Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » Peringatan HUT RI – 69 Warga Siantar Butuh Perhatian Pemko

Peringatan HUT RI – 69 Warga Siantar Butuh Perhatian Pemko

Pengibaran Sang Saka merah putih dilapangan H. Adam Malik Siantar
Pengibaran Sang Saka merah putih dilapangan H. Adam Malik Siantar.

Siantar,sidaknews.com – Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 69 ditandai dengan penaikan bendera sang saka merah putih yang langsung dipimpin Hulman Sitorus,SE selaku Walikota bertempat diLapanagan kebanggan H.Adam Malik Pematangsiantar.

Pengibaran sang saka merah putih tepat pukul 10.00wib berjalan dengan hikmat turut hadir FKPD Pemko, Ormas, TNI, Polri, Elemen masyarakat dan para Veteran yang merupakan saksi hidup perjuangan kemerdekaan.

Kemeriahan pagelaran Marcing Band SMA Sultan Agung menjadi satu acara yang dinanti nanti warga siantar yang sangat memukau menjadikan alasan tersendiri bagi beberapa lapisan masyarakat antusias menunggu tanpa mempedulikan cuaca dingin.

peringatan HUT RI ke 69 kota Pematangsiantar berthemakan “Dengan semangat proklamasi 17 agustus 1945 kita dukung suksesi kepemimpinan nasional hasil pemilu 2014 demi kelanjutan pembangunan menuju indonesia yang makin maju dan sejahtera”.

Aneh tapi nyata beberapa Mobil Dinas milik petinggi Pematangsiantar yang diparkir dibelakang panggung utama acara ada terlihat yang tidak menyematkan bendera di depan kepala mobil, seperti mobil dinas Polres Siantar jenis kijang innova begitu juga dengan mobil dinas perwakilan Dandim Simalungun jenis kijang innova tidak ada terlihat bendera yang merupakan kebanggan Indonesia.

Sisi lain kemerdekaan diartikan beda dari sudut pandang beberapa warga siantar yang dimintai keterangan, minggu (17/8) pukul 11.45wib dilapangan H.Adam Malik Pematangsiantar sebagian besar warga sangat sedih membicarakan arti kemerdekaan yang sudah matang dan dewasa dibanding dengan negara lain yang belum merasakan merdeka.

Budi silitonga (30) karyawan swata menjelaskan sampai saat ini arti kemerdekaan itu masih pro – kontra dikalangan masyarakat, dimana kemerdakaan adalah hak segala bangsa seperti yang dituliskan dalam Pembukaan UUD 45 masih jauh untuk menyetarakan sampai saat ini belum terlihat keabsahan makna kemerdekaan, ada juga penilaian kemerdekaan hanya dirasakan petinggi negara maupun pejabat daerah serta para kalangan elite politik.

Sintya Siahaan (16) pelajar SMA sangat bangga akan kemerdekaan yang dicapai Indonesia yang sudah meranjak 69 tahun akan perjuangan para pahlawan, harapan sebagi pelajar semoga kedepan para pejabat mampu lebih menghormati leluhur para pahlawan serta jangan mengutamakan kepentingan pribadi diatas segala kepentingan masyarakat.

Mawar Sinaga (50) seorang Ibu rumah tangga sangat menyesalkan perbuatan pejabat Pematangsiantar yang sangat menyengsarakan warga. Warga Siantar belum mengetahui dimana letak dan makna kemerdekaan bagi rakyat Indonesia yang diperjuangkan dengan tumpah darah para pahlawan, kemerdekaan diartikan Ibu dua anak ini sangat berbeda alasan mendasar belum merasakan kemerdekaan sangat masuk akal dimana Tarif dasar Air minum menjulang naik sampai 300% , harga tanah mahal anehnya kebersihan belum merdeka padahal setiap bulan harus bayar retribusi uang sampah.

Seorang PNSD Pemko Siantar dijumpai di lokasi peringatan HUT RI menjelaskan sangat bahagia akan kemerdekaan saat ini, dilain sisi semoga leluhur para pahlawan ditempatkan di surga besar harapan kedepanya para generasi penerus bangsa sebagai pemuda mampu bersatu dalam NKRI, berjuang menjadikan Indonesia negara yang berdaulat serta di segani di mata dunia. Diharap momen kemerdekaan ini perselisihan antara kedua kubu Capres yang masih hangat berdebat menjadi rukun guna mencerdaskan kehidupan bangsa/

“Mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan” cuplikan tulisan Pembukaan UUD 45 sampai saat ini belum dapat diartikan warga Indonesia khususnya warga Siantar akan tujuanya, sebagian besar warga mengartikan bahwa rakyat hanya di izinkan dibatas gerbang dari satu kemerdekaan tetapi untuk masuk dalam kemerdekaan bukan masyarakat melainkan para petinggi ataupun pejabat.

Cuplikan tulisan tersebut juga diartikan dengan beberapa pengertian, ada yang memberikan pengertian warga tidak berhak masuk mendapatkan kemerdekaan karena dibatasi serta di izinkan di depan pintu gerbang, warga pasrah akan perlakuan pemerintah terkadang tidak pro kepada keadaan kehidupan perekonomian.

Dillihat keadaan sekarang ini kemerdekaan yang dicita citakan rakyat masih sangat butuh perjuangan, belum mendapatkan hak merdeka sesungguhnya akan pendidikan yang sangat mahal, kesehatan yang sangat mahal begitu juga dengan kehidupan yang serba mahal. (SyamP)

 

Check Also

Bupati Soekirman: Dengan Xpansi Kita Tunjukkan Kepedulian Pada Dunia Pendidikan dan Kelestarian Alam

*Pemkab Sergai Gelar Kegiatan Xpansi, Sergai, sidaknews.com – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *