Minggu , 26 Maret 2017
Home » Berita Foto » Peringatan Hari Kartini Ke 125 Tingkat Kabupaten Purwakarta

Peringatan Hari Kartini Ke 125 Tingkat Kabupaten Purwakarta

Bupati Purwakarta hari Kartini
Bupati Purwakarta H.Dedi Mulyadi,SH Bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Pada Peringatan Hari Kartini Ke 125 Tingkat Kabupaten Purwakartahari di Gedung Yudistira.

Purwakarta,Sidaknews.com – Kiprah perempuan dalam pembaharuan maupun dunia politik sebenarnya telah lama terjadi, bahkan sejak jaman kerajaan dulu, salah satunya Dewi Mayasari yang memerintah bersama suaminya pada jaman kerajaan Tarumanagara dan Dewi Munasi yang memerintah bersama suaminya di kerajaan Kertanegara menjadi kerajaan Sunda.

Hal ini disampaikan Bupati Purwakarta H. Dedi Mulyadi, SH., pada acara peringatan Hari Kartini Ke-125 Tingkat Kabupaten Purwakarta, yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Purwakarta pada hari Senin 21 April 2014 pagi di Gedung Yudistira.

Hadir dalam kesempatan tersebut Muspida Kabupaten Purwakarta, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Pejabat eselon II, III, dan IV, di lingkungan Pemda Purwakarta, kader PKK.

Bupati menjelaskan, Pemahaman R.A Kartini yang dianggap salah satu tokoh pembaharuan kaum perempuan yang dipengaruhi oleh jaman kolonial, yang ditulis oleh sejarah. Padahal pembaharuan tentang perempuan banyak terjadi di setiap wilayah yang tidak tertulis, seperti Dewi Sartika di Jawa Barat yang hampir tidak pernah diperingati oleh pemeritah, termasuk pemerintah daerah.

“Pembaharuan dan pergerakan perempuan di Indonesia sudah terjadi dari jaman kerajaan dahulu. R.A Kartinia salah satunya, penggerak perempuan dan pembaharuan perempuan pada jaman Kolonial yang dianggap menonjol pada jamannya, tetapi penggerak perempuan di Indonesia pada masa tersebut cukup banyak yang terjadi disetiap wilayah, seperti R Dewi Sartika terjadi di Jawa Barat, di Aceh Cut Nyak Dien serta perempuan – perempuan lainnya yang tidak tertulis oleh sejarah. ” Jelasnya.

IMG_0765 copyMenurut Bupati, Permasalahan saat ini yang terjadi adalah perempuan itu ingin seperti laki-laki, banyak pekerjaan laki-laki yang dikerjakan perempuan dan pekerjaan perempuan dikerjakan laki-laki padahal sifat manusia pada dasarnya mempunyai sifat maskulin yang melekat pada diri laki-laki, dan sifat feminis melekat pada sifat perempuan. Ini sudah merupakan perubahan paradigma yang terjadi.

“ Dalam diri manusia terdapat dua sifat yang melekat, sifat maskulin yang dominan pada laki-laki, dan sifat feminism melekat pada perempuan. Tapi pada kenyataannya saat ini paradigm tersebut telah berubah.Permasalahan ini harus segera dibenahi, dan pendidikan 7 hari istimewa di Purwakarta adalah jawaban untuk membentuk dan merubah pola fikir laki-laki dan perempuan untuk merubah kebiasaan yang terjadi saat ini, yang dimana laki-laki diajarkan untuk menjadi laki-laki serta perempuan diajarkan kehalusan dan kefeminiman untuk menjadi perempuan yang sesuai dengan khodratnya, “ jelasnya.

Sedangkan menurut Ketua Tim Penggerak PKK Purwakarta Hj. Ane Mustika Mulyadi dalam sambutannya mengatakan bahwa untuk menilai criteria kartini sangat sulit, tetapi setelah 125 tahun yang lalu berkat perjuangannya melawan sistem Partiaki, untuk memperjuangkan hak-hak perempuan.

Perjuangannya mulai dirasakan saat ini. Yang dulu pada jamannya kebebasan perempuan terbentur oleh sistem tersebut, tetapi sekarag perempuan dituntut untuk cerdas dalam segala hal tanpa harus berfokus pendidikan yang sifatnya formal.

“ Setelah 125 tahun perjuangan kartini, saat ini mulai terasa manfaatnya, meningkatkan diri pribadi untuk meningkatkan kualitas dan intelektual tanpa harus berfokus pada pendidikan formal “ ungkapnya.

Sementara itu menurut ketua pelaksana kegiatan tersebut Hj. Nenden Dadan Koswara menyatakan bahwa perjuangan Kartini harus dijadikan momentum untuk perjuangan perempuan saat ini, khusunya di kabupaten Purwakarta untuk lebih baik lagi.

“ Peringatan hari Kartini ke-125 tingkat kabupaten purwakarta harus menjadi momentum untuk perempuan-perempuan Indonesia khusnya di Kabupaten Purwakarta, kegiatan ini bukanlah momentum atau seremonial semata, tetapi dengan acara ini kita harus mampu melahirkan dan mendidik kartini yang saat ini dan kartini yang akandatang, untukperempuan Indonesia yang lebih baik dan perempuan Purwakarta yang lebih istimewa ” katanya.(ega nugraha)

Check Also

Ir H. Yusri Yusuf atau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi dan menyalurkan bantuan sembako kepada  korban angin kencang yang menimpa beberapa rumah di Desa Deah Pangwa Dusun Bale Ara Kecamatan Trienggadeng, Sabtu sore (25/3/2017).

Yusri Melon Kunjungi Korban Angin Puting Beliung 

Pidie Jaya, sidaknews.com – Ir H. Yusri Yusuf aatau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>