Home » Daerah » Aceh » Perdamaian Harga Mati Untuk Aceh

Perdamaian Harga Mati Untuk Aceh

Keterangan Foto: Rafli anggota DPD RI asal Aceh.
Keterangan Foto: Rafli anggota DPD RI asal Aceh.

BANDA ACEH,sidaknews.com – Rafli Kande anggota DPD RI asal Aceh berharap kepada Pemerintah Aceh agar lebih peduli dalam meningkatkan kesejahteraan Rakyatnya yang hidup dibawah garis kemiskinan termasuk para mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Sumber daya Alam yang berlimpah dan sumber daya manusianya yang tidak kalah handal sudah sepatutnya dijadikan sebagai potensi dalam rangka membangun usaha-usaha produktif oleh pemerintah, sehingga dapat membuka peluang terbentuknya lapangan kerja.

Pemerintah Aceh wajib membuka diri, bersatu padu dalam meningkatkan kinerja demi kemaslahatan dan kemakmuran Rakyat, Rafli juga berharap kepada Rakyat aceh untuk lebih Rajin dan tekun dalam usaha kebaikan apapun, contohi dan pahami inovasi yang bisa meningkatkan daya kreatif dalam menghadapi persaingan ekonomi yang semakin kompetitif.

Kepada pemerintah pusat Rafli menekankan harus benar-benar berkomitmen untuk merealisasikan seluruh turunan UUPA demi kemandirian Pemerintah Aceh dan ini merupakan sebuah kehormatan yang bermartabat buat Pemerintah Pusat jika rakyat Aceh bisa hidup sejahtera, aman damai serta maju.

“Perlu diketahui dan di pahami oleh semua pihak bahwa, “Perdamaian adalah harga mati untuk Aceh”, karena damai merupakan kunci dalam merealisasi seluruh kebijakan Negara”. tegas Rafli dengan nada serius.

“Marilah kita jadikan musibah beberapa hari yang lalu di Aceh sebagai sebuah pelajaran dan pendidikan berharga untuk sesegera mungkin melakukan evaluasi di semua lini, sehingga seluruh komponen bisa meninggalkan pertikaian, permusuhan, penindasan, kesewenang-wenangan, intimidasi, perampasan dan semua iktikad yang tidak baik”. pinta Rafli.

Konflik itu menyengsarakan dan menakutkan, atas dasar itu pula sehingga saya merekam Aceh selama 16 tahun dalam 30 syair dan lagu yang berisi pesan “ perdamaian Aceh lahir dan batin”. Tukas Rafli kepada penulis saat di temui di sebuah lokasi di Banda Aceh Jumat 27 Maret 2015, di hadapan penulis Rafli sempat melantunkan sebait syair dalam lagunya “Tuha muda chik ngon putiek bekle tapupriek Aceh pusaka” (tua muda, kecil dewasa jangan lagi bertikai di Aceh tanah pusaka-red).(Tarmizi A Gani)

Check Also

Ilustrasi. Foto: Dok

Terbukti Edarkan Narkoba, Herman Dibui Delapan Tahun

Tanjungpinang, sidaknews.com – Terbukti bersalah memiliki dan mengedarkan narkoba, terdakwa Herman alias Babe (56) dihukum …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>