Jumat , 24 Maret 2017
Home » Daerah » Aceh » Peringatan Hari Tani Nasional Ke-54, Petani Harus Dihormati dan Dihargai

Peringatan Hari Tani Nasional Ke-54, Petani Harus Dihormati dan Dihargai

Tarmizi A. Gani, (Ketua Pemuda Tani HKTI Aceh)
Tarmizi A. Gani, (Ketua Pemuda Tani HKTI Aceh)

ACEH,Sidaknews.com – Dalam rangka menghargai para petani maka hari ini Rabu 24 September 2014 di ingat menjadi hari “peringatan Hari Tani Nasional” ke 54 di Indonesia, menyikapi peringatan tersebut Pemuda Tani Indonesia HKTI DPD Aceh ingin menyampaikan beberapa isu petani di Aceh.

Petani di Aceh yang telah menjadi salah satu andalan nasional dalam mendukung swasembada beras untuk kebutuhan manusia Indonesia, patut sekali di beri penghormatan atas nama negara, penghargaan dan penghormatan yang di butuhkan petani sebenarnya bukanlah atas nama juara.

Sarana dan prasarana terutama irigasi di seluruh Aceh merupakan mimpi bertahun para petani yang hingga sekarang belum terjawab, kapankah petani di Aceh bisa merasakan kehidupan merdeka sebagai petani.

Jauh lebih mendalam jika dilihat kehidupan petani di kampung-kampung seluruh pelosok Aceh, selain tidak memadainya sarana dan prasarana untuk bertani, jalan di desa mereka juga cukup memprihatinkan, hingga anak-anak mereka yang terkadang harus melalui lumpur saat bersokolah.

Jika semua kita mau merenungkan perbedaan hak menikmati kehidupan di negara ini, seakan tergambar pada kita bahwa petani layak di sebut kelas yang berbeda, padahal tanpa petani pangan akan bermasalah, semua orang akan dihantui tragedi kelaparan dan perut kempes.

Peringatan dan berbagai peringatan di gelar dan bahkan sering menjadi bahan serimonial pemerintah termasuk ada ketika sampai kepada penyediaan anggaran menguras uang negara, tidakkah lebih penting petani di Aceh di perhatikan Pemerintah agar pangan kedepan tidak jadi rawan dan tragis.

Pembangunan Irigasi Aneuk Gajah Rheut di Kecamatan Peudada, kabupaten Bireuen Aceh yang di perkirakan sudah di kerja tujuh (7) tahun yang lalu dan sampai saat ini belum siap, petani di sana menjerit pedih hinggakan dalam tahun 2014 sudah terjadi dua kali gagal panen padi dan terbaru kedelai juga gagal.

Hal ini disampaikan oleh Tarmizi A.Gani Ketua pemuda Tani HKTI Aceh, Sakitnya hasil penulusuran kami Pemuda Tani Indonesia HKTI Aceh para petani di sana juga tidak mendapat bantuan gagal panen, sesuatu yang menyayat hati, setelah sarana dan prasarana tidak ada bantuan pun seakan-akan mereka tak berhak menerimanya.

Entah salah siapa, petani di Aceh tergolong menjadi anak tiri dalam pembangunan di Aceh, negara tidak boleh tinggal diam, negara harus mampu mengubah ketertinggalan tekhnologi pertanian di Aceh ke arah lebih maju kedepan.

Dalam peringatan hari tani nasional ini, pemuda tani HKTI Aceh mengingatkan pemerintah agar jangan coba-coba bermain dengan petani, sengasara petani sengsara kita, gagal petani adalah kegagalan kita, berbuatlah sebaik mungkin untuk petani, hormatilah hasil buah tangan suci dari para petani.(Hasbi)

Check Also

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus.

Polda Jabar Akan Mengusut Peyebar Berita HOAX Penculikan Anak

Bandung,sidaknews.com – Terkait penyebar berita bohong (hoax) tentang penculikan anak di media sosial (medsos) yang sudah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>