumene diawali prosesi dari Gereja GBKP Jalan Di Panjaitan diikuti pimpinan gereja se-Kota Tebingtinggi. Thema Natal tahun ini mengangkat “bertemu dengan Allah dalam keluarga,” (Band.Imamat 26,12) dan Subthema “Dengan semangat Natal, mari kita membagun keluarga yang kuat dan solid melewati krisis multi dimensi menuju Kota Tebingtinggi sejahtera”.

Pdt Tuhonia Teleumbanua dalam siraman rohaninya mengatakan, thema natal yang diangkat malam ini adalah thema natal nasional, alasan PGI dan KWI mengangkat thema fokus pada keluarga karena sudah melihat keluarga yang sekarang ini seharusnya penampakan tanda-tanda kerajaan Allah di dunia ini justru yang terjadi sebaliknya.

“Sekarang dalam berkeluarga yang ada bukan kerukunan tetapi keributan, bukan kasih melainkan kekerasan, bukan intitusi persekutuan melainkan kekuatan konflik, bukan rumah Tuhan tetapi rumah penyamun. Hal itu bisa dilihat dari hasil penelitian dewasa ini bahwa 6 dari 10 keluarga mengalami masalah mulai dari keributan hingga perceraian,” ujar Pdt Tuhonia.

Menurut Pdt Tuhonia sekarang ini yang terjadi khusus di kota besar rumah sudah sama dengan hotel, karena unsur persekutuan yang indah dalam berkeluarga telah hilang, kebayakan hal ini terjadi karena umat manusia saat ini telah disibukkan untuk mengejar karir. “Keluarga seharusnya memiliki peran untuk membentuk moral anak munusia dalam menciptakan keharmonisan, kedamaian, keadilan kejujuran dalam kehidupan keluarga yang lebih besar yaitu bangsa dan Negara”, pesannya.

Sebelumnya Walikota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan saat acara umum mengatakan, perayaan Natal Oikumene yang diselenggarakan Badan Koordinasi Antar Gereja (BKAG) Tebingtinggi telah mengalami kemajuan yang cukup pesat, hal ini bisa dilihat BKAG mulai menghapus sekat-sekat yang ada yakni dengan melaksanakan Natal Oikumene diatas tanggal 25 Desember, selain itu BKAG Tebingtinggi dalam perayaan Natal Oikumene pengkhotbahnya setiap tahun bergiliran dan tahun ini giliran BNKP.

Sedangkan Ketua BKAG Tebingtinggi Rittar Nababan STh dalam sambutannya mengatakan, bagi BKAG perayaan natal adalah ivent penting yang menuntut partisipasi semua gereja semakin berinovasi meningkatkan mutu pelayanan sebagai upaya peningkatan mutu dan kwalitas iman jemaat yang ada di Kota Tebingtinggi .

“Gereja adalah komunitas orang-orang yang percaya dipanggil tritugas untuk aktif bersekutu, giat dalam bermarturia serta empati dalam menggiatkan hidup diakonia dalam bidang oikumene BKAG sebagai wadahnya,” ujar Pdt Rittar Nababan.

Sedangkan Ketua DPRD Tebingtinggi M Yuridho Chap mengatakan, dirinya menyadari bahwa peringatan keagamaan akan bermakna jika kita dapat memetik nilai-nilai yang terkandung didalamnya. “Jika kita bisa mengahayati setiap peristiwa religius yang diperingati, disitu akan dapat dipetik mutiara-mutiara kehidupan yang akan menjadi inspirasi dan sumber motivasi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup manusia,” jelas M Yuridho.

Pahala Sitorus selaku ketua Panitia Natal Oikumene dalam laporannya menyampaikan, Paniti Natal Oikumene melalui seksi sosialnya telah melakukan serangkaian kegiatan diantarannya telah mengunjungi Panti Asuhan Elim HKBP, Panti Asuhan Vita Dulcedo Katolik dan Panti Asuhan BK Margarita GKPS pada 19 Desember, juga telah melakukan donor darah pada 20 Desember minggu lalu, menanam pohon dan memberikan tali asih kepada 200 KK keluarga yang kurang mampu. (Hans)

Check Also

Pemko Langsa Salurkan Dana Meugang Kepada 6.700 Fakir Miskin

Langsa, sidaknews.com – Menjelang bulan suci Ramadhan 1438 H, Pemerintah kota Langsa menyalurkan bantuan berupa uang untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *